Daftar Isi:
ToggleStruktural fungsional adalah sebuah teori sosiologi yang berfokus pada peran struktur sosial dalam menentukan dan mempertahankan kohesi atau tatanan sosial dalam masyarakat1 Teori ini menganggap masyarakat sebagai sebuah organisme biologis yang terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup sistem2 Teori ini juga menekankan pada fungsi atau guna dari elemen-elemen konstituen masyarakat, seperti norma, nilai, lembaga, dan kelompok sosial1
Tokoh-tokoh Struktural Fungsional
Teori struktural fungsional berkembang dari pemikiran beberapa tokoh sosiologi, antara lain:
- Auguste Comte, yang merupakan bapak sosiologi dan mencetuskan istilah analogi organismik untuk membandingkan masyarakat dengan organisme biologis2
- Herbert Spencer, yang mengembangkan analogi organismik dan mengajukan konsep requisite functionalism, yaitu panduan untuk menganalisis fungsi dari setiap fitur, struktur, atau praktik dalam masyarakat1
- Emile Durkheim, yang merupakan tokoh utama dalam teori struktural fungsional dan mengungkapkan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang berbeda dan saling interdependen. Durkheim juga memperkenalkan konsep solidaritas mekanik dan solidaritas organik untuk menjelaskan kohesi sosial dalam masyarakat tradisional dan modern12
- Talcott Parsons, yang merupakan tokoh penting dalam teori struktural fungsional di Amerika Serikat dan mengembangkan sistem AGIL (Adaptation, Goal attainment, Integration, Latency) untuk menjelaskan fungsi-fungsi dasar dari setiap sistem sosial. Parsons juga mengemukakan konsep pattern variables, yaitu pilihan-pilihan nilai yang dihadapi oleh setiap aktor sosial dalam berinteraksi12
- Robert K. Merton, yang merupakan murid Parsons dan mengkritik teori struktural fungsional yang terlalu fokus pada keseimbangan dan konsensus sosial. Merton mengusulkan konsep manifest functions dan latent functions untuk menjelaskan fungsi-fungsi yang disengaja dan tidak disengaja dari suatu fenomena sosial. Merton juga membedakan antara struktur sosial dan struktur fungsional, serta antara fungsi positif dan fungsi negatif12
Contoh Penerapan Struktural Fungsional
Salah satu contoh penerapan teori struktural fungsional adalah dalam menjelaskan peran pendidikan dalam masyarakat. Menurut teori ini, pendidikan memiliki beberapa fungsi, antara lain:
- Fungsi manifest, yaitu fungsi-fungsi yang disengaja dan diakui oleh masyarakat, seperti menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada generasi muda; menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas; dan menyaring individu-individu berdasarkan prestasi akademik3
- Fungsi laten, yaitu fungsi-fungsi yang tidak disengaja dan tidak diakui oleh masyarakat, seperti menciptakan jaringan sosial; mengurangi pengangguran; dan menstabilkan sistem politik3
- Fungsi positif, yaitu fungsi-fungsi yang memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat, seperti meningkatkan mobilitas sosial; memperluas wawasan; dan meningkatkan toleransi3
- Fungsi negatif, yaitu fungsi-fungsi yang memberikan kerugian bagi individu dan masyarakat, seperti menciptakan ketimpangan sosial; menimbulkan stres; dan mengabaikan keberagaman3
Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa pendidikan merupakan salah satu struktur sosial yang memiliki fungsi-fungsi yang beragam dan saling berinteraksi dengan struktur-struktur sosial lainnya, seperti ekonomi, politik, dan budaya. Dengan demikian, teori struktural fungsional dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena-fenomena sosial dalam masyarakat.
Kritik terhadap Struktural Fungsional
Meskipun teori struktural fungsional telah memberikan kontribusi yang besar dalam kajian sosiologi dan antropologi, teori ini juga mendapat banyak kritik dari para ahli dan pemikir lainnya. Beberapa kritik yang sering dilontarkan terhadap teori ini adalah:
- Teori ini mengabaikan konflik yang merupakan keniscayaan dalam masyarakat. Penganut teori ini cenderung menuntut masyarakat berada pada tingkat yang harmonis dan stabil sehingga dapat berjalan dengan baik. Namun, kenyataannya masyarakat sering mengalami ketegangan, pertentangan, dan perubahan yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kepentingan, kekuasaan, ideologi, dan budaya. Teori ini tidak dapat menjelaskan secara memadai bagaimana masyarakat mengatasi konflik dan menciptakan konsensus baru1
- Teori ini terlalu kaku terhadap perubahan terutama yang berasal dari luar. Penganut teori ini cenderung menganggap masyarakat sebagai sebuah sistem yang tertutup dan statis, yang hanya berubah secara lambat dan bertahap melalui proses evolusi atau adaptasi. Namun, kenyataannya masyarakat sering mengalami perubahan yang cepat dan radikal akibat dari pengaruh eksternal, seperti globalisasi, modernisasi, revolusi, dan inovasi. Teori ini tidak dapat menjelaskan secara memadai bagaimana masyarakat merespon perubahan dan menciptakan transformasi sosial2
- Teori ini terlalu melebih-lebihkan harmonisasi dan meremehkan konflik sosial. Penganut teori ini cenderung menganggap bahwa semua elemen masyarakat memiliki fungsi yang positif dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Namun, kenyataannya banyak elemen masyarakat yang memiliki fungsi yang negatif dan saling bertentangan dengan kepentingan kelompok atau individu lainnya. Teori ini tidak dapat menjelaskan secara memadai bagaimana masyarakat menghadapi anomali, disfungsi, deviasi, dan alienasi sosial3
Dari kritik-kritik di atas, dapat dilihat bahwa teori struktural fungsional memiliki beberapa kelemahan dan keterbatasan dalam menjelaskan fenomena-fenomena sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, teori ini perlu dikembangkan atau dikoreksi dengan teori-teori lain yang lebih sesuai dengan realitas sosial yang kompleks dan dinamis.
Contoh Penerapan Struktural Fungsional dalam Kehidupan Sehari hari
Untuk memahami teori struktural fungsional lebih jelas, kita dapat melihat beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Beberapa contoh tersebut adalah:
- Membayar Pajak. Bagian kehidupan yang dapat diberikan penjelasan mengenai teori struktural fungsional ini misalnya saja adalah membayar pajak yang dilakukan masyarakat. Sejatinya, pajak yang dikeluarkan tersebut untuk kepentingan bersama, baik pembangunan infrastruktur ataupun ekonomi. Dengan membayar pajak, masyarakat berkontribusi dalam membiayai pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah, seperti kesehatan, pendidikan, keamanan, dan sebagainya. Dengan demikian, pajak memiliki fungsi positif bagi masyarakat dan negara1
- Pendidikan. Aktivitas sekolah merupakan bentuk penerapan teori struktural fungsional dalam hal mengenyam pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah tentunya dapat menjadi salah satu contoh karena masyarakat yang ingin hidup dengan tenang terhadap bentuk perubahan sosial, maka harus memiliki pendidikan tinggi. Dengan pendidikan, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungan. Dengan demikian, pendidikan memiliki fungsi manifest dan laten bagi masyarakat dan individu2
- Lowongan Kerja. Contoh berikutnya dari adanya teori struktural fungsional adalah adanya lapangan kerja atau lowongan kerja. Hal ini ada kaitannya juga dengan contoh pertama yakni sekolah. Usai sekolah atau pendidikan tinggi selesai diampu, maka keinginan selanjutnya adalah mendapatkan pekerjaan. Dengan bekerja, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi. Dengan demikian, pekerjaan memiliki fungsi positif dan negatif bagi masyarakat dan individu3
Sumber:
(1) Fungsionalisme struktural – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Fungsionalisme_struktural.
(2) Pengertian Teori Struktural Fungsional Menurut Beberapa Ahli. https://www.gramedia.com/literasi/teori-struktural-fungsional/.
(3) PENDEKATAN STRUKTURAL – FUNGSIONAL: DALAM MENJELASKAN TEORI DAN KONSEP …. https://alfilsuf.wordpress.com/2011/07/13/pendekatan-struktural-%E2%80%93-fungsional-dalam-menjelaskan-teori-dan-konsep-bernegara/.
(4) 6 Teori Struktural Fungsional Menurut Para Ahli dan Contohnya Lengkap. https://dosensosiologi.com/6-teori-struktural-fungsional-menurut-para-ahli-dan-contohnya-lengkap/.