Menu Tutup

FOMO: Apa Itu, Bagaimana Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

FOMO adalah singkatan dariĀ fear of missing out, yang berarti rasa takut atau khawatir akan tertinggal atau ketinggalan sesuatu yang menarik atau menyenangkan. FOMO sering dikaitkan dengan kecanduan media sosial, karena media sosial menjadi sarana untuk melihat dan membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupan sendiri. FOMO bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan produktivitas seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa itu FOMO, bagaimana dampaknya, dan cara mengatasinya.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah perasaan cemas yang timbul karena sesuatu yang menarik dan menyenangkan sedang terjadi, sering disebabkan karena unggahan di media sosial. Orang yang mengalami FOMO akan merasa bahwa kehidupan orang lain lebih baik, lebih bahagia, atau lebih sukses daripada kehidupannya sendiri. Orang yang mengalami FOMO juga akan merasa bahwa mereka harus terus terhubung dengan apa yang dilakukan oleh orang lain, agar tidak ketinggalan informasi, tren, atau pengalaman berharga.

FOMO pertama kali diidentifikasi pada tahun 1996 oleh ahli strategi pemasaran Dr. Dan Herman, yang kemudian menerbitkan makalah akademis pertama tentang topik tersebut pada tahun 2000 di The Journal of Brand Management. Istilah FOMO sendiri dipopulerkan oleh Patrick James McGinnis pada tahun 2004 dalam artikelnya di majalah The Harbus dari Harvard Business School.

FOMO terdiri dari dua komponen, yaitu aspek takut kehilangan dan aspek sosial. Aspek takut kehilangan ditandai dengan perilaku untuk berusaha tetap terhubung dengan orang lain. Aspek sosial berkaitan dengan kebutuhan untuk memiliki dan membentuk hubungan antarpribadi yang kuat.

Bagaimana Dampak FOMO?

FOMO bisa memberikan dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan seseorang, seperti:

  • Kesehatan mental: FOMO bisa menimbulkan perasaan negatif, seperti cemburu, iri, tidak puas, tidak percaya diri, rendah diri, kesepian, depresi, atau kecemasan. FOMO juga bisa membuat seseorang mengabaikan kebutuhan dasarnya, seperti tidur, makan, atau beristirahat.
  • Hubungan sosial: FOMO bisa membuat seseorang kurang fokus dan kurang hadir saat berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata. FOMO juga bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman atau tidak diterima oleh lingkungannya. FOMO juga bisa menyebabkan konflik atau ketegangan dengan orang-orang terdekat.
  • Produktivitas: FOMO bisa mengganggu konsentrasi dan efisiensi kerja seseorang. FOMO juga bisa membuat seseorang sulit untuk membuat keputusan atau mengambil risiko. FOMO juga bisa menyebabkan prokrastinasi atau penundaan pekerjaan.

Cara Mengatasi FOMO

FOMO bukanlah suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi FOMO, seperti:

  • Menyadari dan menerima perasaan FOMO: Langkah pertama untuk mengatasi FOMO adalah menyadari dan menerima bahwa kita memiliki perasaan tersebut. Dengan begitu, kita bisa lebih mudah untuk mengidentifikasi penyebab dan dampaknya pada diri kita.
  • Mengurangi penggunaan media sosial: Media sosial adalah salah satu pemicu utama dari FOMO. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi penggunaan media sosial yang tidak perlu atau berlebihan. Kita bisa menetapkan batas waktu, menghapus aplikasi, atau mematikan notifikasi untuk mengontrol penggunaan media sosial kita.
  • Menghargai dan bersyukur atas kehidupan sendiri: FOMO bisa membuat kita melupakan hal-hal baik yang ada di kehidupan kita. Oleh karena itu, penting untuk menghargai dan bersyukur atas apa yang kita miliki, seperti kesehatan, keluarga, teman, pekerjaan, hobi, atau prestasi. Kita bisa membuat daftar hal-hal yang membuat kita bahagia atau bangga, dan membacanya saat kita merasa FOMO.
  • Membuat tujuan dan rencana hidup: FOMO bisa membuat kita tidak memiliki arah atau tujuan hidup yang jelas. Oleh karena itu, penting untuk membuat tujuan dan rencana hidup yang sesuai dengan nilai, minat, dan kemampuan kita. Kita bisa menentukan apa yang ingin kita capai dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, dan membuat langkah-langkah untuk mencapainya.
  • Meningkatkan kualitas hubungan sosial: FOMO bisa membuat kita merasa tidak memiliki hubungan sosial yang baik. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial kita dengan orang-orang terdekat. Kita bisa meluangkan waktu untuk berkomunikasi, bertemu, atau melakukan aktivitas bersama dengan keluarga, teman, atau pasangan. Kita juga bisa mencari komunitas atau kelompok yang memiliki minat atau tujuan yang sama dengan kita.

FOMO adalah perasaan yang wajar dan manusiawi. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, FOMO bisa berdampak negatif pada kesejahteraan kita. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengatasi FOMO dengan cara-cara yang sehat dan positif.

Sumber:
(1) Mengenal FOMO dan Dampak Negatifnya – Alodokter. https://www.alodokter.com/mengenal-fomo-dan-dampak-negatifnya.
(2) FOMO – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/FOMO.
(3) Marketing FOMO: Taktik Psikologi untuk Tingkatkan Penjualan – Niagahoster. https://www.niagahoster.co.id/blog/fomo-adalah/.
(4) What Does FOMO Mean and How Do I Deal With It? – Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-cope-with-fomo-4174664.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya