Menu Tutup

Seni Lukis: Sejarah, Aliran, Tema, dan Teknik

Seni lukis adalah salah satu cabang seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi dengan media kanvas atau permukaan datar lain. Media untuk seni lukis biasa diisi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna hasil dari permainan cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya1. Seni lukis dapat berisi representasi terkait alam seperti potret manusia, hewan, tumbuhan, bahkan pemandangan. Seni lukis juga dapat menggambarkan gambar-gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam2.

Sejarah Seni Lukis

Seni lukis merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Bukti tertua dari seni lukis adalah lukisan gua yang ditemukan di berbagai belahan dunia, seperti di Prancis, Spanyol, Indonesia, dan Australia3. Lukisan gua ini biasanya menggambarkan adegan perburuan, ritual, atau simbol-simbol mistis.

Seni lukis zaman klasik berkembang di peradaban Mesir, Yunani, dan Romawi. Lukisan-lukisan ini biasanya menggambarkan tokoh-tokoh mitologi, dewa-dewi, pahlawan, atau kejadian sejarah. Lukisan-lukisan ini juga menunjukkan kemampuan mengolah perspektif, proporsi, dan anatomi tubuh manusia4.

Seni lukis zaman pertengahan dipengaruhi oleh agama Kristen dan Islam. Lukisan-lukisan ini banyak menggambarkan adegan-agama dari Alkitab atau Al-Quran, serta tokoh-tokoh suci seperti Yesus, Maria, para rasul, nabi-nabi, atau malaikat. Lukisan-lukisan ini juga cenderung bersifat simbolik dan dekoratif5.

Seni lukis zaman Renaissance mengalami kemajuan pesat dalam hal teknik dan tema. Lukisan-lukisan ini menampilkan realisme yang tinggi dalam menggambarkan manusia, alam, dan arsitektur. Lukisan-lukisan ini juga mengeksplorasi tema-tema humanisme, ilmu pengetahuan, dan seni klasik.

Art nouveau adalah aliran seni lukis yang muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Aliran ini ditandai oleh penggunaan garis-garis melengkung, warna-warna cerah, dan motif-motif bunga, binatang, atau wanita. Aliran ini dipengaruhi oleh budaya Jepang dan gerakan seni rakyat.

Sejarah seni lukis di Indonesia dimulai dengan masuknya pengaruh budaya Hindu-Buddha pada abad ke-4 Masehi. Seni lukis Indonesia pada masa itu banyak menggambarkan cerita-cerita Ramayana, Mahabharata, atau Jataka. Seni lukis Indonesia juga dipengaruhi oleh budaya Islam yang masuk pada abad ke-13 Masehi. Seni lukis Islam di Indonesia banyak menggunakan kaligrafi, geometri, atau motif-motif tumbuhan.

Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia pada abad ke-17 Masehi. Seni lukis Indonesia pada masa itu banyak dipengaruhi oleh gaya realisme Eropa, terutama dalam menggambarkan pemandangan alam atau kehidupan sosial. Seni lukis Indonesia juga berkembang dengan munculnya aliran-aliran seperti Mooi Indie, Persagi, Pelukis Rakyat, Sanggar Bambu, hingga Gerakan Seni Rupa Baru.

Aliran Seni Lukis

Aliran seni lukis adalah gaya atau cara menggambarkan sesuatu yang memiliki ciri khas tertentu. Aliran seni lukis dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar yaitu representatif, deformatif, dan nonrepresentatif

Aliran representatif adalah aliran yang menggambarkan objek sesuai dengan kenyataan, seperti realisme, naturalisme, atau impresionisme. Aliran deformatif adalah aliran yang menggambarkan objek dengan menyimpang dari kenyataan, seperti ekspresionisme, surealisme, atau kubisme. Aliran nonrepresentatif adalah aliran yang tidak menggambarkan objek sama sekali, seperti abstrak, suprematisme, atau minimalis.

Beberapa contoh aliran seni lukis yang terkenal di dunia adalah:

  • Realisme: aliran yang menggambarkan objek secara detail dan akurat tanpa memperhatikan aspek estetika atau emosional. Contoh pelukis realis adalah Gustave Courbet, Jean-François Millet, atau Edouard Manet.
  • Impresionisme: aliran yang menggambarkan objek dengan menangkap kesan cahaya dan warna yang berubah-ubah. Contoh pelukis impresionis adalah Claude Monet, Pierre-Auguste Renoir, atau Edgar Degas.
  • Ekspresionisme: aliran yang menggambarkan objek dengan mengekspresikan perasaan dan emosi pelukis. Contoh pelukis ekspresionis adalah Vincent van Gogh, Edvard Munch, atau Wassily Kandinsky.
  • Kubisme: aliran yang menggambarkan objek dengan memecahnya menjadi bentuk-bentuk geometris dan menyusunnya kembali dari berbagai sudut pandang. Contoh pelukis kubis adalah Pablo Picasso, Georges Braque, atau Juan Gris.
  • Surealisme: aliran yang menggambarkan objek dengan menggabungkan unsur-unsur yang tidak logis atau tidak nyata. Contoh pelukis surealis adalah Salvador Dali, Rene Magritte, atau Frida Kahlo.
  • Abstrak: aliran yang tidak menggambarkan objek sama sekali, tetapi hanya menggunakan bentuk, warna, garis, atau tekstur sebagai elemen seni. Contoh pelukis abstrak adalah Piet Mondrian, Jackson Pollock, atau Mark Rothko.

Beberapa contoh aliran seni lukis yang terkenal di Indonesia adalah:

  • Mooi Indie: aliran yang menggambarkan pemandangan alam Indonesia dengan gaya romantis dan indah. Contoh pelukis Mooi Indie adalah Raden Saleh, Abdullah Suriosubroto, atau Basoeki Abdullah.
  • Persagi: aliran yang menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia dengan gaya realis dan nasionalis. Contoh pelukis Persagi adalah S. Sudjojono, Affandi, atau Basuki Resobowo.
  • Pelukis Rakyat: aliran yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan dengan gaya sosialis dan revolusioner. Contoh pelukis rakyat adalah Hendra Gunawan, Sudarso, atau Trubus.
  • Sanggar Bambu: aliran yang menggambarkan budaya Jawa dengan gaya dekoratif dan simbolik. Contoh pelukis Sanggar Bambu adalah Kusnadi, Soedarso Sp., atau Widayat.
  • Gerakan Seni Rupa Baru: aliran yang menggambarkan kritik sosial dan politik Indonesia dengan gaya kontemporer dan eksperimental. Contoh pelukis Gerakan Seni Rupa Baru adalah FX Harsono, Hardi, atau Jim Supangkat.

Tema Seni Lukis

Tema seni lukis adalah ide atau konsep yang menjadi dasar dari sebuah karya seni lukis. Tema seni lukis dapat berasal dari berbagai sumber inspirasi seperti pengalaman pribadi, kejadian sejarah, budaya lokal, agama, filsafat, ilmu pengetahuan, atau imajinasi.

Tema seni lukis dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu tema universal dan tema khusus. Tema universal adalah tema yang bersifat umum dan dapat dimengerti oleh semua orang tanpa memandang latar belakang budaya atau geografis. Tema universal biasanya berkaitan dengan aspek-aspek manusia seperti cinta, keindahan, kesedihan, kebahagiaan, kematian, atau kehidupan. Contoh tema universal adalah Romeo dan Juliet, Mona Lisa, atau Bintang Malam.

Tema khusus adalah tema yang bersifat spesifik dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang memiliki latar belakang budaya atau geografis tertentu. Tema khusus biasanya berkaitan dengan aspek-aspek sosial, politik, ekonomi, atau agama yang berkembang di suatu tempat dan waktu. Contoh tema khusus adalah Perang Kemerdekaan Indonesia, Wayang Kulit, atau Borobudur.

Teknik Seni Lukis

Teknik seni lukis adalah cara atau metode yang digunakan oleh pelukis untuk menciptakan karya seni lukis. Teknik seni lukis dapat meliputi berbagai aspek seperti media, alat, bahan, warna, komposisi, tekstur, atau gaya.

Media seni lukis adalah permukaan datar yang digunakan sebagai tempat menggambar. Media seni lukis dapat berupa kertas, kanvas, kayu, logam, batu, dinding, atau kulit. Media seni lukis dapat mempengaruhi hasil akhir dari karya seni lukis.

Alat seni lukis adalah alat yang digunakan untuk membubuhkan gambar pada media. Alat seni lukis dapat berupa kuas, pisau palet, spatula, spons, jari tangan, atau alat lain yang dapat menghasilkan efek tertentu. Alat seni lukis dapat mempengaruhi bentuk dan ukuran dari gambar.

Bahan seni lukis adalah bahan yang digunakan untuk memberikan warna pada gambar. Bahan seni lukis dapat berupa cat minyak, cat air, cat akrilik, cat poster, pastel, pensil warna, tinta, atau bahan lain yang dapat memberikan efek tertentu. Bahan seni lukis dapat mempengaruhi intensitas dan ketahanan dari warna.

Warna seni lukis adalah unsur yang memberikan kesan visual pada gambar. Warna seni lukis dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu warna primer (merah, kuning, biru), warna sekunder (hijau, ungu, jingga), dan warna tersier (campuran dari warna primer dan sekunder). Warna seni lukis dapat mempengaruhi suasana dan makna dari gambar.

Komposisi seni lukis adalah susunan atau penataan elemen-elemen pada gambar. Komposisi seni lukis dapat meliputi aspek-aspek seperti titik fokus, keseimbangan simetris atau asimetris, kontras, perspektif, proporsi, atau ritme. Komposisi seni lukis dapat mempengaruhi kesan estetik dan harmoni dari gambar.

Tekstur seni lukis adalah unsur yang memberikan kesan taktis pada gambar. Tekstur seni lukis dapat berupa halus, kasar, licin, berbulu, berduri, atau bervariasi. Tekstur seni lukis dapat mempengaruhi kesan nyata dan dinamis dari gambar.

Gaya seni lukis adalah ciri khas atau karakteristik yang dimiliki oleh pelukis dalam menciptakan karya seni lukis. Gaya seni lukis dapat berupa pribadi, kelompok, atau aliran. Gaya seni lukis dapat mempengaruhi identitas dan orisinalitas dari gambar.

Sumber:
(1) Seni lukis – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. [wikipedia.org].
(2) Pengertian Seni Lukis: Fungsi, Tujuan, dan Komponennya. [gramedia.com].
(3) Seni Lukis: Pengertian Menurut Para Ahli, Aliran, Unsur, dan Teknik. [katadata.co.id].
(4) Seni Lukis – Pengertian, Aliran, Tema, Alat, Teknik & Contoh. [serupa.id].
(5) Pengertian Seni Lukis Beserta Definisi, Tujuan, dan Unsur-Unsurnya. [isi.ac.id].

Posted in Ragam

Artikel Lainnya