Kurikulum Merdeka adalah kurikulum baru yang akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mulai tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kebebasan kepada siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Salah satu perubahan yang paling mencolok dari Kurikulum Merdeka adalah penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang SMA.
Alasan Penghapusan Jurusan IPA IPS
Menurut Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA bertujuan untuk menghilangkan sekat antara mata pelajaran yang berbeda dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka1. Dengan demikian, siswa tidak terpaku pada satu bidang ilmu saja, tetapi dapat mengembangkan potensi mereka secara holistik.
Nadiem juga mengatakan bahwa pembagian jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA sering menimbulkan masalah dan tidak sesuai dengan tren karier di masa depan2. Beberapa masalah yang muncul akibat pembagian jurusan ini antara lain:
- Siswa merasa terpaksa memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat mereka karena faktor orang tua, teman, atau sekolah.
- Siswa merasa terbatas dalam mengakses mata pelajaran lain yang mungkin berguna untuk karier atau perkembangan mereka.
- Siswa mengalami kesulitan dalam memilih perguruan tinggi atau program studi karena kurangnya informasi atau persiapan yang memadai.
- Siswa menghadapi persaingan yang ketat dalam masuk ke perguruan tinggi atau program studi tertentu karena keterbatasan kuota berdasarkan jurusan.
Mekanisme Pemilihan Mata Pelajaran di Kurikulum Merdeka
Dalam Kurikulum Merdeka, siswa SMA tidak akan dibagi menjadi jurusan IPA, IPS, atau Bahasa. Sebaliknya, siswa akan mendapatkan kesempatan untuk memilih mata pelajaran yang diminati mereka di dua tahun terakhir SMA1. Pemilihan mata pelajaran ini akan didasarkan pada tiga hal:
- Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek.
- Ketersediaan fasilitas dan sumber daya manusia di sekolah.
- Minat dan bakat siswa.
SKL adalah kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh siswa untuk lulus dari jenjang pendidikan tertentu. SKL terdiri dari empat kompetensi utama, yaitu:
- Kompetensi sikap spiritual dan sosial
- Kompetensi pengetahuan
- Kompetensi keterampilan umum
- Kompetensi keterampilan khusus
Kompetensi pengetahuan meliputi delapan kelompok mata pelajaran, yaitu:
- Agama dan Budi Pekerti
- Pancasila dan Kewarganegaraan
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Inggris
- Matematika
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
- Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
- Seni Budaya dan Prakarya
Dalam Kurikulum Merdeka, mata pelajaran IPA dan IPS tidak lagi dibagi menjadi sub-sub mata pelajaran seperti Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, dan sebagainya. Sebaliknya, mata pelajaran IPA dan IPS akan disajikan secara terintegrasi dengan menggunakan pendekatan tematik atau kontekstual3.
Siswa SMA wajib mengambil semua mata pelajaran yang termasuk dalam SKL. Namun, siswa dapat memilih tingkat kesulitan atau kedalaman materi dari setiap mata pelajaran sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Selain itu, siswa juga dapat memilih mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Mata pelajaran pilihan ini dapat berasal dari kelompok mata pelajaran yang sama atau berbeda dengan mata pelajaran wajib1.
Pemilihan mata pelajaran oleh siswa akan dibantu oleh guru bimbingan konseling (BK) yang akan memberikan informasi, saran, dan bantuan yang diperlukan. Pemilihan mata pelajaran juga harus disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas dan sumber daya manusia di sekolah. Jika sekolah tidak memiliki fasilitas atau guru untuk mata pelajaran tertentu, siswa dapat mengambil mata pelajaran tersebut di sekolah lain yang memiliki kerjasama dengan sekolah asal1.
Dampak Penghapusan Jurusan IPA IPS terhadap Perguruan Tinggi
Penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA tentu akan berdampak pada mekanisme penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Nadiem mengatakan bahwa perguruan tinggi harus menyesuaikan kriteria seleksi mereka dengan Kurikulum Merdeka. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan portofolio akademik dan non-akademik siswa sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan penerimaan mahasiswa baru1.
Portofolio akademik adalah kumpulan bukti prestasi akademik siswa, seperti rapor, sertifikat, hasil tes, dan sebagainya. Portofolio non-akademik adalah kumpulan bukti prestasi non-akademik siswa, seperti kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, kompetisi, pengabdian masyarakat, dan sebagainya. Portofolio ini akan menunjukkan minat, bakat, potensi, dan karakter siswa secara lebih lengkap dan mendalam daripada hanya berdasarkan jurusan saja.
Selain portofolio, perguruan tinggi juga dapat menggunakan tes potensi akademik (TPA), tes kemampuan dasar (TKD), atau tes kemampuan bidang (TKB) sebagai alat seleksi mahasiswa baru. Tes-tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar dan spesifik siswa dalam bidang ilmu tertentu yang relevan dengan program studi yang diminati1.
Nadiem berharap bahwa perguruan tinggi dapat lebih terbuka dan fleksibel dalam menerima mahasiswa baru dari berbagai latar belakang pendidikan. Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus tetap menjaga kualitas pendidikan mereka dengan memberikan bimbingan dan fasilitas yang memadai kepada mahasiswa.
Kesimpulan
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum baru yang akan diterapkan oleh Kemendikbud Ristek mulai tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum ini menghapus jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kurikulum ini juga berdampak pada mekanisme penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi yang harus menyesuaikan kriteria seleksi mereka dengan portofolio dan tes kemampuan siswa.
Sumber:
(1) Kurikulum Merdeka Hapus Jurusan IPA IPS, Seperti Apa Mekanisme Masuk …. https://tekno.tempo.co/read/1560904/kurikulum-merdeka-hapus-jurusan-ipa-ips-seperti-apa-mekanisme-masuk-ptn-nanti.
(2) 3 Keunggulan Kurikulum Merdeka, Salah Satunya Tak Bedakan IPA dan IPS. https://www.kompas.com/edu/read/2022/02/11/151632171/3-keunggulan-kurikulum-merdeka-salah-satunya-tak-bedakan-ipa-dan-ips.
(3) Saat Kurikulum Merdeka Belajar Akan Menghapus Jurusan IPA, IPS, dan …. https://www.kompas.com/tren/read/2022/02/12/180000165/saat-kurikulum-merdeka-belajar-akan-menghapus-jurusan-ipa-ips-dan-bahasa-di.
(4) Mapel IPA dan IPS Digabung, Begini Gambaran tentang Penerapan Kurikulum …. https://adjar.grid.id/read/543374970/mapel-ipa-dan-ips-digabung-begini-gambaran-tentang-penerapan-kurikulum-merdeka-jenjang-sd.