Sistem ekskresi manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengolah dan membuang zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Jika tidak dikeluarkan dari tubuh, zat-zat tersebut dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan¹². Sistem ekskresi pada manusia terdiri atas sejumlah organ, yaitu paru-paru, kulit, hati, usus besar, dan ginjal³.
Paru-paru
Paru-paru adalah organ yang berfungsi untuk pertukaran gas antara darah dan udara. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga lobus (bagian), sedangkan paru-paru kiri memiliki dua lobus². Paru-paru dilindungi oleh rongga dada yang disebut pleura¹.
Paru-paru berperan dalam sistem ekskresi dengan cara membuang karbon dioksida (CO2) yang merupakan hasil dari respirasi seluler. Karbon dioksida dibawa oleh darah menuju paru-paru melalui vena pulmonalis. Di dalam paru-paru, karbon dioksida dilepaskan ke alveolus (kantung udara kecil) dan kemudian dikeluarkan bersama udara saat ekspirasi (hembusan napas). Selain karbon dioksida, paru-paru juga membuang uap air dan sebagian kecil amonia².
Kulit
Kulit adalah organ terluar yang melapisi tubuh manusia. Kulit memiliki tiga lapisan utama, yaitu epidermis (lapisan kulit ari), dermis (lapisan kulit jangat), dan hipodermis (lapisan bawah kulit)¹. Kulit berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi, pengaruh suhu, radiasi ultraviolet, dan cedera mekanis².
Kulit berperan dalam sistem ekskresi dengan cara membuang keringat yang merupakan hasil dari aktivitas kelenjar keringat. Keringat mengandung air, garam mineral, urea, asam urat, dan asam laktat¹. Keringat membantu mengatur suhu tubuh dengan cara mengeluarkan panas berlebih saat penguapan. Keringat juga membantu mengeluarkan racun yang larut dalam air dari dalam tubuh².
Hati
Hati adalah organ terbesar di dalam rongga perut manusia. Hati memiliki berbagai fungsi penting, seperti metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein; sintesis kolesterol dan asam empedu; penyimpanan glikogen, vitamin, dan mineral; detoksifikasi racun; dan produksi hormon dan faktor pembekuan darah².
Hati berperan dalam sistem ekskresi dengan cara memecah amonia yang merupakan hasil dari deaminasi asam amino. Amonia adalah zat yang sangat toksik bagi tubuh jika tidak segera dibuang. Hati mengubah amonia menjadi urea yang lebih aman dan larut dalam air. Urea kemudian dibawa oleh darah menuju ginjal untuk disaring dan dikeluarkan bersama urine¹². Selain itu, hati juga menghasilkan empedu yang merupakan cairan berwarna hijau kecoklatan yang mengandung kolesterol, bilirubin, garam empedu, dan elektrolit². Empedu disimpan di kantong empedu dan disalurkan ke usus halus saat pencernaan lemak. Empedu membantu memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Empedu juga membantu mengeluarkan bilirubin yang merupakan hasil dari pemecahan hemoglobin¹.
Usus Besar
Usus besar adalah bagian akhir dari saluran pencernaan manusia. Usus besar terdiri dari empat bagian, yaitu sekum, kolon, rektum, dan anus². Usus besar berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral dari sisa makanan yang tidak dicerna, membentuk feses (tinja), dan menyimpan feses hingga dikeluarkan melalui defekasi (buang air besar)¹.
Usus besar berperan dalam sistem ekskresi dengan cara membuang feses yang mengandung zat-zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Feses mengandung air, serat, sel-sel epitel usus yang terkelupas, bakteri usus, pigmen bilirubin, kolesterol, lemak, garam mineral, dan gas². Feses membantu mengeluarkan zat-zat yang tidak dapat diserap atau dimanfaatkan oleh tubuh, seperti serat dan kolesterol. Feses juga membantu mengeluarkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, seperti bilirubin dan bakteri patogen¹.
Ginjal
Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di belakang rongga perut. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh². Ginjal menerima darah dari arteri renalis dan mengembalikannya ke vena renalis. Ginjal juga berhubungan dengan ureter yang merupakan saluran yang membawa urine ke kandung kemih¹.
Ginjal berperan dalam sistem ekskresi dengan cara membuang urine yang merupakan hasil dari penyaringan darah. Urine mengandung air, urea, asam urat, kreatinin, garam mineral, hormon, obat-obatan, dan pigmen². Urine membantu mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme protein dan asam nukleat, seperti urea, asam urat, dan kreatinin. Urine juga membantu mengeluarkan zat-zat yang berlebih atau tidak dibutuhkan oleh tubuh, seperti garam mineral, hormon, obat-obatan, dan pigmen¹.
Kesimpulan
Sistem ekskresi manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengolah dan membuang zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Sistem ekskresi pada manusia terdiri atas sejumlah organ, yaitu paru-paru, kulit, hati, usus besar, dan ginjal. Masing-masing organ memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda dalam proses ekskresi. Sistem ekskresi penting untuk menjaga keseimbangan kondisi internal tubuh dan mencegah kerusakan pada organ-organ tubuh.
Sumber:
(1) Sistem Ekskresi Manusia: Pengertian, Organ dan Penyakitnya. https://www.gramedia.com/literasi/sistem-ekskresi-manusia/.
(2) Sistem Ekskresi Manusia, Organ, Fungsi, dan Cara Kerjanya. https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/organ-sistem-ekskresi-tubuh/.
(3) Mengenal Sistem Ekskresi pada Manusia dan Fungsinya. https://www.alodokter.com/ginjal-organ-sistem-ekskresi-pada-manusia-yang-membuang-limbah-metabolisme.
(4) Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia | Biologi Kelas 11 – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/organ-organ-sistem-ekskresi-pada-manusia.