Wawancara adalah suatu proses komunikasi antara dua orang atau lebih, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tertentu dari narasumber. Wawancara sering digunakan dalam berbagai bidang, seperti jurnalistik, penelitian, psikologi, hukum, dan lain-lain. Dalam melakukan wawancara, ada beberapa unsur yang harus diperhatikan agar wawancara berjalan dengan lancar dan efektif. Unsur-unsur tersebut adalah:
1. Penyusun Wawancara
Penyusun wawancara adalah orang yang bertanggung jawab untuk merencanakan, menyiapkan, dan melaksanakan wawancara. Penyusun wawancara harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, pengetahuan yang luas tentang topik wawancara, sikap profesional dan etis, serta keterampilan analisis dan penyajian data. Penyusun wawancara harus mempersiapkan hal-hal berikut sebelum melakukan wawancara:
- Tujuan dan sasaran wawancara
- Narasumber yang relevan dan kredibel
- Pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran wawancara
- Metode dan teknik wawancara yang efisien dan efektif
- Alat dan bahan pendukung wawancara, seperti rekaman suara, video, kamera, catatan, dll.
- Jadwal dan lokasi wawancara
2. Narasumber
Narasumber adalah orang yang memberikan informasi kepada penyusun wawancara. Narasumber harus memiliki kriteria sebagai berikut:
- Memiliki pengetahuan, pengalaman, atau keterlibatan yang mendalam tentang topik wawancara
- Bersedia dan mampu memberikan informasi yang jujur, akurat, dan lengkap
- Kooperatif dan responsif terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
- Tidak mudah terpengaruh oleh tekanan atau manipulasi dari penyusun wawancara atau pihak lain
3. Pertanyaan
Pertanyaan adalah alat utama dalam wawancara untuk mendapatkan informasi dari narasumber. Pertanyaan harus disusun dengan cermat dan sistematis agar sesuai dengan tujuan dan sasaran wawancara. Pertanyaan juga harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Jelas dan mudah dipahami oleh narasumber
- Relevan dan fokus pada topik wawancara
- Tidak mengandung asumsi, prasangka, atau sugesti yang dapat mempengaruhi jawaban narasumber
- Tidak bersifat menghakimi, menyerang, atau mengejek narasumber
- Bervariasi dalam bentuk dan jenisnya, seperti terbuka, tertutup, hipotetis, reflektif, dll.
4. Jawaban
Jawaban adalah informasi yang diberikan oleh narasumber sebagai respons terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penyusun wawancara. Jawaban harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
- Jujur dan akurat sesuai dengan fakta atau pengalaman narasumber
- Lengkap dan mendetail tanpa menyembunyikan atau mengabaikan informasi penting
- Logis dan konsisten tanpa ada kontradiksi atau kebingungan
- Bermakna dan bermanfaat bagi tujuan dan sasaran wawancara
5. Interaksi
Interaksi adalah proses komunikasi antara penyusun wawancara dan narasumber selama berlangsungnya wawancara. Interaksi harus menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis agar wawancara dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Interaksi juga harus memperhatikan hal-hal berikut:
- Menggunakan bahasa yang sopan, santun, dan menghormati narasumber
- Menjaga kontak mata, ekspresi wajah, sikap tubuh, dan nada suara yang sesuai dengan situasi wawancara
- Memberikan umpan balik, penguatan, atau apresiasi yang positif kepada narasumber
- Mengatasi hambatan atau kendala yang muncul selama wawancara, seperti gangguan, kesalahpahaman, ketegangan, dll.
6. Hasil Wawancara
Hasil wawancara adalah data atau informasi yang diperoleh dari wawancara. Hasil wawancara harus diolah dan disajikan dengan cara yang tepat dan menarik agar dapat digunakan untuk tujuan dan sasaran wawancara. Hasil wawancara juga harus memperhatikan hal-hal berikut:
- Melakukan transkripsi, klasifikasi, dan analisis data secara objektif dan sistematis
- Menyimpulkan dan menyajikan data dengan menggunakan metode yang sesuai, seperti narasi, tabel, grafik, dll.
- Memberikan interpretasi, evaluasi, atau rekomendasi yang berdasarkan pada data
- Menyertakan sumber dan referensi yang valid dan terpercaya