Menu Tutup

Stunting: Penyebab, Dampak, dan Pencegahan

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan1. Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek daripada standar usianya. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya2.

Stunting merupakan masalah kesehatan dan pembangunan yang serius di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8%, yang berarti sekitar 3 dari 10 anak mengalami stunting3. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, motorik, dan sosial-emosional anak. Anak yang stunting berisiko mengalami gangguan metabolik pada saat dewasa, seperti diabetes, obesitas, stroke, dan penyakit jantung4. Selain itu, stunting juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, karena menurunkan produktivitas dan daya saing bangsa4.

Penyebab Stunting

Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak kekurangan nutrisi adalah:

  • Ibu mengalami malnutrisi atau terserang infeksi selama hamil
  • Anak tidak mendapatkan ASI eksklusif
  • Kualitas gizi MPASI yang kurang
  • Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi, seperti alergi susu sapi atau sindrom malabsorbsi
  • Anak menderita infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau cacingan
  • Anak memiliki penyakit bawaan, seperti penyakit jantung bawaan atau thalasemia

Selain faktor-faktor di atas, ada juga faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan anak mengalami stunting, antara lain:

  • Terlahir prematur
  • Terlahir dengan berat badan rendah
  • Mengalami intrauterine growth restriction (IUGR)
  • Tidak mendapatkan vaksin yang lengkap
  • Hidup di tengah kemiskinan
  • Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk dan tidak mendapatkan akses untuk air bersih

Dampak Stunting

Stunting memiliki dampak negatif yang jangka panjang dan sulit dibalikkan. Dampak stunting terhadap anak meliputi:

  • Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus)
  • Hambatan perkembangan kognitif dan motorik
  • Penurunan kemampuan belajar dan prestasi akademik
  • Penurunan fungsi imun dan daya tahan tubuh
  • Penurunan kualitas hidup dan kesejahteraan

Dampak stunting terhadap masyarakat dan negara meliputi:

  • Penurunan produktivitas dan pendapatan
  • Penurunan daya saing dan pertumbuhan ekonomi
  • Peningkatan beban kesehatan dan anggaran publik
  • Peningkatan kesenjangan sosial dan kemiskinan

Pencegahan Stunting

Stunting dapat dicegah dengan intervensi yang tepat dan terpadu, mulai dari sebelum kehamilan hingga usia dua tahun anak. Beberapa langkah pencegahan stunting yang bisa dilakukan adalah:

  • Memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang bagi ibu hamil dan menyusui
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan teratur
  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan MPASI yang sehat dan bergizi
  • Memberikan suplemen zat besi, asam folat, dan yodium bagi ibu hamil dan anak
  • Memberikan imunisasi lengkap bagi anak sesuai jadwal
  • Menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan
  • Menghindari rokok, alkohol, dan narkoba bagi ibu hamil dan menyusui
  • Memberikan stimulasi dan interaksi yang positif bagi anak

Stunting adalah kondisi yang harus dicegah dan ditangani sejak dini, karena berpengaruh pada masa depan anak dan bangsa. Dengan kerjasama dan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, keluarga, maupun individu, kita bisa mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Sumber:
(1) Apakah yang dimaksud dengan stunting ? – Stunting. https://stunting.go.id/faq/apakah-yang-dimaksud-dengan-stunting/.
(2) Stunting – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan – Alodokter. https://www.alodokter.com/stunting.
(3) Apa itu Stunting – kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1516/apa-itu-stunting.
(4) Mengenal Apa Itu Stunting… – kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1388/mengenal-apa-itu-stunting.
(5) Stunting in a nutshell – World Health Organization (WHO). https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya