Menu Tutup

Apa yang Menjadi Penyebab Bullying? Berikut Penjelasannya

Bullying adalah perilaku yang bertujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau mendominasi orang lain secara berulang-ulang. Bullying bisa berbentuk fisik, verbal, sosial, atau siber. Bullying adalah masalah yang serius di masyarakat, karena bisa menimbulkan dampak negatif bagi korban maupun pelaku, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Dampak tersebut antara lain adalah luka, sakit, stres, depresi, kecemasan, rendah diri, isolasi, kesulitan belajar, perilaku agresif, atau bahkan bunuh diri .

Tujuan artikel ini adalah untuk membahas apa saja penyebab bullying dan bagaimana cara mencegahnya. Dengan mengetahui penyebab bullying, kita bisa lebih mudah mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini. Dengan mencegah bullying, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan harmonis bagi semua orang.

Penyebab Bullying dari Sisi Korban

Salah satu faktor yang membuat seseorang menjadi sasaran bullying adalah penampilan fisik. Penampilan fisik yang berbeda dari norma atau standar yang berlaku di lingkungan tertentu bisa menjadi alasan untuk diejek, dicemooh, atau dilecehkan oleh orang lain. Misalnya, seseorang yang terlalu gemuk, terlalu kurus, berkacamata, berkulit gelap, berambut keriting, atau memiliki cacat tubuh bisa menjadi korban bullying .

Faktor lain yang bisa membuat seseorang menjadi sasaran bullying adalah ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau kondisi khusus. Orang-orang yang memiliki identitas atau karakteristik yang berbeda dari mayoritas atau kelompok dominan di lingkungan tertentu bisa menjadi korban diskriminasi, intoleransi, atau kekerasan oleh orang lain.

Misalnya, seseorang yang berkulit putih di lingkungan yang mayoritas berkulit hitam, seseorang yang beragama Islam di lingkungan yang mayoritas beragama Kristen, seseorang yang perempuan di lingkungan yang mayoritas laki-laki, seseorang yang gay di lingkungan yang mayoritas heteroseksual, atau seseorang yang autis di lingkungan yang mayoritas normal bisa menjadi korban bullying .

Tips atau saran untuk korban agar tidak mudah terpengaruh oleh bullying dan tetap percaya diri dengan diri sendiri adalah sebagai berikut:

  • Sadari bahwa Anda tidak sendirian. Banyak orang lain yang mengalami hal serupa dengan Anda. Cari dukungan dari keluarga, teman, guru, konselor, atau organisasi yang peduli dengan masalah bullying.
  • Jangan diam saja. Laporkan kejadian bullying yang Anda alami kepada orang-orang yang berwenang atau dapat dipercaya. Jangan biarkan pelaku bullying merasa bebas melakukan hal buruk kepada Anda atau orang lain.
  • Jangan menyalahkan diri sendiri. Ingat bahwa Anda tidak salah apa-apa. Anda tidak perlu malu atau merasa rendah dengan diri Anda sendiri. Anda adalah orang yang unik dan berharga. Anda memiliki hak untuk dihormati dan disayangi oleh orang lain.

Penyebab Bullying dari Sisi Pelaku

Salah satu faktor yang membuat seseorang melakukan bullying adalah pengaruh lingkungan keluarga atau teman sebaya. Lingkungan keluarga atau teman sebaya yang tidak sehat bisa membuat seseorang belajar perilaku bullying dari orang-orang terdekatnya.

Misalnya, seseorang yang sering melihat atau mengalami kekerasan di rumah oleh orang tua atau saudara kandungnya bisa meniru perilaku tersebut kepada orang lain di luar rumah. Seseorang yang bergabung dengan kelompok teman sebaya yang suka melakukan bullying kepada orang lain bisa ikut terpengaruh oleh perilaku tersebut .

Faktor lain yang membuat seseorang melakukan bullying adalah kurangnya kontrol diri atau empati. Kontrol diri adalah kemampuan untuk mengatur emosi, pikiran, dan tindakan sesuai dengan situasi dan norma yang berlaku. Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain.

Seseorang yang kurang memiliki kontrol diri atau empati bisa lebih mudah melakukan bullying, karena tidak bisa menahan amarah, keegoisan, atau keinginan untuk menyakiti orang lain. Seseorang yang kurang memiliki kontrol diri atau empati juga tidak bisa menyadari atau peduli dengan dampak negatif yang ditimbulkan oleh perilaku bullying .

Faktor lain yang membuat seseorang melakukan bullying adalah perasaan inferior atau dendam. Perasaan inferior adalah perasaan tidak puas atau tidak percaya diri dengan diri sendiri. Perasaan dendam adalah perasaan tidak suka atau benci kepada orang lain karena alasan tertentu.

Seseorang yang memiliki perasaan inferior atau dendam bisa melakukan bullying untuk menutupi kekurangan atau melampiaskan rasa sakitnya. Seseorang yang memiliki perasaan inferior atau dendam juga bisa melakukan bullying untuk merasa lebih superior atau puas dengan dirinya sendiri .

Faktor lain yang membuat seseorang melakukan bullying adalah keinginan untuk mendominasi. Keinginan untuk mendominasi adalah keinginan untuk menguasai atau mengendalikan orang lain sesuai dengan kehendaknya.

Seseorang yang memiliki keinginan untuk mendominasi bisa melakukan bullying untuk menunjukkan kekuatan, kewibawaan, atau popularitasnya. Seseorang yang memiliki keinginan untuk mendominasi juga bisa melakukan bullying untuk menakut-nakuti, memaksa, atau mempengaruhi orang lain .

Tips atau saran untuk pelaku agar tidak melakukan bullying lagi dan belajar menghargai orang lain adalah sebagai berikut:

  • Sadari bahwa Anda salah. Jangan menyangkal atau membela perilaku Anda. Akui bahwa Anda telah menyakiti orang lain dengan cara yang tidak baik. Minta maaf kepada korban dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.
  • Cari bantuan profesional. Jika Anda merasa sulit untuk mengubah perilaku Anda sendiri, mintalah bantuan dari psikolog, konselor, guru, atau orang lain yang dapat membantu Anda. Jangan malu atau takut untuk meminta bantuan.
  • Kembangkan kontrol diri dan empati. Latih diri Anda untuk mengatur emosi, pikiran, dan tindakan Anda sesuai dengan situasi dan norma yang berlaku. Latih diri Anda untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Cobalah untuk berpikir dari sudut pandang orang lain sebelum Anda berbicara atau bertindak.
  • Temukan cara positif untuk mengekspresikan diri Anda. Jika Anda merasa tidak puas, tidak percaya diri, marah, benci, atau ingin mendominasi, carilah cara yang sehat dan konstruktif untuk menyalurkan perasaan Anda. Misalnya, Anda bisa berolahraga, bermain musik, menulis, menggambar, atau melakukan hobi lain yang Anda sukai.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya