Abstrak adalah ringkasan singkat dari suatu karya ilmiah, seperti makalah, tesis, disertasi, atau artikel jurnal. Abstrak biasanya berisi latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari penelitian. Abstrak bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang isi karya ilmiah tersebut, sehingga pembaca dapat mengetahui apakah karya ilmiah tersebut relevan dengan kepentingan mereka atau tidak.
Salah satu komponen penting dalam abstrak adalah kata kunci. Kata kunci adalah istilah atau frasa yang menggambarkan topik utama dari karya ilmiah tersebut. Kata kunci membantu pembaca untuk mencari dan menemukan karya ilmiah yang sesuai dengan bidang atau minat mereka. Kata kunci juga membantu mesin pencari, seperti Google Scholar atau Bing, untuk mengindeks dan menampilkan karya ilmiah tersebut di halaman hasil pencarian.
Namun, berapa banyak kata kunci yang sebaiknya digunakan dalam abstrak? Apakah ada batasan atau pedoman yang harus diikuti? Bagaimana cara memilih kata kunci yang tepat dan efektif? Artikel ini akan membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengacu pada beberapa sumber dan studi terkait.
Jumlah Kata Kunci yang Ideal dalam Abstrak
Tidak ada aturan baku yang mengatur jumlah kata kunci yang harus digunakan dalam abstrak. Namun, beberapa sumber memberikan rekomendasi atau rentang jumlah yang dapat dijadikan acuan. Misalnya, menurut [Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Indonesia], jumlah kata kunci yang dianjurkan adalah 3-5 kata. Sedangkan, menurut [Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Gadjah Mada], jumlah kata kunci yang disarankan adalah 3-7 kata.
Selain itu, beberapa jurnal ilmiah juga memiliki ketentuan tersendiri mengenai jumlah kata kunci yang harus disertakan dalam abstrak. Misalnya, jurnal [Nature] membatasi jumlah kata kunci menjadi maksimal 6 kata, sedangkan jurnal [Science] memperbolehkan jumlah kata kunci hingga maksimal 10 kata. Oleh karena itu, sebelum menulis abstrak, sebaiknya penulis mengecek terlebih dahulu pedoman penulisan dari institusi atau jurnal yang dituju, agar dapat menyesuaikan jumlah kata kunci yang digunakan.
Secara umum, jumlah kata kunci yang ideal dalam abstrak adalah sekitar 3-10 kata, tergantung pada panjang dan kompleksitas karya ilmiah tersebut. Jumlah kata kunci yang terlalu sedikit dapat menyulitkan pembaca atau mesin pencari untuk menemukan karya ilmiah tersebut, sedangkan jumlah kata kunci yang terlalu banyak dapat menyebabkan karya ilmiah tersebut terlihat tidak fokus atau tidak spesifik.
Cara Memilih Kata Kunci yang Tepat dan Efektif dalam Abstrak
Selain jumlah, kualitas kata kunci juga sangat penting untuk diperhatikan dalam menulis abstrak. Kata kunci yang tepat dan efektif adalah kata kunci yang dapat menggambarkan topik, ruang lingkup, dan kontribusi karya ilmiah tersebut dengan akurat dan jelas. Kata kunci yang tepat dan efektif juga dapat meningkatkan visibilitas dan citasi karya ilmiah tersebut di dunia akademik.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu penulis dalam memilih kata kunci yang tepat dan efektif dalam abstrak:
- Gunakan kata kunci yang sesuai dengan bidang ilmu atau disiplin karya ilmiah tersebut. Hindari menggunakan kata kunci yang terlalu umum, ambigu, atau tidak relevan. Misalnya, jika karya ilmiah tersebut membahas tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja, maka kata kunci yang sesuai adalah media sosial, perilaku remaja, pengaruh, dan sebagainya. Kata kunci yang tidak sesuai adalah internet, sosial, remaja, dan sebagainya.
- Gunakan kata kunci yang spesifik dan representatif. Hindari menggunakan kata kunci yang terlalu luas, sempit, atau tidak mencerminkan isi karya ilmiah tersebut. Misalnya, jika karya ilmiah tersebut membahas tentang analisis sentimen terhadap komentar netizen di Twitter, maka kata kunci yang spesifik dan representatif adalah analisis sentimen, komentar netizen, Twitter, dan sebagainya. Kata kunci yang terlalu luas adalah analisis, komentar, media sosial, dan sebagainya. Kata kunci yang terlalu sempit adalah algoritma Naive Bayes, polaritas positif, #Indonesia, dan sebagainya.
- Gunakan kata kunci yang umum dan populer. Hindari menggunakan kata kunci yang jarang atau tidak dikenal oleh pembaca atau mesin pencari. Misalnya, jika karya ilmiah tersebut membahas tentang konsep dasar quantum computing, maka kata kunci yang umum dan populer adalah quantum computing, qubit, superposisi, dan sebagainya. Kata kunci yang jarang atau tidak dikenal adalah quantum annealing, quantum error correction, quantum supremacy, dan sebagainya.
- Gunakan kata kunci yang sesuai dengan standar atau konvensi yang berlaku. Hindari menggunakan kata kunci yang tidak baku, tidak konsisten, atau tidak sesuai dengan ejaan atau terminologi yang berlaku. Misalnya, jika karya ilmiah tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia, maka kata kunci yang sesuai dengan standar atau konvensi adalah kesehatan mental, kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan sebagainya. Kata kunci yang tidak baku, tidak konsisten, atau tidak sesuai adalah mental health, artificial intelligence, machine learning, dan sebagainya.
Kesimpulan
Kata kunci adalah komponen penting dalam abstrak yang dapat membantu pembaca atau mesin pencari untuk mencari dan menemukan karya ilmiah yang relevan dengan kepentingan mereka. Jumlah kata kunci yang ideal dalam abstrak adalah sekitar 3-10 kata, tergantung pada panjang dan kompleksitas karya ilmiah tersebut. Kata kunci yang tepat dan efektif adalah kata kunci yang dapat menggambarkan topik, ruang lingkup, dan kontribusi karya ilmiah tersebut dengan akurat dan jelas. Beberapa tips yang dapat membantu penulis dalam memilih kata kunci yang tepat dan efektif adalah menggunakan kata kunci yang sesuai dengan bidang ilmu atau disiplin, spesifik dan representatif, umum dan populer, dan sesuai dengan standar atau konvensi yang berlaku.