Bapak Pandu Dunia, Bapak Soemarsono, merupakan sosok yang memiliki jejak langkah yang mendalam dalam sejarah Gerakan Pramuka Indonesia. Beliau tidak hanya menjadi salah satu pelopor gerakan ini, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam membangun fondasi prinsip-prinsip pramuka yang masih dipegang teguh hingga saat ini.
Bapak Soemarsono lahir pada 1 Desember 1897 di Yogyakarta. Kiprahnya dalam Gerakan Pramuka dimulai sejak awal perkenalan gerakan ini di Indonesia. Sebagai seorang pemuda yang cerdas dan berdedikasi, Bapak Soemarsono ikut terlibat dalam pergerakan kepramukaan di tanah air pada masa pendudukan Belanda. Keinginannya untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter tangguh dan berkualitas membuatnya menjadi salah satu penggerak utama di balik perkembangan Pramuka di Indonesia.
Salah satu kontribusi paling mencolok dari Bapak Soemarsono adalah perannya dalam menyebarkan semangat pramuka ke berbagai lapisan masyarakat. Ia percaya bahwa pramuka bukan hanya sebuah organisasi, tetapi sebuah gaya hidup yang dapat membentuk kepribadian dan kedisiplinan. Dengan visinya yang jelas, Bapak Soemarsono mendorong para pemuda Indonesia untuk aktif dalam kegiatan pramuka sebagai sarana pembentukan karakter.
Jejak langkah Bapak Soemarsono semakin terlihat ketika ia menjadi bagian dari perumus Piagam Jakarta pada tahun 1928. Piagam ini menjadi dasar pembentukan Gerakan Pramuka Indonesia sebagai organisasi yang merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan status sosial. Bapak Soemarsono meyakini bahwa pramuka memiliki peran kunci dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan mencintai tanah airnya.
Selain itu, Bapak Soemarsono turut aktif dalam mendidik para pemimpin pramuka. Ia melibatkan diri dalam penyelenggaraan berbagai kursus dan pelatihan pramuka untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di kalangan pramuka Indonesia. Semangatnya untuk terus belajar dan mengajarkan nilai-nilai pramuka menjadikannya panutan bagi banyak generasi pramuka yang datang setelahnya.
Bapak Soemarsono wafat pada 16 Januari 1963, namun warisannya dalam Gerakan Pramuka Indonesia tetap hidup. Jejak langkahnya menjadi landasan kuat bagi perkembangan pramuka sebagai salah satu organisasi kepemudaan terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Melalui dedikasinya yang tanpa henti, Bapak Soemarsono telah membantu membentuk karakter generasi muda Indonesia, menciptakan pemimpin masa depan yang berkualitas dan bertanggung jawab.