Zat adiktif adalah zat yang dapat memicu ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan pada seseorang yang mengonsumsinya. Zat adiktif dapat mempengaruhi kerja biologis tubuh, seperti meningkatkan kewaspadaan, melemaskan otot, mengurangi rasa sakit, atau mengubah suasana hati. Zat adiktif dapat berupa zat kimia, seperti narkoba, alkohol, dan rokok, maupun zat non-kimia, seperti game online, media sosial, dan makanan tertentu12.
Zat adiktif dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
- Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika, yaitu zat adiktif yang tidak menyebabkan hilangnya kesadaran, tetapi hanya mempengaruhi fungsi tubuh tertentu. Contoh zat adiktif ini adalah kafein, nikotin, dan alkohol.
- Zat adiktif narkotika, yaitu zat adiktif yang dapat menekan kesadaran dan rasa sakit. Zat adiktif ini peredarannya dilarang oleh undang-undang, kecuali untuk keperluan medis. Contoh zat adiktif ini adalah opium, kokain, heroin, dan morfin.
- Zat adiktif psikotropika, yaitu zat adiktif yang dapat mempengaruhi fungsi otak, seperti suasana hati, persepsi, dan kognisi. Zat adiktif ini juga peredarannya diatur oleh undang-undang, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Contoh zat adiktif ini adalah ganja, ekstasi, sabu, dan LSD34.
Dampak Penggunaan Zat Adiktif bagi Tubuh
Penggunaan zat adiktif secara berlebihan atau tidak sesuai dengan aturan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, baik secara fisik maupun psikis. Berikut ini adalah beberapa dampak penggunaan zat adiktif bagi tubuh:
- Dampak penggunaan kafein, yaitu dapat menyebabkan insomnia, gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, dehidrasi, dan gangguan pencernaan. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat besar, kafein dapat menyebabkan keracunan, kejang, dan bahkan kematian.
- Dampak penggunaan nikotin, yaitu dapat menyebabkan ketergantungan, peningkatan tekanan darah, penurunan aliran darah ke jantung, kerusakan paru-paru, kanker mulut, tenggorokan, dan paru-paru, serta gangguan kehamilan dan perkembangan janin.
- Dampak penggunaan alkohol, yaitu dapat menyebabkan ketergantungan, kerusakan hati, pankreas, dan otak, penurunan fungsi imun, kanker mulut, kerongkongan, dan hati, serta gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, dan halusinasi.
- Dampak penggunaan opium, kokain, heroin, dan morfin, yaitu dapat menyebabkan ketergantungan, penurunan kesadaran, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, kerusakan jantung, pembuluh darah, dan ginjal, serta overdosis yang dapat berakibat fatal.
- Dampak penggunaan ganja, ekstasi, sabu, dan LSD, yaitu dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan suasana hati, gangguan persepsi, gangguan kognisi, gangguan memori, gangguan psikotik, seperti paranoia, skizofrenia, dan delusi, serta kerusakan otak, jantung, dan hati5 .
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Zat Adiktif
Mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh zat adiktif, maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan zat adiktif, baik oleh individu, keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan:
- Upaya pencegahan, yaitu upaya untuk mencegah seseorang terlibat dalam penggunaan zat adiktif. Upaya ini meliputi:
- Menanamkan nilai-nilai moral, agama, dan sosial yang baik sejak dini.
- Memberikan pendidikan dan penyuluhan tentang bahaya zat adiktif secara terus menerus dan menyeluruh.
- Membangun lingkungan yang sehat, positif, dan mendukung, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja.
- Meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
- Membentuk sikap kritis, mandiri, dan bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain.
- Upaya penanggulangan, yaitu upaya untuk menangani seseorang yang sudah terlibat dalam penggunaan zat adiktif. Upaya ini meliputi:
- Memberikan bantuan medis, psikologis, dan sosial yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengguna zat adiktif.
- Memberikan terapi rehabilitasi, konseling, dan bimbingan untuk membantu pengguna zat adiktif mengatasi ketergantungan dan masalah-masalah yang dihadapinya.
- Memberikan dukungan dan motivasi dari keluarga, teman, dan masyarakat untuk mendorong pengguna zat adiktif kembali ke kehidupan normal dan produktif.
- Memberikan sanksi hukum yang tegas dan adil bagi pengguna, pengedar, dan produsen zat adiktif yang melanggar undang-undang .
Sumber:
(1) Macam-Macam Zat Adiktif, Contoh & Dampaknya bagi Tubuh – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/apa-saja-yang-termasuk-zat-adiktif.
(2) Zat Adiktif – Pengertian, Jenis dan Dampak Penggunaan Zat Adiktif …. https://ipa.pelajaran.co.id/zat-adiktif/.
(3) Zat adiktif – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Zat_adiktif.
(4) Jelaskan Pengertian Zat Adiktif – Good Doctor ID. https://gooddoctor.id/pendidikan/jelaskan-pengertian-zat-adiktif/.
(5) Zat Adiktif: Pengertian, Jenis, Efek dan Bahayanya … – Saintif. https://saintif.com/zat-adiktif/.