Menu Tutup

Darah Manusia: Pengertian, Komponen, Fungsi, dan Kelainan

Darah manusia adalah cairan yang mengalir di dalam tubuh yang memiliki berbagai fungsi penting bagi kesehatan dan kehidupan. Darah terdiri dari berbagai komponen yang saling bekerja sama untuk membawa oksigen, nutrisi, hormon, dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh.

Darah juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh, pembekuan darah, pengaturan suhu tubuh, dan pembuangan zat-zat sisa metabolisme. Darah manusia memiliki beberapa jenis golongan yang berbeda-beda berdasarkan adanya antigen dan antibodi pada permukaan sel darah merah. Golongan darah ini penting untuk diketahui dalam hal transfusi darah atau kehamilan.

Darah manusia juga dapat mengalami beberapa kelainan atau penyakit yang dapat mengganggu fungsi normalnya, seperti anemia, hemofilia, kanker darah, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pengertian, komponen, fungsi, dan kelainan darah manusia.

Pengertian Darah

Darah adalah cairan berwarna merah, agak kental dan lengket yang mengalir di seluruh tubuh manusia dan berhubungan langsung dengan sel-sel dalam tubuh1. Tubuh manusia mengandung sekitar 4-5 liter darah yang menempati angka 8-10 persen dari total berat badan2. Volume darah yang ada pada anak-anak dan orang dewasa relatif sama2.

Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma1. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel dan substansi interseluler yang berbentuk plasma1. Darah dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian padat dan bagian cair. Bagian padat dari darah mengandung berbagai sel-sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Bagian cair dari darah disebut plasma, yang terbentuk dari air, garam, protein, dan zat-zat lain2.

Komponen Darah

Darah manusia terdiri dari empat komponen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan trombosit2. Masing-masing komponen darah memiliki bentuk, struktur, dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keempat komponen darah tersebut:

  • Sel darah merah. Sel darah merah atau eritrosit adalah sel darah yang berbentuk bulat pipih dan tidak memiliki inti sel1. Sel darah merah memiliki warna merah karena mengandung hemoglobin, yaitu protein yang mengikat oksigen dan memberikannya ke seluruh tubuh2. Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang dan dapat hidup selama sekitar 120 hari2. Jumlah sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 4,5-5,5 juta per mikroliter darah1.
  • Sel darah putih. Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang berbentuk bervariasi dan memiliki inti sel1. Sel darah putih berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi, virus, bakteri, dan benda asing lainnya2. Sel darah putih dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit1. Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang dan kelenjar getah bening dan dapat hidup kurang dari satu hari2. Jumlah sel darah putih normal pada manusia adalah sekitar 4.000-11.000 per mikroliter darah1.
  • Plasma darah. Plasma darah adalah cairan bening dan encer yang merupakan medium bagi sel-sel darah untuk beredar di dalam tubuh1. Plasma darah terdiri dari sekitar 90 persen air dan 10 persen zat-zat lain, seperti garam, protein, hormon, glukosa, dan zat-zat sisa metabolisme2. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut zat-zat penting ke seluruh tubuh, mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan asam-basa, dan membantu pembekuan darah2. Plasma darah membentuk sekitar 55 persen dari volume darah secara keseluruhan2.
  • Trombosit. Trombosit atau keping darah adalah fragmen sitoplasma yang berasal dari sel induk yang disebut megakariosit1. Trombosit berbentuk tidak beraturan dan tidak memiliki inti sel1. Trombosit berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah dengan membentuk sumbatan atau bekuan pada tempat terjadinya luka atau robekan pada pembuluh darah2. Trombosit diproduksi di sumsum tulang dan dapat hidup selama sekitar 6 hari2. Jumlah trombosit normal pada manusia adalah sekitar 150.000-400.000 per mikroliter darah1.

Fungsi Darah

Darah manusia memiliki berbagai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain:

  • Mengangkut oksigen. Darah berperan dalam mengangkut oksigen yang diambil dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh melalui sel darah merah yang mengandung hemoglobin2. Oksigen dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan respirasi seluler, yaitu proses penghasilan energi dari glukosa2. Darah juga mengangkut karbon dioksida yang merupakan produk sisa respirasi seluler dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dibuang2.
  • Mengedarkan sari makanan. Darah berperan dalam mengedarkan sari makanan atau nutrisi yang diserap dari usus halus ke seluruh jaringan tubuh melalui plasma darah2. Nutrisi yang diangkut oleh darah antara lain adalah glukosa, asam amino, asam lemak, garam mineral, dan vitamin2. Nutrisi dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan berbagai fungsi biokimia, seperti sintesis protein, enzim, hormon, dan asam nukleat2.
  • Mengedarkan hormon. Darah berperan dalam mengedarkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin ke seluruh jaringan tubuh melalui plasma darah2. Hormon adalah zat kimia yang berfungsi sebagai pengatur aktivitas fisiologis dan metabolisme tubuh2. Hormon yang diangkut oleh darah antara lain adalah insulin, glukagon, adrenalin, kortisol, tiroid, estrogen, progesteron, dan testosteron2.
  • Menyerang bakteri dan kuman. Darah berperan dalam menyerang bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi melalui sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh2. Sel darah putih dapat mengenali, menangkap, dan menghancurkan benda asing yang berbahaya bagi tubuh dengan cara fagositosis, produksi antibodi, atau pelepasan zat kimia2.
  • Menyembuhkan luka. Darah berperan dalam menyembuhkan luka atau robekan pada pembuluh darah melalui trombosit yang merupakan bagian dari sistem pembekuan darah. Trombosit dapat bergerak ke tempat terjadinya luka dan melepaskan zat kimia yang merangsang pembentukan fibrin, yaitu protein yang membentuk jaringan di atas luka. Fibrin bersama dengan sel darah merah dan plasma membentuk bekuan darah yang menutup luka dan mencegah perdarahan lebih lanjut. Bekuan darah ini kemudian akan digantikan oleh jaringan baru yang membentuk parut.
  • Mengatur suhu tubuh. Darah berperan dalam mengatur suhu tubuh agar tetap stabil dan sesuai dengan kondisi lingkungan melalui plasma darah yang memiliki sifat termoregulasi. Plasma darah dapat menyerap panas yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Plasma darah juga dapat melepaskan panas ke lingkungan melalui kulit dan kelenjar keringat jika suhu tubuh terlalu tinggi.
  • Membuang zat sisa metabolisme. Darah berperan dalam membuang zat sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan atau berbahaya bagi tubuh melalui plasma darah yang mengandung berbagai zat larut. Zat sisa metabolisme yang diangkut oleh darah antara lain adalah urea, asam urat, amonia, bilirubin, dan karbon dioksida. Zat sisa metabolisme ini dibuang melalui organ-organ ekskresi, seperti ginjal, hati, paru-paru, dan kulit.

