Menu Tutup

Persendian: Pengertian, Fungsi, Macam, Struktur dan Klasifikasi

Persendian adalah hubungan antara dua tulang atau lebih yang membentuk sistem gerak pada manusia. Persendian memungkinkan tubuh manusia untuk bergerak dengan berbagai cara, seperti berjalan, berlari, melompat, menulis, dan lain-lain. Persendian juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam yang terletak di dekatnya, seperti otak, jantung, paru-paru, dan lain-lain.

Persendian memiliki struktur yang kompleks, yang terdiri dari beberapa komponen, seperti tulang rawan, rongga sendi, membran sinovial, cairan sinovial, ligamen, tendon, dan otot. Struktur persendian ini dapat bervariasi tergantung pada jenis dan fungsi persendian tersebut.

Berdasarkan kemampuan geraknya, persendian dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Sendi mati (sinartrosis): sendi yang tidak dapat bergerak sama sekali, seperti sendi antara tulang-tulang tengkorak. Sendi mati biasanya terbentuk dari jaringan ikat yang mengeras dan menyatu menjadi tulang.
  • Sendi kaku (amfiartrosis): sendi yang dapat bergerak sedikit, seperti sendi antara tulang-tulang belakang. Sendi kaku biasanya terbentuk dari jaringan ikat yang kaku dan tebal, seperti tulang rawan atau serabut.
  • Sendi gerak (diartrosis): sendi yang dapat bergerak bebas dalam berbagai arah, seperti sendi lutut, siku, bahu, dan lain-lain. Sendi gerak biasanya terbentuk dari rongga sendi yang diisi oleh cairan sinovial dan dilapisi oleh membran sinovial. Sendi gerak juga memiliki ligamen dan tendon yang menghubungkan tulang dengan otot.

Berdasarkan bentuk permukaannya, persendian juga dapat diklasifikasikan menjadi enam macam, yaitu:

  • Sendi peluru (sferoid): sendi yang memiliki permukaan berbentuk bola dan mangkuk, sehingga dapat bergerak dalam tiga sumbu (x,y,z), seperti sendi bahu dan pinggul.
  • Sendi engsel (ginglimus): sendi yang memiliki permukaan berbentuk silinder dan cekungan, sehingga hanya dapat bergerak dalam satu sumbu (x), seperti sendi siku dan lutut.
  • Sendi pelana (selaris): sendi yang memiliki permukaan berbentuk pelana kuda atau huruf S saling bertemu, sehingga dapat bergerak dalam dua sumbu (x,y), seperti sendi ibu jari tangan.
  • Sendi geser (planum): sendi yang memiliki permukaan datar atau sedikit cekung atau cembung, sehingga hanya dapat bergerak dengan cara menggeser atau meluncur satu sama lain, seperti sendi antara tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki.
  • Sendi putar (trokhoid): sendi yang memiliki permukaan berbentuk tonjolan bundar masuk ke dalam lubang bundar, sehingga hanya dapat bergerak dengan cara memutar satu sama lain sekitar sumbu panjang tulang, seperti sendi antara tulang atlas dan aksis di leher.
  • Sendi elips (kondiloid): sendi yang memiliki permukaan berbentuk oval masuk ke dalam cekungan oval, sehingga dapat bergerak dalam dua sumbu (x,y), tetapi dengan sudut terbatas, seperti sendi antara tulang rahang bawah dan tengkorak.

Source:
(1) Pengertian, Struktur, Jenis, dan Fungsi Persendian – Zenius Education. https://www.zenius.net/blog/pengertian-jenis-fungsi-persendian.
(2) Persendian: Pengertian, Fungsi, Macam, Klasifikasi, & Contoh – Cerdika. https://cerdika.com/persendian/.
(3) Pengertian Sendi, Fungsi, Macam, Struktur dan Klasifikasi. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-sendi/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya