Penelitian merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi dosen sebagai tenaga pendidik di perguruan tinggi. Melalui penelitian, dosen dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Namun, tidak semua dosen memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk melakukan penelitian. Salah satu faktor yang menjadi kendala adalah keterbatasan dana dan fasilitas penelitian.
Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) menyediakan berbagai skema hibah penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh dosen. Salah satu skema hibah penelitian yang ditujukan khusus untuk dosen pemula adalah Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP).
Apa itu Hibah Penelitian Dosen Pemula?
Hibah Penelitian Dosen Pemula adalah hibah penelitian yang bertujuan untuk mengarahkan dan membina kemampuan meneliti dosen pemula, serta menjadi sarana latihan bagi dosen pemula untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah, baik lokal maupun nasional terakreditasi1. Hibah ini bersumber dari dana APBN yang dialokasikan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti.
Skema penelitian yang termasuk dalam PDP adalah:
- Penelitian Dasar
- Penelitian Terapan
- Penelitian Pengembangan
- Penelitian Unggulan Strategis Nasional
- Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional
Manfaat dan Peluang Hibah Penelitian Dosen Pemula
Hibah Penelitian Dosen Pemula menawarkan berbagai manfaat dan peluang bagi dosen muda, antara lain:
- Mendapatkan dana penelitian yang cukup untuk melaksanakan penelitian sesuai dengan bidang ilmu dan minatnya.
- Mendapatkan bimbingan dan dukungan dari tim ahli dan reviewer yang berpengalaman dalam bidang penelitian.
- Mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiahnya, baik di jurnal lokal maupun nasional terakreditasi.
- Mendapatkan pengalaman dan jaringan kerjasama dengan dosen-dosen lain, baik dari perguruan tinggi sendiri maupun dari perguruan tinggi lain, baik dalam negeri maupun luar negeri.
- Mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari pihak-pihak terkait, seperti perguruan tinggi, Ditjen Dikti, Kementerian Riset dan Teknologi, maupun masyarakat umum.
Persyaratan Pengusulan Hibah Penelitian Dosen Pemula
Untuk dapat mengusulkan hibah penelitian dosen pemula, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusul dan anggota tim peneliti, yaitu:
- Pengusul adalah dosen tetap di perguruan tinggi kelompok binaan berdasarkan pada pengelompokan kinerja penelitian perguruan tinggi1.
- Tim peneliti berjumlah 2-3 orang, dengan pendidikan maksimum S-2 dan jabatan fungsional maksimum lektor1.
- Dalam tahun yang sama, tim peneliti hanya diperbolehkan mengusulkan satu proposal penelitian baik sebagai ketua maupun sebagai anggota peneliti1.
- Ketua peneliti tidak sedang menjadi ketua peneliti pada penelitian lain yang dibiayai oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti1.
- Setiap peneliti hanya diperbolehkan mendapatkan hibah penelitian dosen pemula sebanyak dua kali, baik sebagai anggota maupun sebagai ketua peneliti1.
- Usulan penelitian harus relevan dengan bidang ilmu yang ditekuni dan mata kuliah yang diampu1.
Dokumen-dokumen yang harus disiapkan dan diunggah dalam pengusulan hibah penelitian dosen pemula adalah:
- Proposal penelitian yang ditulis sesuai dengan sistematika dan format yang ditentukan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti1.
- Surat pernyataan kesediaan menjadi ketua atau anggota tim peneliti1.
- Surat pernyataan tidak sedang menjadi ketua atau anggota tim peneliti pada penelitian lain yang dibiayai oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian adalah karya asli dan bukan plagiat1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melibatkan bahan berbahaya, bahan beracun, bahan nuklir, atau bahan lain yang dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melanggar etika penelitian, khususnya yang berkaitan dengan hak asasi manusia, hewan, dan tumbuhan1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melibatkan konflik kepentingan1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melibatkan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa atau konflik dengan negara Republik Indonesia1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melibatkan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran hak cipta, paten, merek dagang, atau hak kekayaan intelektual lainnya1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melibatkan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan terorisme, radikalisme, separatisme, atau aktivitas ilegal lainnya1.
- Surat pernyataan bahwa usulan penelitian tidak melibatkan kerjasama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran hukum, khususnya yang berkaitan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme1.
Tips dan Saran untuk Menulis Proposal Penelitian yang Baik dan Menarik
Untuk menulis proposal penelitian yang baik dan menarik, ada beberapa tips dan saran yang dapat diikuti oleh pengusul, yaitu:
- Memilih topik penelitian yang sesuai dengan bidang ilmu, minat, dan kompetensi pengusul, serta memiliki relevansi dan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
- Melakukan studi literatur yang mendalam untuk mengetahui perkembangan terkini dan gap pengetahuan yang ada di bidang penelitian yang dipilih.
- Menyusun rumusan masalah yang jelas, spesifik, dan dapat dijawab melalui penelitian.
- Menyusun tujuan penelitian yang sesuai dengan rumusan masalah dan dapat diukur pencapaiannya.
- Menyusun hipotesis atau pertanyaan penelitian yang logis, konsisten, dan dapat diuji kebenarannya.
- Menyusun kerangka teori atau konseptual yang mendukung hipotesis atau pertanyaan penelitian.
- Menyusun metodologi penelitian yang sesuai dengan jenis dan sifat penelitian, serta dapat menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian.
- Menyusun rencana anggaran biaya yang realistis dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia.
- Menyusun rencana luaran penelitian yang sesuai dengan skema hibah penelitian dosen pemula.
- Menyusun jadwal kegiatan penelitian yang terstruktur dan terukur sesuai dengan durasi penelitian.
- Menulis proposal penelitian dengan bahasa yang baik, benar, jelas, lugas, dan komunikatif.
- Menggunakan referensi yang relevan, mutakhir, dan kredibel dari sumber-sumber ilmiah.
- Mengutip referensi dengan cara yang tepat dan etis sesuai dengan aturan penulisan ilmiah yang berlaku.
- Menyertakan lampiran-lampiran yang diperlukan, seperti surat pernyataan, surat izin etik, surat izin kerjasama, daftar riwayat hidup, dan lain-lain.
Luaran Penelitian Hibah Penelitian Dosen Pemula
Luaran penelitian yang diharapkan dari hibah penelitian dosen pemula adalah:
- Artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, baik lokal maupun nasional terakreditasi, sesuai dengan skema hibah penelitian dosen pemula yang diikuti.
- Buku atau bab buku yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan dipublikasikan oleh penerbit terakreditasi.
- Hak cipta, paten, atau hak kekayaan intelektual lainnya yang didaftarkan berdasarkan hasil penelitian.
- Prototipe, produk, atau teknologi yang dihasilkan dari penelitian dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
- Laporan akhir penelitian yang disusun sesuai dengan format dan pedoman yang ditentukan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti.
Kriteria dan standar kualitas luaran penelitian yang harus dipenuhi adalah:
- Artikel ilmiah harus sesuai dengan standar kualitas jurnal ilmiah yang dituju, baik dari segi isi, bahasa, format, maupun etika.
- Buku atau bab buku harus sesuai dengan standar kualitas penerbit terakreditasi, baik dari segi isi, bahasa, format, maupun etika.
- Hak cipta, paten, atau hak kekayaan intelektual lainnya harus sesuai dengan standar kualitas dan prosedur yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.
- Prototipe, produk, atau teknologi harus sesuai dengan standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.
- Laporan akhir penelitian harus sesuai dengan standar kualitas dan format yang ditetapkan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti.
Tips dan Saran untuk Menulis Artikel Ilmiah yang Baik dan Sesuai dengan Jurnal yang Dituju
Untuk menulis artikel ilmiah yang baik dan sesuai dengan jurnal ilmiah yang dituju, ada beberapa tips dan saran yang dapat diikuti oleh peneliti, yaitu:
- Memilih jurnal ilmiah yang relevan dengan bidang ilmu dan topik penelitian, serta memiliki reputasi dan akreditasi yang baik.
- Mempelajari pedoman penulisan dan format artikel ilmiah yang ditetapkan oleh jurnal ilmiah tersebut.
- Menyusun struktur artikel ilmiah yang terdiri dari judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka, dan lampiran (jika ada).
- Menulis judul artikel ilmiah yang menarik, informatif, dan mencerminkan isi artikel.
- Menulis abstrak artikel ilmiah yang ringkas, jelas, dan mencakup latar belakang masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, hasil utama penelitian, dan implikasi penelitian.
- Menulis kata kunci artikel ilmiah yang merepresentasikan konsep-konsep penting dalam artikel.
- Menulis pendahuluan artikel ilmiah yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis atau pertanyaan penelitian (jika ada), kerangka teori atau konseptual (jika ada), serta signifikansi dan batasan penelitian.
- Menulis tinjauan pustaka artikel ilmiah yang memuat ulasan kritis terhadap literatur-literatur relevan dengan topik penelitian.
- Menulis metodologi penelitian artikel ilmiah yang memuat rancangan penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, serta validitas dan reliabilitas data.
- Menulis hasil dan pembahasan artikel ilmiah yang memuat temuan-temuan penelitian, interpretasi dan analisis data, serta perbandingan dengan literatur-literatur terkait.
- Menulis kesimpulan dan saran artikel ilmiah yang memuat ringkasan hasil penelitian, jawaban atas rumusan masalah atau hipotesis atau pertanyaan penelitian, implikasi teoritis dan praktis penelitian, serta saran untuk penelitian selanjutnya.
- Menulis daftar pustaka artikel ilmiah yang memuat semua referensi yang dikutip dalam artikel sesuai dengan aturan penulisan ilmiah yang berlaku.
- Menulis lampiran artikel ilmiah yang memuat dokumen-dokumen pendukung penelitian, seperti kuesioner, tabel, gambar, grafik, kode program, dan lain-lain (jika ada).
- Menulis artikel ilmiah dengan bahasa yang baik, benar, jelas, lugas, dan komunikatif.
- Menggunakan referensi yang relevan, mutakhir, dan kredibel dari sumber-sumber ilmiah.
- Mengutip referensi dengan cara yang tepat dan etis sesuai dengan aturan penulisan ilmiah yang berlaku.
- Menyunting dan merevisi artikel ilmiah sebelum mengirimkannya ke jurnal ilmiah.