Sistem gerak pada hewan adalah ciri yang memungkinkan hewan bergerak dengan menggunakan organ gerak aktif dan pasif. Organ gerak aktif adalah otot, sedangkan organ gerak pasif adalah rangka. Otot dan rangka saling berhubungan dan menghasilkan gaya otot yang membuat hewan dapat bergerak.
Sistem gerak pada hewan bervariasi sesuai dengan jenis, habitat, dan adaptasi hewan tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas sistem gerak pada hewan vertebrata, yaitu hewan yang memiliki tulang belakang. Hewan vertebrata terdiri dari lima kelas, yaitu pisces (ikan), amphibia (katak), reptilia (ular), aves (burung), dan mamalia (kuda).
Sistem Gerak Pada Ikan
Ikan adalah hewan vertebrata yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut. Ikan bergerak dengan menggunakan ekor dan siripnya. Ekor ikan berfungsi untuk mendorong tubuh ikan ke depan, sedangkan sirip ikan berfungsi untuk mengatur arah, keseimbangan, dan stabilitas gerakan ikan.
Ikan juga memiliki gelembung renang, yaitu organ yang berisi gas yang dapat mengatur kepadatan tubuh ikan. Gelembung renang membantu ikan untuk naik dan turun di dalam air tanpa mengeluarkan energi yang banyak. Ikan memiliki rangka dalam atau endoskeleton yang terbuat dari tulang atau rawan.
Rangka ikan berbentuk aerodinamis, yaitu mengurangi hambatan saat bergerak di dalam air. Beberapa ikan memiliki sirip tambahan, seperti sirip punggung, sirip perut, dan sirip dada, yang dapat membantu ikan untuk bergerak lebih cepat atau menghindari gerakan yang tidak diinginkan1.
Sistem Gerak Pada Amphibia
Amphibia adalah hewan vertebrata yang dapat hidup di dua habitat, yaitu darat dan air. Contoh amphibia adalah katak.
Katak bergerak dengan menggunakan tungkai depan dan belakangnya. Tungkai depan katak berfungsi untuk menopang tubuh dan menggenggam mangsa, sedangkan tungkai belakang katak berfungsi untuk melompat dan berenang. Tungkai belakang katak lebih panjang dan kuat daripada tungkai depannya.
Katak juga memiliki kulit yang lembap dan berlendir, yang dapat membantu katak untuk bernapas dan mengatur suhu tubuhnya. Katak memiliki rangka dalam yang terbuat dari tulang. Rangka katak terdiri dari tulang kepala, tulang belakang, tulang dada, tulang panggul, dan tulang tungkai2.
Sistem Gerak Pada Reptilia
Reptilia adalah hewan vertebrata yang hidup di darat, meskipun ada juga yang hidup di air. Contoh reptilia adalah ular. Ular bergerak dengan cara merayap di tanah. Ular tidak memiliki kaki, tetapi memiliki tulang belakang yang sangat panjang dan fleksibel.
Tulang belakang ular tersusun dari ratusan ruas tulang yang disebut vertebra. Setiap vertebra dihubungkan dengan tulang rusuk yang menempel pada otot-otot elastis. Otot-otot ini berkontraksi dan relaksasi secara bergantian, sehingga membuat ular dapat melengkungkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
Ular juga memiliki sisik yang melapisi kulitnya, yang dapat melindungi ular dari gesekan dan kehilangan air. Ular memiliki rangka dalam yang terbuat dari tulang. Rangka ular terdiri dari tulang kepala, tulang belakang, dan tulang rusuk3.
Sistem Gerak Pada Aves
Aves atau burung adalah hewan vertebrata yang hidup di udara, meskipun ada juga yang hidup di darat atau air.
Burung bergerak dengan menggunakan sayap dan kaki. Sayap burung berfungsi untuk terbang, sedangkan kaki burung berfungsi untuk berjalan, berdiri, atau menggenggam. Sayap burung tersusun dari tulang lengan, tulang pergelangan tangan, dan tulang jari yang diselimuti oleh bulu.
Bulu sayap berperan dalam menghasilkan gaya angkat dan dorong yang membuat burung dapat terbang. Otot-otot yang menggerakkan sayap terletak di dada burung, yang disebut otot pektoralis. Otot ini merupakan otot terbesar dan terkuat pada burung.
Burung memiliki rangka dalam yang terbuat dari tulang. Rangka burung memiliki beberapa ciri khusus, yaitu tulangnya berongga, ringan, dan kuat, tulang belakangnya kaku, tulang dada atau sternumnya lebar dan menonjol, dan tulang panggulnya tidak menyatu.
Sistem Gerak Pada Mamalia
Mamalia adalah hewan vertebrata yang menyusui anaknya. Mamalia ada yang hidup di darat, air, atau udara. Contoh mamalia darat adalah kuda.
Kuda bergerak dengan menggunakan kaki. Kaki kuda terdiri dari tulang paha, tulang betis, tulang kering, tulang telapak kaki, dan tulang jari. Kaki kuda memiliki sendi yang dapat membantu kuda untuk berlari dengan cepat.
Kaki belakang kuda merupakan sumber kekuatan utama untuk mendorong tubuh kuda ke depan, sedangkan kaki depan kuda berfungsi untuk menahan beban tubuh kuda. Kuda juga memiliki rambut yang melindungi kulitnya dari cuaca dan serangga.
Kuda memiliki rangka dalam yang terbuat dari tulang. Rangka kuda terdiri dari tulang kepala, tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang bahu, tulang lengan, tulang panggul, dan tulang tungkai.
Kesimpulan
Sistem gerak pada hewan vertebrata dipengaruhi oleh jenis, habitat, dan adaptasi hewan tersebut. Hewan vertebrata memiliki organ gerak aktif dan pasif, yaitu otot dan rangka. Otot dan rangka saling berhubungan dan menghasilkan gaya otot yang membuat hewan dapat bergerak. Sistem gerak pada hewan vertebrata terdiri dari lima kelas, yaitu pisces (ikan), amphibia (katak), reptilia (ular), aves (burung), dan mamalia (kuda). Setiap kelas hewan memiliki ciri khas sistem geraknya, seperti ekor dan sirip pada ikan, tungkai belakang pada katak, tulang belakang pada ular, sayap pada burung, dan kaki pada kuda.
Sumber:
1. Sistem Gerak Pada Hewan beserta Gambarnya – DosenBiologi.com. [dosenbiologi.com]
2. Mengenal Sistem Gerak Pada Hewan Beserta Karakteristiknya – detikcom. [detik.com]
3. Sistem Gerak Pada Hewan | Contoh dan Penjelasan Lengkap. [sindunesia.com]