Menu Tutup

Daerah Aliran Sungai dan Danau: Pengertian, Manfaat, Masalah, dan Upaya Pelestarian

Daerah aliran sungai (DAS) adalah wilayah daratan yang menjadi tempat mengalirnya air hujan menuju sungai utama dan bermuara pada suatu tempat. Daerah aliran sungai terdiri dari tiga bagian, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Daerah aliran sungai memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial bagi manusia dan lingkungan.

Danau adalah suatu bentuk akumulasi air yang terdapat di permukaan bumi yang berhubungan langsung dengan daerah aliran sungai. Danau dapat terbentuk karena proses alamiah, seperti tektonik, vulkanik, glasial, atau erosi. Danau juga memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial bagi manusia dan lingkungan.

Hubungan Antara Daerah Aliran Sungai dan Danau

Daerah aliran sungai dan danau memiliki hubungan yang erat, karena keduanya merupakan bagian dari siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah proses perputaran air di bumi yang meliputi evaporasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, run off, dan transpirasi. Daerah aliran sungai dan danau berperan sebagai tempat terjadinya run off, yaitu aliran air permukaan yang menuju ke badan air lainnya.

Daerah aliran sungai dan danau juga saling mempengaruhi kualitas dan kuantitas air yang ada di dalamnya. Kualitas air adalah ukuran kemampuan air untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kuantitas air adalah jumlah air yang tersedia di suatu tempat pada suatu waktu. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas air antara lain adalah curah hujan, topografi, vegetasi, penggunaan lahan, polusi, sedimentasi, evaporasi, dan sebagainya.

Manfaat Daerah Aliran Sungai dan Danau

Daerah aliran sungai dan danau memiliki manfaat yang beragam bagi manusia dan lingkungan. Beberapa manfaat daerah aliran sungai antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sumber air bersih untuk kebutuhan domestik, pertanian, industri, dan lain-lain.
  • Sumber energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
  • Sumber protein hewani melalui perikanan darat.
  • Sumber transportasi dan pariwisata.
  • Sumber irigasi untuk lahan pertanian.
  • Penyangga banjir dan tanah longsor.
  • Penyedia habitat bagi flora dan fauna.
  • Penyerap karbon dioksida dan penghasil oksigen.

Beberapa manfaat daerah aliran danau antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sumber air bersih untuk kebutuhan domestik, pertanian, industri, dan lain-lain.
  • Sumber energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
  • Sumber protein hewani melalui perikanan air tawar.
  • Sumber transportasi dan pariwisata.
  • Sumber irigasi untuk lahan pertanian.
  • Penyangga banjir dan kekeringan.
  • Penyedia habitat bagi flora dan fauna.
  • Penyerap karbon dioksida dan penghasil oksigen.

Masalah Daerah Aliran Sungai dan Danau

Daerah aliran sungai dan danau juga menghadapi berbagai masalah yang dapat mengancam keberlangsungan fungsi-fungsinya. Beberapa masalah daerah aliran sungai antara lain adalah sebagai berikut:

  • Pencemaran air akibat limbah domestik, pertanian, industri, tambang, dll.
  • Kerusakan hutan akibat penebangan liar, perambahan lahan, kebakaran hutan, dll.
  • Erosi tanah akibat penggundulan lahan, alih fungsi lahan, pengolahan tanah yang tidak tepat, dll.
  • Banjir akibat tingginya intensitas hujan, rendahnya daya tampung tanah, hilangnya daerah resapan air, dll.
  • Kekeringan akibat berkurangnya debit air, tingginya penguapan air, berkurangnya cadangan air tanah, dll.
  • Konflik pemanfaatan air akibat ketimpangan akses, kepentingan, dan hak atas air.

Beberapa masalah daerah aliran danau antara lain adalah sebagai berikut:

  • Pencemaran air akibat limbah domestik, pertanian, industri, tambang, dll.
  • Kerusakan vegetasi akibat penebangan liar, perambahan lahan, kebakaran hutan, dll.
  • Sedimentasi akibat erosi tanah dari daerah aliran sungai yang masuk ke danau.
  • Eutrofikasi akibat meningkatnya kandungan nutrien di dalam air yang menyebabkan pertumbuhan alga berlebihan.
  • Penurunan muka air akibat berkurangnya debit air masuk, tingginya penguapan air, berkurangnya cadangan air tanah, dll.
  • Kehilangan keanekaragaman hayati akibat hilangnya habitat, invasi spesies asing, perburuan liar, dll.

Upaya Pelestarian Daerah Aliran Sungai dan Danau

Daerah aliran sungai dan danau memerlukan upaya pelestarian yang terpadu dan berkelanjutan agar dapat menjaga fungsi-fungsinya. Beberapa upaya pelestarian daerah aliran sungai antara lain adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pengelolaan sampah yang baik dan benar untuk mengurangi pencemaran air.
  • Melakukan reboisasi dan konservasi hutan untuk menjaga fungsi hutan sebagai penyerap air hujan dan pengendali erosi tanah.
  • Melakukan konservasi tanah dan air untuk meningkatkan daya tampung dan resapan tanah serta mengurangi run off permukaan.
  • Melakukan pengendalian banjir dengan membangun bendungan, waduk, saluran drainase, tanggul, dll.
  • Melakukan penghematan air dengan menggunakan teknologi irigasi yang efisien, mengurangi kebocoran pipa, memanfaatkan air hujan, dll.
  • Melakukan penyelesaian konflik pemanfaatan air dengan mengedepankan prinsip keadilan, partisipasi, dan kerjasama.

Beberapa upaya pelestarian daerah aliran danau antara lain adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pengelolaan sampah yang baik dan benar untuk mengurangi pencemaran air.
  • Melakukan reboisasi dan konservasi vegetasi untuk menjaga fungsi vegetasi sebagai penyerap air hujan dan pengendali sedimentasi.
  • Melakukan pengendalian sedimentasi dengan membangun bendung pasir, terasering lahan, penanaman rumput vetiver, dll.
  • Melakukan pengendalian eutrofikasi dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, melakukan aerasi air, memasukkan ikan pemakan alga, dll.
  • Melakukan pengendalian penurunan muka air dengan mengatur debit air keluar, mengurangi penguapan air, meningkatkan cadangan air tanah, dll.
  • Melakukan pelestarian keanekaragaman hayati dengan melindungi habitat, mencegah invasi spesies asing, mengatur perikanan berkelanjutan, dll.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya