Menu Tutup

Apa Itu Sejarah Sebagai Kisah? Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh

Sejarah sebagai kisah adalah pendekatan dalam mempelajari sejarah yang menekankan pada penyajian peristiwa masa lalu dalam bentuk narasi atau cerita. Pendekatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali peristiwa-peristiwa tersebut melalui sudut pandang manusia, sehingga lebih mudah dipahami dan dihayati.

Pengertian Sejarah sebagai Kisah

Sejarah sebagai kisah merujuk pada rekonstruksi peristiwa sejarah yang telah terjadi di masa lampau, lalu disusun secara sistematis berdasarkan data-data yang telah diuji dan dapat dibaca sebagai kisah. Menurut J. Sumardianta, sejarah dikatakan sebagai kisah apabila sejarah berperan dalam perkembangan sosial yang kemudian dijadikan masyarakat sebagai sebuah cerita dan dipercaya sungguh terjadi.

Dalam konteks ini, sejarah tidak hanya dipandang sebagai rangkaian fakta atau peristiwa objektif, tetapi juga sebagai narasi yang mengandung interpretasi dan makna dari peristiwa tersebut. Hal ini memungkinkan pembaca atau pendengar untuk merasakan emosi, konflik, dan dinamika yang terjadi pada masa lalu.

Ciri-ciri Sejarah sebagai Kisah

Sejarah sebagai kisah memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari pendekatan sejarah lainnya, antara lain:

  • Bersifat Subjektif: Penyajian sejarah dalam bentuk kisah dipengaruhi oleh sudut pandang, interpretasi, dan nilai-nilai yang dianut oleh penulis atau pencerita. Hal ini menjadikan setiap kisah sejarah memiliki warna dan nuansa yang berbeda.
  • Bersifat Interpretatif: Kisah sejarah tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga memberikan penjelasan atau makna dari peristiwa tersebut. Penulis atau pencerita berusaha menghubungkan peristiwa dengan konteks sosial, politik, dan budaya pada masa itu.
  • Bersifat Naratif: Penyajian sejarah dalam bentuk kisah menggunakan alur cerita yang menarik, dengan pengenalan, konflik, klimaks, dan resolusi. Hal ini membuat peristiwa sejarah lebih hidup dan mudah diikuti.
  • Bersifat Selektif: Tidak semua peristiwa sejarah dijadikan kisah. Penulis atau pencerita memilih peristiwa yang dianggap penting dan relevan untuk disampaikan kepada audiens.

Contoh Sejarah sebagai Kisah

Berikut beberapa contoh penerapan sejarah sebagai kisah:

  • Kisah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sering diceritakan kembali dalam bentuk narasi yang menggambarkan suasana, emosi, dan perjuangan para tokoh saat itu.
  • Kisah Perang Dunia II: Perang Dunia II sering disajikan dalam bentuk novel atau film yang menggambarkan pengalaman individu atau kelompok selama perang, seperti novel “A Tale of Two Cities” karya Charles Dickens yang mengisahkan Revolusi Prancis.
  • Kisah Kerajaan Majapahit: Sejarah Kerajaan Majapahit sering diceritakan dalam bentuk kisah yang menggambarkan kejayaan, konflik, dan dinamika politik pada masa itu.

Pentingnya Sejarah sebagai Kisah

Pendekatan sejarah sebagai kisah memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan Pemahaman: Dengan menyajikan sejarah dalam bentuk narasi, pembaca atau pendengar dapat lebih mudah memahami konteks dan makna dari peristiwa tersebut.
  • Membangkitkan Empati: Kisah sejarah memungkinkan audiens merasakan emosi dan pengalaman yang dialami oleh individu atau kelompok pada masa lalu, sehingga membangkitkan empati dan penghargaan terhadap perjuangan mereka.
  • Menyampaikan Nilai: Melalui kisah sejarah, nilai-nilai seperti keberanian, pengorbanan, dan persatuan dapat disampaikan secara efektif kepada generasi penerus.

Kesimpulan

Sejarah sebagai kisah adalah pendekatan yang menekankan pada penyajian peristiwa masa lalu dalam bentuk narasi yang menarik dan bermakna. Pendekatan ini tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga memberikan interpretasi dan makna dari peristiwa tersebut, sehingga lebih mudah dipahami dan dihayati. Dengan demikian, sejarah sebagai kisah berperan penting dalam membentuk pemahaman dan penghargaan kita terhadap masa lalu.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya