Menu Tutup

Ciri-Ciri Wawancara: Interaksi, Pertanyaan, dan Persiapan

Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya jawab antapewawancara dan narasumber. Wawancara biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam, detail, dan personal dari seseorang atau sekelompok orang tentang suatu topik tertentu. Wawancara dapat dilakukan secara langsung (tatap muka), melalui telepon, atau melalui media online.

Wawancara memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dari metode pengumpulan data lainnya, antara lain:

Adanya Interaksi Langsung

Ciri-ciri wawancara yang pertama adalah adanya interaksi langsung antara pewawancara dan narasumber. Interaksi ini dapat berupa komunikasi verbal (lisan) maupun nonverbal (gerak tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, dll). Interaksi langsung ini memungkinkan pewawancara untuk mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian, menyesuaikan pertanyaan dengan situasi dan kondisi narasumber, serta menggali informasi yang lebih dalam dan kaya.

Adanya Pertanyaan Terbuka dan Tertutup

Ciri-ciri wawancara yang kedua adalah adanya pertanyaan terbuka dan tertutup. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak memiliki pilihan jawaban tertentu, sehingga narasumber dapat menjawab dengan bebas sesuai dengan pengalaman, pendapat, atau pengetahuannya. Contoh pertanyaan terbuka adalah: “Bagaimana Anda mengatasi stres di tempat kerja?” Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang memiliki pilihan jawaban tertentu, sehingga narasumber hanya dapat menjawab dengan ya atau tidak, setuju atau tidak setuju, atau memilih salah satu dari beberapa alternatif. Contoh pertanyaan tertutup adalah: “Apakah Anda puas dengan gaji Anda saat ini?”

Pertanyaan terbuka dan tertutup memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pertanyaan terbuka dapat menghasilkan informasi yang lebih luas, variatif, dan mendalam, tetapi juga lebih sulit untuk dianalisis dan diringkas. Pertanyaan tertutup dapat menghasilkan informasi yang lebih spesifik, konsisten, dan mudah untuk dianalisis dan diringkas, tetapi juga lebih terbatas dan kurang mendalam. Oleh karena itu, pewawancara harus menentukan jenis pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian dan karakteristik narasumber.

Adanya Persiapan dan Tata Cara

Ciri-ciri wawancara yang ketiga adalah adanya persiapan dan tata cara. Persiapan wawancara meliputi hal-hal seperti menentukan tujuan penelitian, menentukan narasumber yang relevan dan representatif, menyusun pedoman wawancara (daftar pertanyaan), membuat janji temu dengan narasumber, mempersiapkan alat rekam dan catatan, serta melakukan studi literatur terkait. Tata cara wawancara meliputi hal-hal seperti memperkenalkan diri dan tujuan penelitian kepada narasumber, meminta izin untuk merekam wawancara, mengajukan pertanyaan sesuai dengan pedoman wawancara, memberikan kesempatan kepada narasumber untuk bertanya atau memberikan tanggapan, mengucapkan terima kasih kepada narasumber atas partisipasinya, serta melakukan transkripsi dan analisis data.

Persiapan dan tata cara wawancara sangat penting untuk dilakukan agar wawancara dapat berjalan lancar, efektif, dan efisien. Persiapan wawancara dapat membantu pewawancara untuk menghindari kesalahan atau kekurangan dalam pengumpulan data. Tata cara wawancara dapat membantu pewawancara untuk menjaga etika dan profesionalisme dalam berinteraksi dengan narasumber.

Kesimpulan

Wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Wawancara memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Adanya interaksi langsung antara pewawancara dan narasumber, yang dapat berupa komunikasi verbal maupun nonverbal.
  • Adanya pertanyaan terbuka dan tertutup, yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
  • Adanya persiapan dan tata cara, yang dapat membantu pewawancara untuk mengumpulkan data dengan lancar, efektif, dan efisien.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya