Apa itu Giving and Refusing Opinion?
Giving and refusing opinion adalah ekspresi yang kita gunakan untuk memberikan atau menolak pendapat orang lain. Kita sering melakukan hal ini dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal, seperti saat berdiskusi, berdebat, memberi saran, atau sekadar mengobrol.
Giving opinion berarti memberi opini atau pendapat kita tentang sesuatu. Biasanya kita melakukan ini ketika ditanya oleh orang lain atau ketika kita ingin menyampaikan pandangan kita secara sukarela. Contoh giving opinion adalah:
- I think the movie was boring. (Saya pikir filmnya membosankan.)
- In my opinion, you should study harder. (Menurut saya, kamu harus belajar lebih giat.)
- Personally, I prefer tea over coffee. (Pribadi, saya lebih suka teh daripada kopi.)
Refusing opinion berarti menolak opini atau pendapat orang lain yang tidak sesuai dengan kita. Biasanya kita melakukan ini ketika kita tidak setuju atau tidak puas dengan apa yang dikatakan orang lain. Contoh refusing opinion adalah:
- I don’t think so. (Saya tidak setuju.)
- I disagree with you. (Saya tidak sependapat dengan kamu.)
- That’s not true. (Itu tidak benar.)
Bagaimana Cara Memberikan dan Menolak Pendapat?
Cara memberikan dan menolak pendapat bisa berbeda-beda tergantung pada situasi dan tujuan kita. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, seperti:
- Tingkat formalitas: Kita bisa menggunakan bahasa yang lebih santai dan langsung dalam situasi informal, seperti saat berbicara dengan teman atau keluarga. Namun, kita harus menggunakan bahasa yang lebih sopan dan hati-hati dalam situasi formal, seperti saat berbicara dengan atasan atau orang asing.
- Sikap dan nada suara: Kita harus menunjukkan sikap yang positif dan terbuka saat memberikan dan menolak pendapat. Kita harus menghormati pendapat orang lain meskipun berbeda dengan kita. Kita juga harus menggunakan nada suara yang ramah dan tidak menyerang atau merendahkan orang lain.
- Alasan dan contoh: Kita harus memberikan alasan dan contoh yang mendukung pendapat kita agar lebih meyakinkan dan informatif. Kita juga harus mendengarkan dan mempertimbangkan alasan dan contoh yang diberikan orang lain agar lebih adil dan objektif.
Berikut adalah beberapa contoh ekspresi yang bisa kita gunakan untuk memberikan dan menolak pendapat dalam situasi formal dan informal.
Situasi Formal
Memberikan Pendapat
- I would like to say that… (Saya ingin mengatakan bahwa…)
- It seems to me that… (Sepertinya bagi saya bahwa…)
- As far as I’m concerned… (Sejauh yang saya tahu…)
- From my perspective… (Dari perspektif saya…)
- Based on the facts… (Berdasarkan fakta…)
Menolak Pendapat
- I’m afraid I can’t agree with you. (Saya takut saya tidak bisa setuju dengan kamu.)
- I see your point, but… (Saya mengerti maksud kamu, tapi…)
- With all due respect… (Dengan segala hormat…)
- That may be true, but… (Itu mungkin benar, tapi…)
- I have a different opinion. (Saya punya pendapat yang berbeda.)
Situasi Informal
Memberikan Pendapat
- I think… (Saya pikir…)
- In my opinion… (Menurut saya…)
- I feel… (Saya merasa…)
- For me… (Bagi saya…)
- I agree with… (Saya setuju dengan…)
Menolak Pendapat
- I don’t think so. (Saya tidak setuju.)
- I disagree with… (Saya tidak sependapat dengan…)
- No way. (Tidak mungkin.)
- That’s not true. (Itu tidak benar.)
- You’re kidding, right? (Kamu bercanda, kan?)
Contoh Dialog Giving and Refusing Opinion
Berikut adalah contoh dialog giving and refusing opinion dalam situasi formal dan informal.
Situasi Formal
A: Good morning, everyone. Thank you for coming to this meeting. Today we are going to discuss our new project. Do you have any ideas or suggestions? (Selamat pagi, semua. Terima kasih sudah datang ke rapat ini. Hari ini kita akan membahas proyek baru kita. Apakah kalian punya ide atau saran?)
B: I would like to say that we should focus on the quality of our product. It is very important to satisfy our customers and gain their trust. (Saya ingin mengatakan bahwa kita harus fokus pada kualitas produk kita. Ini sangat penting untuk memuaskan pelanggan kita dan mendapatkan kepercayaan mereka.)
C: I see your point, but I think we should also consider the cost and time of production. We have a limited budget and deadline for this project. We need to find a balance between quality and efficiency. (Saya mengerti maksud kamu, tapi saya pikir kita juga harus mempertimbangkan biaya dan waktu produksi. Kita punya anggaran dan batas waktu yang terbatas untuk proyek ini. Kita perlu menemukan keseimbangan antara kualitas dan efisiensi.)
D: That may be true, but we should not compromise on quality. Quality is our main selling point. If we produce a low-quality product, we will lose our reputation and customers. (Itu mungkin benar, tapi kita tidak boleh mengorbankan kualitas. Kualitas adalah poin utama penjualan kita. Jika kita memproduksi produk berkualitas rendah, kita akan kehilangan reputasi dan pelanggan kita.)
A: Thank you for your opinions. I appreciate your input. I think we need to do more research and analysis before we make a decision. Let’s continue this discussion next week. (Terima kasih atas pendapat kalian. Saya menghargai masukan kalian. Saya pikir kita perlu melakukan lebih banyak penelitian dan analisis sebelum kita membuat keputusan. Mari kita lanjutkan diskusi ini minggu depan.)
Situasi Informal
A: Hey, guys. What do you think of this dress? Do you like it? (Hei, teman-teman. Apa pendapat kalian tentang gaun ini? Apakah kalian suka?)
B: I think it’s beautiful. It suits you very well. You look gorgeous in it. (Saya pikir itu cantik. Itu cocok banget sama kamu. Kamu terlihat cantik di dalamnya.)
C: In my opinion, it’s too expensive. You can find a similar dress with a cheaper price somewhere else. You don’t have to waste your money on this one. (Menurut saya, itu terlalu mahal. Kamu bisa menemukan gaun yang mirip dengan harga yang lebih murah di tempat lain. Kamu tidak perlu membuang-buang uangmu untuk yang ini.)
D: I disagree with you, C. I think this dress is worth the price. It has a high quality and a unique design. You can’t find it anywhere else. It’s a rare item. (Saya tidak sependapat dengan kamu, C. Saya pikir gaun ini sepadan dengan harganya. Ini memiliki kualitas tinggi dan desain yang unik. Kamu tidak bisa menemukannya di tempat lain. Ini barang langka.)
A: Thank you for your opinions, guys. I appreciate your honesty. I think I’m going to buy this dress anyway. I really like it and I don’t mind the price. It’s my birthday present for myself.(Terima kasih atas pendapat kalian, teman-teman. Saya menghargai kejujuran kalian. Saya pikir saya akan membeli gaun ini saja. Saya sangat suka dan saya tidak keberatan dengan harganya. Ini hadiah ulang tahun untuk diri sendiri.)