Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi informasi tentang suatu objek atau situasi yang didapatkan dari proses pengamatan secara sistematis. Teks ini biasanya ditulis untuk tujuan ilmiah, pendidikan, atau sosial. Teks laporan hasil observasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut1:
- Bersifat objektif, yaitu tidak dipengaruhi oleh opini atau emosi penulis, melainkan berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan.
- Bersifat khusus atau spesifik, yaitu memfokuskan pada objek atau situasi tertentu yang diamati, tanpa menyimpang dari topik.
- Disajikan secara lengkap, yaitu mencakup semua aspek yang relevan dengan objek atau situasi yang diamati, mulai dari latar belakang, tujuan, metode, hasil, analisis, hingga kesimpulan.
- Disajikan menarik dan mudah dimengerti, yaitu menggunakan bahasa yang baku, jelas, dan efektif, serta menggunakan tata letak, gambar, tabel, grafik, atau media lain yang dapat mendukung penyampaian informasi.
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari beberapa bagian, yaitu23:
- Judul, yaitu kalimat singkat yang mencerminkan isi laporan secara keseluruhan. Judul harus informatif, menarik, dan sesuai dengan objek atau situasi yang diamati.
- Pernyataan umum, yaitu bagian pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan, dan ruang lingkup observasi. Pernyataan umum harus menjelaskan apa, mengapa, dan bagaimana observasi dilakukan, serta apa manfaatnya bagi pembaca.
- Metode observasi, yaitu bagian yang menjelaskan teknik, alat, bahan, prosedur, dan variabel yang digunakan dalam observasi. Metode observasi harus ditulis secara rinci, logis, dan sistematis, agar dapat dipahami dan direplikasi oleh pembaca.
- Hasil observasi, yaitu bagian yang menyajikan data atau fakta yang diperoleh dari observasi. Hasil observasi harus ditulis secara objektif, tanpa interpretasi atau analisis. Hasil observasi dapat disajikan dalam bentuk narasi, tabel, grafik, gambar, atau media lain yang sesuai.
- Analisis dan pembahasan, yaitu bagian yang menginterpretasi dan menganalisis hasil observasi, serta menghubungkannya dengan teori, konsep, atau penelitian sebelumnya. Analisis dan pembahasan harus ditulis secara kritis, logis, dan argumentatif, serta didukung oleh bukti atau rujukan yang valid.
- Kesimpulan, yaitu bagian yang merangkum hasil observasi, analisis, dan pembahasan, serta memberikan implikasi, saran, atau rekomendasi bagi pembaca. Kesimpulan harus ditulis secara singkat, padat, dan jelas, tanpa mengulangi hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya.
- Daftar pustaka, yaitu bagian yang mencantumkan sumber-sumber yang digunakan dalam laporan, baik dari buku, jurnal, artikel, website, atau media lain. Daftar pustaka harus ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku, seperti APA, MLA, Harvard, atau lainnya.
- Lampiran, yaitu bagian opsional yang berisi dokumen-dokumen tambahan yang mendukung laporan, seperti kuesioner, transkrip wawancara, foto, video, atau lainnya. Lampiran harus diberi nomor dan judul, serta dirujuk dalam teks laporan.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi
Berikut adalah contoh teks laporan hasil observasi tentang kualitas air sungai di Labuhan Maringgai, Lampung:
Laporan Hasil Observasi Kualitas Air Sungai di Labuhan Maringgai, Lampung
Pernyataan Umum
Air sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Air sungai dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti minum, mandi, cuci, irigasi, perikanan, pariwisata, dan lainnya. Namun, air sungai juga rentan tercemar oleh berbagai faktor, seperti limbah rumah tangga, industri, pertanian, peternakan, dan lainnya. Pencemaran air sungai dapat berdampak negatif bagi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat sekitar.
Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai di Labuhan Maringgai, Lampung, yang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi sumber daya air sungai yang besar. Observasi ini dilakukan untuk mengukur beberapa parameter kualitas air sungai, yaitu pH, suhu, kekeruhan, oksigen terlarut, dan kandungan logam berat. Observasi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam upaya pelestarian dan pengelolaan air sungai yang berkelanjutan.
Ruang lingkup observasi ini adalah air sungai di Labuhan Maringgai, Lampung, yang mengalir dari hulu ke hilir. Observasi ini dilakukan pada bulan Juli 2024, dengan mengambil sampel air sungai dari lima lokasi yang berbeda, yaitu:
- Lokasi 1: Air sungai di hulu, dekat dengan sumber mata air.
- Lokasi 2: Air sungai di tengah, dekat dengan pemukiman penduduk.
- Lokasi 3: Air sungai di tengah, dekat dengan pabrik kelapa sawit.
- Lokasi 4: Air sungai di hilir, dekat dengan tambak udang.
- Lokasi 5: Air sungai di hilir, dekat dengan muara.
Metode Observasi
Teknik yang digunakan dalam observasi ini adalah teknik pengambilan sampel air sungai dengan menggunakan botol plastik bersih yang berukuran 1 liter. Sampel air sungai diambil dari kedalaman 30 cm di bawah permukaan air, dengan jarak 1 meter dari tepi sungai. Sampel air sungai diambil dari masing-masing lokasi sebanyak tiga kali, dengan interval waktu 10 menit. Sampel air sungai kemudian diberi label sesuai dengan lokasi dan waktu pengambilannya, dan disimpan dalam kulkas pendingin.
Alat yang digunakan dalam observasi ini adalah alat ukur kualitas air sungai yang terdiri dari pH meter, termometer, turbidimeter, oksimeter, dan spektrofotometer. Alat ukur kualitas air sungai ini dapat mengukur parameter kualitas air sungai secara otomatis dan akurat, dengan cara memasukkan sampel air sungai ke dalam alat, dan membaca hasil pengukuran yang ditampilkan pada layar alat. Alat ukur kualitas air sungai ini telah dikalibrasi sebelum digunakan, sesuai dengan petunjuk penggunaannya.
Bahan yang digunakan dalam observasi ini adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengukur kandungan logam berat dalam air sungai, yaitu asam nitrat pekat, asam klorida pekat, dan larutan standar logam berat. Bahan kimia ini digunakan untuk menyiapkan sampel air sungai sebelum dimasukkan ke dalam spektrofotometer, dengan cara menambahkan asam nitrat pekat dan asam klorida pekat ke dalam sampel air sungai, dan memanaskannya hingga mendidih. Kemudian, sampel air sungai didinginkan, dan ditambahkan larutan standar logam berat sesuai dengan jenis logam berat yang ingin diukur, yaitu timbal, kadmium, merkuri, dan arsen.
Prosedur yang dilakukan dalam observasi ini adalah sebagai berikut:
- Mengambil sampel air sungai dari lima lokasi yang berbeda, dengan menggunakan botol plastik bersih yang berukuran 1 liter.
- Memberi label pada sampel air sungai sesuai dengan lokasi dan waktu pengambilannya, dan menyimpannya dalam kulkas pendingin.
- Mengukur pH, suhu, kekeruhan, dan oksigen terlarut dalam air sungai, dengan menggunakan alat ukur kualitas air sungai yang terdiri dari pH meter, termometer, turbidimeter, dan oksimeter. Mengulangi pengukuran sebanyak tiga kali untuk setiap sampel, dan mencatat hasil pengukuran yang ditampilkan pada layar alat.
- Mengukur kandungan logam berat dalam air sungai, dengan menggunakan spektrofotometer. Menyiapkan sampel air sungai sebelum dimasukkan ke dalam spektrofotometer, dengan cara menambahkan asam nitrat pekat dan asam klorida pekat ke dalam sampel air sungai, dan memanaskannya hingga mendidih. Kemudian, mendinginkan sampel air sungai, dan menambahkan larutan standar logam berat sesuai dengan jenis logam berat yang ingin diukur, yaitu timbal, kadmium, merkuri, dan arsen. Mengulangi pengukuran sebanyak tiga kali untuk setiap sampel, dan mencatat hasil pengukuran yang ditampilkan pada layar alat.
- Menganalisis dan membahas hasil pengukuran kualitas air sungai, dengan menggunakan teori, konsep, atau penelitian sebelumnya yang relevan. Menghubungkan hasil pengukuran dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air sungai, seperti sumber pencemaran, aktivitas manusia, kondisi geografis, dan lainnya. Menyajikan analisis dan pembahasan secara kritis, logis, dan argumentatif, serta didukung oleh bukti atau rujukan yang valid.
- Menyimpulkan hasil observasi, analisis, dan pembahasan, serta memberikan implikasi, saran, atau rekomendasi bagi pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam upaya pelestarian dan pengelolaan air sungai yang berkelanjutan. Menyajikan kesimpulan secara singkat, padat, dan jelas, tanpa mengulangi hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya.
- Mencantumkan sumber-sumber yang digunakan dalam laporan, baik dari buku, jurnal, artikel, website, atau media lain. Menulis daftar pustaka sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku, seperti APA, MLA, Harvard, atau lainnya.
- Melampirkan dokumen-dokumen tambahan yang mendukung laporan, seperti kuesioner, transkrip wawancara, foto, video, atau lainnya. Memberi nomor dan judul pada lampiran, serta merujuknya dalam teks laporan.