Cerita pendek atau cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra yang populer dan banyak diminati. Cerpen memiliki ciri khas yaitu singkat, padat, dan jelas. Cerpen juga memiliki unsur-unsur yang membangun dan membentuknya menjadi sebuah karya yang utuh dan menarik. Unsur-unsur tersebut terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Apa saja perbedaan dan contoh dari kedua unsur tersebut? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.
Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Unsur intrinsik mencerminkan isi dan makna dari cerpen. Unsur intrinsik terdiri dari:
- Tema. Tema adalah ide atau gagasan dasar yang menjadi latar belakang dari cerita. Tema biasanya tidak ditulis secara eksplisit oleh pengarang, melainkan tersirat dari alur, tokoh, dan latar. Tema bisa bersifat umum atau khusus, dan bisa diambil dari berbagai sumber, seperti kehidupan, sejarah, budaya, dan lain-lain. Contoh tema cerpen adalah cinta, persahabatan, keadilan, kemiskinan, dan sebagainya.
- Tokoh dan penokohan. Tokoh adalah pelaku atau karakter yang terlibat dalam cerita. Tokoh bisa berupa manusia, binatang, benda, atau makhluk khayalan. Tokoh dibedakan menjadi empat jenis, yaitu protagonis (tokoh utama yang berperan positif), antagonis (tokoh yang berlawanan atau menghalangi protagonis), tritagonis (tokoh pendamping atau pembantu protagonis), dan figuran (tokoh pelengkap yang tidak berpengaruh pada cerita). Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh dalam cerita. Penokohan bisa dilakukan dengan cara analitik (mengungkapkan sifat tokoh secara langsung), dramatik (menyajikan sifat tokoh melalui perilaku, dialog, dan penampilan fisik), atau campuran (menggabungkan cara analitik dan dramatik).
- Alur atau plot. Alur adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam cerita dan saling berhubungan. Alur menjadikan cerita menjadi memiliki struktur dan arah. Alur dibagi menjadi lima bagian, yaitu pengenalan (memperkenalkan tokoh, latar, dan konflik), pengembangan (menyajikan peristiwa-peristiwa yang memperumit konflik), klimaks (menyajikan titik balik atau puncak konflik), penurunan (menyajikan peristiwa-peristiwa yang mengarah pada penyelesaian konflik), dan penyelesaian (menyajikan akhir dari cerita). Alur bisa disusun dengan cara kronologis (sesuai urutan waktu), retrospektif (menggunakan kilas balik), atau campuran (menggabungkan cara kronologis dan retrospektif).
- Latar. Latar adalah unsur yang menggambarkan tempat, waktu, dan suasana yang menjadi latar belakang cerita. Latar berfungsi untuk memberikan gambaran, suasana, dan pengaruh pada tokoh dan alur. Latar bisa bersifat faktual (sesuai dengan kenyataan) atau fiktif (sesuai dengan imajinasi pengarang).
- Gaya bahasa. Gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk menyampaikan isi dan makna cerita. Gaya bahasa mencakup pilihan kata, kalimat, dan majas yang digunakan pengarang. Gaya bahasa berpengaruh pada nada, gaya, dan efek yang ditimbulkan pada pembaca. Contoh gaya bahasa dalam cerpen adalah metafora, personifikasi, hiperbola, ironi, dan sebagainya.
- Sudut pandang. Sudut pandang adalah cara pengarang menyajikan cerita dari sudut pandang tertentu. Sudut pandang menentukan siapa yang menceritakan cerita dan sejauh mana pengetahuan dan keterlibatan pengarang dalam cerita. Sudut pandang dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu orang pertama (pengarang sebagai tokoh yang menceritakan cerita dengan menggunakan kata ganti aku, saya, atau kami), orang ketiga (pengarang sebagai pengamat yang menceritakan cerita dengan menggunakan kata ganti dia, mereka, atau nama tokoh), dan orang kedua (pengarang sebagai pembicara yang menceritakan cerita dengan menggunakan kata ganti kamu, anda, atau kalian).
- Amanat. Amanat adalah pesan, nilai, atau hikmah yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita. Amanat biasanya tidak ditulis secara eksplisit oleh pengarang, melainkan tersirat dari unsur-unsur intrinsik lainnya. Amanat bisa bersifat moral, sosial, budaya, agama, atau lainnya. Contoh amanat cerpen adalah jangan sombong, jujurlah, cintailah sesama, dan sebagainya.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar cerpen itu sendiri. Unsur ekstrinsik mempengaruhi proses pembuatan dan pemahaman cerpen. Unsur ekstrinsik terdiri dari:
- Latar belakang pengarang. Latar belakang pengarang adalah hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi pengarang, seperti asal, pendidikan, pekerjaan, pengalaman, ideologi, dan lain-lain. Latar belakang pengarang bisa mempengaruhi pilihan tema, tokoh, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat dalam cerpen. Contoh latar belakang pengarang yang berpengaruh pada cerpen adalah Pramoedya Ananta Toer yang banyak menulis cerpen tentang sejarah dan nasionalisme Indonesia, atau Edgar Allan Poe yang banyak menulis cerpen tentang horor dan misteri.
- Latar belakang masyarakat. Latar belakang masyarakat adalah hal-hal yang berkaitan dengan keadaan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan lain-lain yang ada di masyarakat tempat pengarang hidup dan menulis. Latar belakang masyarakat bisa mempengaruhi isi dan makna cerpen, serta cara pembaca menafsirkan cerpen. Contoh latar belakang masyarakat yang berpengaruh pada cerpen adalah cerpen-cerpen yang mengangkat isu-isu aktual, seperti korupsi, terorisme, diskriminasi, dan sebagainya.
- Latar belakang sastra. Latar belakang sastra adalah hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan sastra, seperti aliran, genre, gaya, dan sejarah sastra. Latar belakang sastra bisa mempengaruhi bentuk dan karakteristik cerpen, serta cara pengarang dan pembaca mengapresiasi cerpen. Contoh latar belakang sastra yang berpengaruh pada cerpen adalah cerpen-cerpen yang mengikuti aliran realisme, naturalisme, romantisme, modernisme, atau postmodernisme.