Menu Tutup

Tingkat-tingkat Keanekaragaman Hayati : Genetik, Spesies, Ekosistem

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah istilah yang menggambarkan variasi dari kehidupan di bumi, baik pada tingkat gen, spesies, maupun ekosistem. Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan kesejahteraan lingkungan, serta memberikan manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan kesehatan. Namun, keanekaragaman hayati saat ini mengalami ancaman akibat berbagai faktor, seperti perubahan iklim, degradasi habitat, invasi spesies asing, eksploitasi berlebihan, dan pencemaran 1.

Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat utama, yaitu:

Keanekaragaman Genetik

Keanekaragaman genetik adalah variasi dari materi genetik yang terdapat dalam suatu spesies atau populasi. Materi genetik adalah DNA yang menyimpan informasi tentang ciri-ciri makhluk hidup. Variasi genetik dapat terjadi karena mutasi, rekombinasi, atau migrasi gen. Keanekaragaman genetik memungkinkan suatu spesies atau populasi untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan meningkatkan kemampuan reproduksi dan daya tahan terhadap penyakit. Contoh keanekaragaman genetik adalah warna kulit, rambut, mata, dan golongan darah pada manusia 2.

Keanekaragaman Spesies

Keanekaragaman spesies adalah variasi dari jenis-jenis makhluk hidup yang berbeda dalam suatu ekosistem atau wilayah geografis. Spesies adalah kelompok makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri morfologi, fisiologi, dan perilaku yang mirip dan dapat menghasilkan keturunan yang fertil. Variasi spesies dapat terjadi karena spesiasi, yaitu proses pembentukan spesies baru akibat isolasi geografis, reproduksi, atau ekologi. Keanekaragaman spesies menentukan produktivitas dan stabilitas suatu ekosistem, serta menyediakan sumber daya alam dan jasa lingkungan bagi manusia. Contoh keanekaragaman spesies adalah flora dan fauna di hutan hujan tropis 3.

Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem adalah variasi dari tipe-tipe ekosistem yang berbeda dalam suatu wilayah biogeografis. Ekosistem adalah kesatuan fungsional dari komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (faktor fisik dan kimia) yang saling berinteraksi dalam suatu ruang dan waktu tertentu. Variasi ekosistem dapat terjadi karena perbedaan iklim, topografi, geologi, tanah, air, dan faktor biologis lainnya. Keanekaragaman ekosistem mencerminkan kompleksitas dan keterkaitan antara keanekaragaman genetik dan spesies. Keanekaragaman ekosistem juga mempengaruhi siklus biogeokimia dan perubahan global. Contoh keanekaragaman ekosistem adalah padang rumput, hutan, gurun, rawa, dan laut .

Sumber:
(1) Habitat – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Habitat.
(2) BIOLOGY-1 – MODULE-3 – Prokaryotes vs. Eukaryotes – Scribd. https://scribd.com/document/527207873/BIOLOGY-1-MODULE-3-Prokaryotes-vs-Eukaryotes.
(3) Scribd. https://www.scribd.com/document/355810361/.
(4) Habitat – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Habitat.
(5) BIOLOGY-1 – MODULE-3 – Prokaryotes vs. Eukaryotes – Scribd. https://scribd.com/document/527207873/BIOLOGY-1-MODULE-3-Prokaryotes-vs-Eukaryotes.
(6) Habitat – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Habitat.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya