Menu Tutup

Gangguan pada Otot: Penyebab, Gejala, dan Penanganan 

Otot adalah jaringan yang terdiri dari sel-sel yang dapat berkontraksi dan berelaksasi untuk menghasilkan gerakan. Otot memiliki peran penting dalam sistem pergerakan tubuh, serta berbagai fungsi lain, seperti menjaga suhu tubuh, membantu pencernaan, dan mendukung sistem kardiovaskular.

Namun, otot juga dapat mengalami gangguan yang dapat mengganggu fungsi dan kesehatan tubuh. Gangguan pada otot dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera, infeksi, penyakit autoimun, kelainan genetik, atau faktor usia.

Gangguan pada otot dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, seperti nyeri, kelemahan, kaku, kram, atau atrofi. Gangguan pada otot memerlukan penanganan yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa gangguan pada otot dapat sembuh dengan sendirinya, namun ada juga yang membutuhkan pengobatan medis, terapi fisik, atau perubahan gaya hidup. 

Jenis-Jenis Gangguan pada Otot 

Gangguan pada otot dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan penyebab, lokasi, dan dampaknya. Berikut adalah beberapa jenis gangguan pada otot yang umum terjadi: 

Keseleo 

Keseleo adalah gangguan pada otot yang terjadi akibat otot tertarik atau terpelintir secara tiba-tiba atau berlebihan, sehingga menyebabkan kerusakan pada ligamen. Ligamen adalah jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang di sendi. Keseleo biasanya terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau lutut. Gejala keseleo meliputi nyeri, bengkak, memar, dan sulit bergerak pada bagian yang terkena [1]. Penanganan keseleo dapat dilakukan dengan metode RICE (rest, ice, compression, elevation), yaitu mengistirahatkan bagian yang terkena, memberikan kompres es, membungkus dengan perban, dan mengangkat bagian yang terkena lebih tinggi dari jantung. Selain itu, obat pereda nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen, dapat membantu mengurangi rasa sakit. Keseleo biasanya dapat sembuh dalam 2 minggu, namun tergantung pada tingkat keparahannya [1]. 

Atrofi Otot 

Atrofi otot adalah gangguan pada otot yang terjadi akibat penurunan massa atau ukuran otot. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, cedera, penyakit, atau faktor usia. Atrofi otot dapat menyebabkan otot menjadi lemah, tipis, dan mudah lelah. Gejala atrofi otot dapat dilihat dari perbedaan ukuran otot antara satu sisi tubuh dengan sisi lainnya, atau antara anggota tubuh atas dengan bawah. Penanganan atrofi otot tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, maka latihan otot dapat membantu memperkuat dan mempertahankan massa otot. Jika disebabkan oleh cedera, maka perawatan luka dan pemulihan cedera dapat membantu proses penyembuhan. Jika disebabkan oleh penyakit, maka pengobatan penyakit tersebut dapat menghentikan atau memperlambat atrofi otot [2]. 

Distrofi Otot 

Distrofi otot adalah gangguan pada otot yang terjadi akibat kelainan genetik yang mengganggu produksi protein yang dibutuhkan untuk membangun dan menjaga otot. Distrofi otot dapat menyebabkan otot menjadi lemah, rapuh, dan mengalami degenerasi secara bertahap. Gejala distrofi otot dapat bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum distrofi otot adalah kesulitan berjalan, berdiri, atau naik tangga, mudah terjatuh, kesulitan menelan, bernapas, atau berbicara, nyeri atau kram otot, skoliosis, atau pembesaran otot betis. Penanganan distrofi otot belum ada yang dapat menyembuhkan kondisi ini, namun ada beberapa terapi yang dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa terapi tersebut adalah obat-obatan, terapi fisik, terapi okupasi, terapi bicara, terapi pernapasan, dan operasi [3]. 

Miositis 

Miositis adalah gangguan pada otot yang terjadi akibat peradangan pada serat-serat otot. Hal ini dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, atau penyakit autoimun. Miositis dapat menyebabkan otot menjadi lemah, nyeri, dan bengkak. Gejala miositis dapat meliputi kelelahan, demam, ruam kulit, kesulitan bergerak, atau bahkan sulit bernapas. Penanganan miositis tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi, maka antibiotik atau antiviral dapat membantu mengatasi infeksi. Jika disebabkan oleh penyakit autoimun, maka obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid, dapat membantu mengurangi peradangan. Selain itu, terapi fisik dapat membantu memperkuat otot dan meningkatkan mobilitas [4]. 

Pencegahan dan Pengobatan Gangguan pada Otot 

Gangguan pada otot dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti: 

  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau beraktivitas fisik 
  • Menggunakan alat pelindung, seperti sepatu, kaos kaki, atau perban, saat berolahraga atau beraktivitas fisik 
  • Menghindari gerakan yang berlebihan, tiba-tiba, atau tidak biasa pada otot 
  • Mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi, terutama yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin D 
  • Minum air yang cukup untuk menjaga hidrasi otot 
  • Mengistirahatkan otot yang lelah atau cedera 
  • Mengurangi stres dan tidur yang cukup untuk memulihkan otot 

Gangguan pada otot dapat diobati dengan beberapa cara, tergantung pada jenis, penyebab, dan tingkat keparahannya. Beberapa cara pengobatan gangguan pada otot adalah: 

  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti pereda nyeri, antiinflamasi, atau obat spesifik sesuai dengan penyakit yang mendasarinya 
  • Melakukan terapi fisik, seperti latihan otot, pijat, atau stimulasi listrik, untuk memperkuat, meregangkan, atau merelaksasi otot 
  • Melakukan terapi okupasi, seperti belajar cara bergerak, berpakaian, atau melakukan aktivitas sehari-hari dengan cara yang lebih mudah dan nyaman 
  • Melakukan terapi bicara, seperti belajar cara berbicara, menelan, atau bernapas dengan lebih baik 
  • Melakukan terapi pernapasan, seperti menggunakan alat bantu pernapasan, jika otot pernapasan terganggu 
  • Melakukan operasi, seperti memperbaiki ligamen yang robek, memasang alat bantu gerak, atau mengangkat otot yang mengalami kontraktur 

Kesimpulan 

Gangguan pada otot adalah kondisi yang dapat mengganggu fungsi dan kesehatan tubuh. Gangguan pada otot dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera, infeksi, penyakit autoimun, kelainan genetik, atau faktor usia. Gangguan pada otot dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, seperti nyeri, kelemahan, kaku, kram, atau atrofi. Gangguan pada otot memerlukan penanganan yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa gangguan pada otot dapat sembuh dengan send 

Sumber: 

  1. 8 Penyebab Gangguan pada Otot dan Cara Penanganannya 
  1. 7 Jenis Penyakit Kelainan Otot yang Umum Terjadi, Apa Saja? – Good Doctor 
  1. Jelaskan Kelainan Atau Gangguan Yang Dapat Terjadi Pada Otot 
  1. 6 Jenis Penyakit yang Menyerang Otot | Anlene 
Posted in Ragam

Artikel Lainnya