Menu Tutup

Sistem Gerak pada Tumbuhan: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis, yaitu mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Selain itu, tumbuhan juga memiliki kemampuan untuk bergerak, meskipun tidak sebebas hewan atau manusia. Gerak pada tumbuhan adalah kemampuan (iritabilitas) tumbuhan dalam upayanya merespon suatu rangsangan yang ada di sekitarnya1. Gerak ini dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu gerak higroskopis, gerak endonom, dan juga gerak esionom.

Gerak Higroskopis

Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan yang timbul akibat perubahan kadar air di dalam sel2. Gerakan ini biasanya terjadi pada bagian tumbuhan yang sudah mati atau tidak aktif secara metabolis, seperti biji, buah, atau sporangium. Contoh gerak higroskopis adalah:

  • Pecahnya buah pada polong-polongan atau kacang-kacangan. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan osmosis antara bagian dalam dan luar buah, sehingga menyebabkan buah mengembang dan akhirnya pecah.
  • Pembukaan sporangium pada tumbuhan paku. Sporangium adalah tempat pembentukan spora pada tumbuhan paku. Sporangium memiliki bagian yang disebut annulus, yaitu sekelompok sel yang berbentuk cincin dan berfungsi sebagai alat gerak. Ketika sporangium matang, annulus akan mengering dan menyusut, sehingga menarik dinding sporangium dan membukanya.

Gerak Endonom

Gerak endonom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari dalam sel atau tubuh tumbuhan itu sendiri3. Gerakan ini biasanya terjadi pada bagian tumbuhan yang masih hidup atau aktif secara metabolis, seperti kloroplas, sitoplasma, atau vakuola. Contoh gerak endonom adalah:

  • Pergerakan kloroplas di dalam sel. Kloroplas adalah organel sel tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis. Kloroplas dapat bergerak berkeliling di dalam sel untuk menyesuaikan diri dengan intensitas cahaya yang masuk. Jika cahaya terlalu terang, kloroplas akan bergerak ke tepi sel untuk mengurangi penyerapan cahaya. Jika cahaya terlalu redup, kloroplas akan bergerak ke tengah sel untuk meningkatkan penyerapan cahaya.
  • Pergerakan sitoplasma di dalam sel. Sitoplasma adalah cairan yang mengisi ruang antara inti sel dan membran sel. Sitoplasma dapat bergerak secara siklik, yaitu mengalir dari satu bagian sel ke bagian sel lainnya. Gerakan ini disebut sitoplasma streaming. Gerakan ini berfungsi untuk mengedarkan zat-zat makanan, hormon, atau enzim di dalam sel.

Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar tubuh tumbuhan3. Gerakan ini biasanya terjadi pada bagian tumbuhan yang berhubungan langsung dengan lingkungan, seperti akar, batang, daun, atau bunga. Gerak esionom dapat dibedakan lagi menjadi tiga macam, yaitu gerak tropisme, gerak taksis, dan gerak nasti.

Gerak Tropisme

Gerak tropisme adalah gerak tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang3. Gerak ini terjadi karena adanya perbedaan pertumbuhan antara bagian tumbuhan yang mendapat rangsangan dan yang tidak. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan jenis rangsangannya, yaitu:

  • Fototropisme, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh cahaya. Contohnya adalah batang tumbuhan yang tumbuh mengikuti arah cahaya (fototropisme positif), atau akar tumbuhan yang tumbuh menjauhi arah cahaya (fototropisme negatif).
  • Geotropisme, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Contohnya adalah akar tumbuhan yang tumbuh ke bawah (geotropisme positif), atau batang tumbuhan yang tumbuh ke atas (geotropisme negatif).
  • Hidrotropisme, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh air. Contohnya adalah akar tumbuhan yang tumbuh mengikuti arah air (hidrotropisme positif), atau daun tumbuhan yang tumbuh menjauhi arah air (hidrotropisme negatif).
  • Kemotropisme, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh zat kimia. Contohnya adalah akar tumbuhan yang tumbuh mengikuti arah zat hara (kemotropisme positif), atau putik bunga yang tumbuh mengikuti arah serbuk sari (kemotropisme negatif).

Gerak Taksis

Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan3. Gerak ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara bagian tumbuhan yang mendapat rangsangan dan yang tidak. Gerak taksis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan jenis rangsangannya, yaitu:

  • Fototaksis, yaitu gerak pindah tempat tumbuhan yang dipengaruhi oleh cahaya. Contohnya adalah alga yang bergerak menuju cahaya (fototaksis positif), atau bakteri yang bergerak menjauhi cahaya (fototaksis negatif).
  • Geotaksis, yaitu gerak pindah tempat tumbuhan yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Contohnya adalah spora jamur yang bergerak ke bawah (geotaksis positif), atau bakteri yang bergerak ke atas (geotaksis negatif).
  • Hidrotaksis, yaitu gerak pindah tempat tumbuhan yang dipengaruhi oleh air. Contohnya adalah alga yang bergerak menuju air (hidrotaksis positif), atau bakteri yang bergerak menjauhi air (hidrotaksis negatif).
  • Kemotaksis, yaitu gerak pindah tempat tumbuhan yang dipengaruhi oleh zat kimia. Contohnya adalah bakteri yang bergerak menuju zat gula (kemotaksis positif), atau bakteri yang bergerak menjauhi zat asam (kemotaksis negatif).

Gerak Nasti

Gerak nasti adalah gerak tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang3. Gerak ini terjadi karena adanya perubahan bentuk sel akibat perubahan tekanan turgor. Gerak nasti dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan jenis rangsangannya, yaitu:

  • Fotonasti, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh cahaya. Contohnya adalah bunga matahari yang membuka di pagi hari dan menutup di sore hari (fotonasti harian), atau bunga kamboja yang membuka di malam hari dan menutup di siang hari (fotonasti malam).
  • Termonasti, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh suhu. Contohnya adalah bunga tulip yang membuka di suhu hangat dan menutup di suhu dingin (termonasti positif), atau bunga dahlia yang membuka di suhu dingin dan menutup di suhu hangat (termonasti negatif).
  • Nastonasti, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh sentuhan. Contohnya adalah daun putri malu yang menguncup ketika disentuh (nastonasti positif), atau daun mimosa yang menyebar ketika disentuh (nastonasti negatif).
  • Seismonasti, yaitu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh getaran. Contohnya adalah daun venus flytrap yang menutup ketika ada serangga yang hinggap (seismonast.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya