Perbankan adalah salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Perbankan menyediakan berbagai layanan keuangan bagi masyarakat, seperti menabung, mengirim uang, membayar tagihan, meminjam uang, dan lain-lain. Perbankan juga berperan dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.
Namun, perbankan juga menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, terutama di era digital saat ini. Keamanan data perbankan menjadi hal yang sangat krusial, karena data tersebut berisi informasi pribadi dan rahasia nasabah dan bank. Jika data tersebut bocor atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi nasabah dan bank.
Ancaman Keamanan Data Perbankan
Ada beberapa jenis ancaman keamanan data perbankan yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Phishing. Phishing adalah suatu tindakan penipuan dengan mengatasnamakan bank untuk memperoleh informasi seperti user ID, password, PIN, nomor kartu kredit, nomor rekening dan informasi penting lainnya dari nasabah1. Biasanya, phishing dilakukan melalui email, telepon, SMS, atau situs web palsu yang menyerupai situs web resmi bank.
- Malware. Malware adalah perangkat lunak jahat yang dapat menginfeksi komputer atau perangkat seluler nasabah dan mencuri data perbankan mereka. Malware dapat masuk melalui unduhan file, klik tautan, atau instalasi aplikasi yang tidak terpercaya. Malware dapat merekam aktivitas online nasabah, mengubah isi halaman web, atau mengalihkan transaksi ke rekening lain.
- Pencurian data. Pencurian data adalah suatu tindakan mencuri data perbankan dari sumber internal atau eksternal bank. Pencurian data dapat dilakukan oleh hacker yang menembus sistem keamanan bank, karyawan bank yang tidak jujur, atau pihak ketiga yang bekerja sama dengan bank. Pencurian data dapat mengakibatkan pelanggaran privasi, pencurian identitas, atau penyalahgunaan dana nasabah.
- DDOS. DDOS adalah singkatan dari Distributed Denial of Service, yaitu suatu serangan siber yang bertujuan untuk mengganggu atau menghentikan layanan online bank dengan mengirimkan lalu lintas data yang sangat besar dan berlebihan ke server bank2. DDOS dapat menyebabkan lambatnya akses ke situs web atau aplikasi bank, atau bahkan membuatnya tidak bisa diakses sama sekali.
Cara Mengatasi Ancaman Keamanan Data Perbankan
Untuk mengatasi ancaman keamanan data perbankan, diperlukan kerjasama antara bank dan nasabah. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak:
Bank
- Bank harus menerapkan sistem keamanan digital yang kuat dan terintegrasi untuk melindungi data perbankannya dari serangan siber. Sistem keamanan digital meliputi penggunaan enkripsi data, firewall, antivirus, otentikasi dua faktor, pemantauan aktivitas jaringan, dan lain-lain3.
- Bank harus melakukan pembaruan dan peningkatan secara berkala terhadap sistem keamanannya untuk mengantisipasi perkembangan teknologi dan ancaman baru. Bank juga harus melakukan pengujian dan simulasi terhadap sistem keamanannya untuk mengevaluasi kinerja dan kelemahannya4.
- Bank harus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada nasabah tentang cara-cara bertransaksi secara aman dan bijak melalui kanal digital. Bank juga harus memberikan informasi tentang jenis-jenis penipuan perbankan yang sering terjadi dan cara menghindarinya1.
- Bank harus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti regulator, asosiasi perbankan, penyedia layanan teknologi, lembaga penegak hukum, dan media massa untuk mencegah dan menangani kasus-kasus keamanan data perbankan. Bank juga harus melaporkan dan menindaklanjuti setiap insiden keamanan data perbankan yang terjadi4.
Nasabah
- Nasabah harus menjaga kerahasiaan data perbankannya, seperti user ID, password, PIN, nomor kartu kredit, nomor rekening, dan informasi penting lainnya. Nasabah tidak boleh memberikan data tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank1.
- Nasabah harus berhati-hati dalam bertransaksi melalui kanal digital, seperti situs web, aplikasi, email, telepon, atau SMS. Nasabah harus memastikan bahwa kanal tersebut resmi dan aman dari bank. Nasabah juga harus menghindari klik tautan, unduh file, atau instal aplikasi yang mencurigakan atau tidak terpercaya1.
- Nasabah harus memeriksa dan memantau aktivitas rekening dan transaksi perbankannya secara rutin. Nasabah harus segera melaporkan kepada bank jika menemukan hal-hal yang aneh atau tidak sesuai dengan transaksi yang dilakukan. Nasabah juga harus mengganti user ID, password, PIN, atau nomor kartu kredit secara berkala1.
- Nasabah harus mengikuti edukasi dan sosialisasi yang diberikan oleh bank tentang keamanan data perbankan. Nasabah juga harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman-ancaman keamanan data perbankan yang ada1.
Kesimpulan
Keamanan data perbankan adalah hal yang sangat penting untuk dijaga oleh bank dan nasabah. Keamanan data perbankan dapat terancam oleh berbagai jenis serangan siber, seperti phishing, malware, pencurian data, atau DDOS. Untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut, diperlukan kerjasama antara bank dan nasabah dalam menerapkan sistem keamanan digital yang kuat dan terintegrasi, melakukan pembaruan dan peningkatan secara berkala, memberikan edukasi dan sosialisasi kepada nasabah, serta bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.
Sumber:
(1) Tips Keamanan Perbankan – Bank Mega. https://bankmega.com/id/tips-keamanan-perbankan/.
(2) OJK Ungkap Ancaman Besar Perbankan Zaman Now, Apa Itu? – CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210923164129-37-278707/ojk-ungkap-ancaman-besar-perbankan-zaman-now-apa-itu.
(3) Ancaman keamanan data bank dan cara mengatasinya – Lintasarta. https://blog.lintasarta.net/article/cara-mengatasi-keamanan-data-bank.
(4) Perkuat Sistem Keamanan Digital, Perbankan Berlomba Siapkan Belanja IT. https://money.kompas.com/read/2021/06/23/142734626/perkuat-sistem-keamanan-digital-perbankan-berlomba-siapkan-belanja-it.