Golongan Darah

Golongan darah adalah penggolongan darah manusia berdasarkan adanya antigen dan antibodi pada permukaan sel darah merah. Antigen adalah zat yang dapat memicu reaksi imun, sedangkan antibodi adalah protein yang dapat mengikat dan menetralisasi antigen. Antigen dan antibodi pada darah manusia dapat dibedakan menjadi dua sistem utama, yaitu sistem ABO dan sistem rhesus.

  • Sistem ABO. Sistem ABO adalah sistem penggolongan darah berdasarkan adanya antigen A dan antigen B pada permukaan sel darah merah. Ada empat jenis golongan darah dalam sistem ABO, yaitu A, B, AB, dan O. Golongan darah A memiliki antigen A dan antibodi anti-B, golongan darah B memiliki antigen B dan antibodi anti-A, golongan darah AB memiliki antigen A dan B dan tidak memiliki antibodi, dan golongan darah O tidak memiliki antigen dan memiliki antibodi anti-A dan anti-B. Golongan darah O disebut sebagai donor universal, karena dapat mendonorkan darahnya ke semua golongan darah lain. Golongan darah AB disebut sebagai resipien universal, karena dapat menerima darah dari semua golongan darah lain.
  • Sistem rhesus. Sistem rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan adanya antigen rhesus (Rh) pada permukaan sel darah merah. Ada dua jenis golongan darah dalam sistem rhesus, yaitu Rh positif dan Rh negatif. Golongan darah Rh positif memiliki antigen Rh, sedangkan golongan darah Rh negatif tidak memiliki antigen Rh. Golongan darah Rh negatif hanya dapat menerima darah dari golongan darah Rh negatif lain, sedangkan golongan darah Rh positif dapat menerima darah dari golongan darah Rh positif atau Rh negatif.

Golongan darah manusia dapat ditentukan dengan cara melakukan tes darah yang menguji reaksi antara sel darah merah dan serum yang mengandung antibodi. Jika terjadi penggumpalan atau aglutinasi, berarti ada kesesuaian antara antigen dan antibodi. Golongan darah manusia penting untuk diketahui dalam hal transfusi darah atau kehamilan, karena jika terjadi ketidaksesuaian antara golongan darah donor dan resipien, dapat terjadi reaksi imun yang berbahaya.

Kelainan Darah

Darah manusia dapat mengalami beberapa kelainan atau penyakit yang dapat mengganggu fungsi normalnya. Beberapa contoh kelainan atau penyakit darah yang umum terjadi adalah:

  • Anemia. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah menurun di bawah normal. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat, perdarahan, kerusakan sumsum tulang, atau penyakit genetik. Anemia dapat menyebabkan gejala seperti lemas, pucat, sesak napas, jantung berdebar, dan pusing.
  • Hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana darah tidak dapat membeku dengan baik karena kekurangan faktor pembekuan darah. Hemofilia merupakan penyakit genetik yang diturunkan secara resesif dan lebih sering menyerang laki-laki. Hemofilia dapat menyebabkan gejala seperti perdarahan yang sulit berhenti, memar, bengkak, nyeri sendi, dan anemia.
  • Kanker darah. Kanker darah adalah kondisi di mana sel-sel darah abnormal berkembang biak secara tidak terkendali dan mengganggu fungsi sel-sel darah normal. Kanker darah dapat dibagi menjadi tiga jenis utama, yaitu leukemia, limfoma, dan mieloma. Leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih, limfoma adalah kanker yang menyerang kelenjar getah bening, dan mieloma adalah kanker yang menyerang sel plasma. Kanker darah dapat menyebabkan gejala seperti demam, berkeringat, infeksi, perdarahan, anemia, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tulang, dan penurunan berat badan.

Sumber:
(1) Darah – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Darah.
(2) Darah: Pengertian, Komponen, Jenis Golongan, dan Fungsi – Gramedia.com. https://www.gramedia.com/literasi/darah/.
(3) 13 Fungsi Darah Bagi Tubuh Manusia Serta Kelainan pada Darah. https://www.gramedia.com/literasi/fungsi-darah/.
(4) Apa Fungsi Darah untuk Tubuh Manusia? – Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/apa-fungsi-darah-untuk-tubuh-manusia.
(5) Apa Saja Fungsi Komponen Darah & Organ Pembuluh Darah pada Manusia?. https://tirto.id/apa-saja-fungsi-komponen-darah-organ-pembuluh-darah-pada-manusia-gdsL.

Posted in Saintek

Artikel Lainnya