Kerajaan Singasari, yang berdiri pada abad ke-13 di Jawa Timur, Indonesia, memiliki nama lain yang dikenal dalam sejarah, yaitu Kerajaan Tumapel. Nama “Tumapel” merujuk pada wilayah asal kerajaan tersebut sebelum berkembang menjadi kekuatan besar di Nusantara.
Asal Usul Nama Tumapel
Sebelum menjadi kerajaan yang berdaulat, Tumapel adalah sebuah daerah bawahan di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Wilayah ini dipimpin oleh seorang akuwu (setara dengan kepala daerah) bernama Tunggul Ametung. Setelah Ken Arok berhasil merebut kekuasaan dengan mengalahkan Tunggul Ametung, ia mendirikan kerajaan baru yang awalnya dikenal sebagai Kerajaan Tumapel.
Perubahan Nama Menjadi Singasari
Pada masa pemerintahan Raja Wisnuwardhana, ibu kota kerajaan yang semula bernama Kutaraja diganti namanya menjadi Singasari. Perubahan ini terjadi sekitar tahun 1254 Masehi, bersamaan dengan pengangkatan Kertanegara sebagai putra mahkota. Sejak saat itu, nama Singasari lebih dikenal dan digunakan untuk merujuk pada kerajaan tersebut.
Penggunaan Nama dalam Sumber Sejarah
Dalam berbagai sumber sejarah, seperti Kitab Pararaton dan Negarakertagama, kedua nama ini sering muncul. Namun, seiring waktu, nama Singasari menjadi lebih dominan dalam literatur sejarah, sementara Tumapel lebih sering merujuk pada fase awal kerajaan sebelum mencapai puncak kejayaannya.
Kesimpulan
Dengan demikian, Kerajaan Singasari juga dikenal dengan nama Kerajaan Tumapel, terutama pada masa-masa awal pendiriannya sebelum mengalami perkembangan dan perubahan nama ibu kota menjadi Singasari.