Menu Tutup

Apa Contoh Kurikulum Merdeka? Simak Penjelasan Berikut

Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif dari program Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2022.

Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada pendidik dan peserta didik dalam menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar mereka. Kurikulum ini juga mengedepankan pengembangan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial, dan pembelajaran yang fleksibel1.

Kurikulum Merdeka di TK

Di jenjang TK, Kurikulum Merdeka mengutamakan pembelajaran berbasis permainan yang menstimulasi perkembangan kognitif, sosio-emosional, bahasa, dan fisik anak. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media dan sumber belajar yang bervariasi, seperti alam sekitar, mainan, buku cerita, lagu, dan gerak. Pembelajaran juga disesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan anak2.

Contoh kegiatan pembelajaran di TK dengan Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak bermain di taman sekolah dengan menggunakan alat-alat yang tersedia, seperti pasir, air, tanaman, batu, kayu, dan lain-lain. Mereka dapat mengeksplorasi sifat-sifat benda-benda tersebut, mengamati perubahan-perubahan yang terjadi, dan menciptakan karya-karya seni atau konstruksi dari benda-benda tersebut.
  • Anak-anak membaca buku cerita bersama guru atau teman sebaya. Mereka dapat memilih buku cerita yang sesuai dengan minat mereka dari perpustakaan kelas atau sekolah. Mereka dapat berdiskusi tentang isi cerita, tokoh-tokoh, latar belakang, pesan moral, dan lain-lain. Mereka juga dapat mengekspresikan pendapat atau perasaan mereka tentang cerita tersebut melalui gambar, tulisan, atau drama.
  • Anak-anak menyanyi lagu-lagu anak bersama guru atau teman sebaya. Mereka dapat memilih lagu-lagu yang sesuai dengan minat mereka dari koleksi lagu kelas atau sekolah. Mereka dapat belajar tentang irama, nada, tempo, lirik, dan makna lagu-lagu tersebut. Mereka juga dapat menambahkan gerakan-gerakan tubuh atau alat musik untuk memeriahkan penyanyian mereka.

Kurikulum Merdeka di SD

Di jenjang SD, Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang mengembangkan kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), seperti diskusi kelompok, eksperimen sederhana, pemecahan masalah, proyek tematik, dan lain-lain. Pembelajaran juga disesuaikan dengan tahap perkembangan dan capaian peserta didik3.

Contoh kegiatan pembelajaran di SD dengan Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:

  • Siswa-siswa belajar tentang sistem pencernaan manusia dengan melakukan eksperimen sederhana menggunakan roti tawar dan air liur. Mereka dapat mengamati proses pencernaan mulai dari mulut hingga usus besar. Mereka juga dapat menjelaskan fungsi-fungsi organ-organ pencernaan dan cara menjaga kesehatan pencernaan.
  • Siswa-siswa belajar tentang bangun datar dengan melakukan pemecahan masalah menggunakan tangram. Mereka dapat menyusun tangram menjadi berbagai bentuk bangun datar, seperti segitiga, persegi panjang, trapesium, belah ketupat, dan lain-lain. Mereka juga dapat menghitung luas dan keliling bangun datar tersebut.
  • Siswa-siswa belajar tentang keanekaragaman budaya Indonesia dengan melakukan proyek tematik tentang pakaian adat. Mereka dapat memilih salah satu provinsi di Indonesia dan mencari informasi tentang pakaian adat daerah tersebut. Mereka juga dapat membuat maket, poster, atau video tentang pakaian adat tersebut dan mempresentasikannya di depan kelas.

Kurikulum Merdeka di SMP

Di jenjang SMP, Kurikulum Merdeka menitikberatkan pembelajaran yang mengembangkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan strategi-strategi yang inovatif, kolaboratif, dan reflektif, seperti inkuiri, proyek berbasis masalah, pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan lain-lain. Pembelajaran juga disesuaikan dengan konteks dan muatan lokal4.

Contoh kegiatan pembelajaran di SMP dengan Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:

  • Siswa-siswa belajar tentang fotosintesis dengan melakukan inkuiri ilmiah menggunakan daun hydrilla dan lampu. Mereka dapat mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, merancang percobaan, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyimpulkan hasil percobaan. Mereka juga dapat menghubungkan hasil percobaan dengan konsep fotosintesis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Siswa-siswa belajar tentang persamaan linear dengan melakukan proyek berbasis masalah tentang pengelolaan keuangan. Mereka dapat membuat anggaran belanja bulanan berdasarkan pendapatan dan pengeluaran keluarga mereka. Mereka juga dapat menentukan solusi optimal untuk menghemat pengeluaran atau menambah pendapatan dengan menggunakan persamaan linear.
  • Siswa-siswa belajar tentang energi terbarukan dengan melakukan pembelajaran berbasis STEM tentang pembuatan panel surya sederhana. Mereka dapat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti kertas alumunium, kawat tembaga, sel surya, dan lampu LED. Mereka juga dapat menguji efektivitas panel surya yang mereka buat dan membandingkannya dengan panel surya komersial.

Kurikulum Merdeka di SMA

Di jenjang SMA, Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Tidak ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Peserta didik dapat mengambil mata pelajaran dari berbagai bidang ilmu tanpa batasan jumlah atau kombinasi5. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang integratif, interdisipliner, dan transdisipliner.

Contoh pilihan mata pelajaran di SMA dengan Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut:

  • Siswa-siswa yang tertarik dengan bidang seni dan desain dapat mengambil mata pelajaran seperti Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Teater, Desain Grafis, Desain Produk, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, dan lain-lain.
  • Siswa-siswa yang tertarik dengan bidang sains dan teknologi dapat mengambil mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Geografi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Robotika, Kecerdasan Buatan, dan lain-lain.
  • Siswa-siswa yang tertarik dengan bidang sosial dan humaniora dapat mengambil mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing Lainnya (Mandarin, Jepang, Arab, dll), Sejarah Indonesia, Sejarah Dunia, Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Filsafat, Ekonomi, Politik, Hukum, dan lain-lain.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Selain pembelajaran intrakurikuler di setiap jenjang pendidikan, Kurikulum Merdeka juga meliputi pembelajaran kokurikuler yang disebut sebagai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P4). P4 adalah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu minat dan bakat mereka yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila. P4 dapat berupa kegiatan seni, budaya, olahraga, kewirausahaan, sosial, lingkungan, atau lainnya. P4 bertujuan untuk membentuk peserta didik yang berjiwa Pancasila, yaitu memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan sila-sila Pancasila.

Contoh kegiatan P4 di berbagai jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:

  • Di TK, anak-anak dapat melakukan P4 dengan membuat karya seni dari barang-barang bekas yang menggambarkan keanekaragaman Indonesia. Mereka dapat menggunakan botol plastik, kardus, kertas, kain, dan lain-lain untuk membuat bendera, pakaian adat, rumah adat, tarian adat, atau lainnya. Kegiatan ini mengajarkan anak-anak tentang sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dan sila ketiga (Persatuan Indonesia).
  • Di SD, siswa-siswa dapat melakukan P4 dengan mengikuti ekstrakurikuler pramuka yang melatih keterampilan hidup dan kepemimpinan. Mereka dapat belajar tentang dasa dharma pramuka, sandi-sandi pramuka, simpul-simpul pramuka, pionering, orientasi, survival, dan lain-lain. Kegiatan ini mengajarkan siswa-siswa tentang sila kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab) dan sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).
  • Di SMP, siswa-siswa dapat melakukan P4 dengan membuat produk kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka dapat membuat sabun cuci tangan dari kulit jeruk, masker wajah dari beras merah, tas dari kain perca, lampu dari botol bekas, atau lainnya. Kegiatan ini mengajarkan siswa-siswa tentang sila keempat (Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan).
  • Di SMA, siswa-siswa dapat melakukan P4 dengan mengadakan aksi sosial yang berdampak positif bagi lingkungan. Mereka dapat melakukan penanaman pohon di lahan kritis, pengumpulan sampah di sungai atau pantai, penyuluhan kesehatan di daerah terpencil, penggalangan dana untuk korban bencana alam, atau lainnya. Kegiatan ini mengajarkan siswa-siswa tentang sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa), sila kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab), dan sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia).

Kesimpulan

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta didik dalam menentukan isi, proses, dan hasil pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar mereka. Kurikulum ini juga mengedepankan pengembangan soft skills dan karakter peserta didik yang berjiwa Pancasila. Kurikulum ini diterapkan di semua jenjang pendidikan dengan cara-cara yang berbeda-beda sesuai dengan tahap perkembangan dan capaian peserta didik.

Sumber:
(1) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/.
(2) Apa Itu Kurikulum Merdeka? Begini Penjelasan Lengkap Kemendikbud. https://www.kompas.com/edu/read/2022/02/12/210034971/apa-itu-kurikulum-merdeka-begini-penjelasan-lengkap-kemendikbud.
(3) Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini Pengertian & Prinsip … – detikcom. https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6818335/apa-itu-kurikulum-merdeka-ini-pengertian–prinsip-pembelajarannya.
(4) Kurikulum Merdeka Belajar: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, hingga …. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6823183/kurikulum-merdeka-belajar-pengertian-tujuan-karakteristik-hingga-keunggulannya.
(5) Kurikulum Merdeka – Direktorat Sekolah Dasar. https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya