Menu Tutup

Kelebihan dan Kekurangan Era Orde Baru

Kelebihan dan Kekurangan Era Orde Baru

Era orde baru adalah masa pemerintahan Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, yang berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Era ini dimulai dengan dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) oleh Presiden Soekarno, yang menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto untuk mengatasi krisis politik dan ekonomi yang disebabkan oleh peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Era ini berakhir dengan mundurnya Soeharto dari jabatannya akibat tekanan reformasi yang dipicu oleh krisis moneter dan sosial pada tahun 1997-1998.

Era orde baru memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hak asasi manusia. Berikut adalah pembahasan lengkap tentang kelebihan dan kekurangan era orde baru:

Kelebihan Era Orde Baru

Stabilitas Politik

Salah satu kelebihan era orde baru adalah stabilitas politik yang tercipta selama masa pemerintahannya. Soeharto berhasil menumpas pemberontakan-pemberontakan yang mengancam kesatuan dan keutuhan bangsa, seperti pemberontakan G30S/PKI, pemberontakan DI/TII, pemberontakan PRRI/Permesta, dan pemberontakan RMS. Soeharto juga berhasil mengendalikan partai-partai politik dan organisasi-organisasi massa yang berpotensi menimbulkan konflik ideologi, seperti PKI, NU, Muhammadiyah, PNI, dan lain-lain. Soeharto juga menerapkan sistem demokrasi pancasila, yang mengutamakan konsensus dan musyawarah daripada konfrontasi dan oposisi.

Stabilitas politik ini memungkinkan pemerintah untuk fokus pada pembangunan nasional di berbagai bidang, tanpa terganggu oleh gangguan-gangguan dari dalam maupun luar negeri. Stabilitas politik ini juga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Pertumbuhan Ekonomi

Kelebihan lain dari era orde baru adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabil selama masa pemerintahannya. Soeharto berhasil memulihkan kondisi ekonomi Indonesia yang hancur akibat krisis ekonomi pada masa orde lama. Soeharto juga berhasil menjalin kerjasama dengan negara-negara donor dan lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti IMF, Bank Dunia, ADB, dan lain-lain. Soeharto juga berhasil menarik investasi asing dan swasta nasional untuk membangun sektor-sektor produktif, seperti industri, pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, pariwisata, dan lain-lain.

Pertumbuhan ekonomi ini menghasilkan peningkatan pendapatan per kapita Indonesia dari sekitar $70 pada tahun 1968 menjadi lebih dari $1000 pada tahun 19961. Pertumbuhan ekonomi ini juga menghasilkan penurunan angka kemiskinan dari sekitar 60% pada tahun 1970 menjadi sekitar 11% pada tahun 19962. Pertumbuhan ekonomi ini juga menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain.

Pembangunan Nasional

Kelebihan selanjutnya dari era orde baru adalah pembangunan nasional yang cukup pesat dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Soeharto berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Beberapa program pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah orde baru antara lain adalah:

  • Program swasembada pangan, yang berhasil meningkatkan produksi pangan nasional dengan menerapkan revolusi hijau, yaitu penggunaan bibit unggul, pupuk, pestisida, irigasi, dan mekanisasi pertanian. Program ini berhasil membuat Indonesia swasembada beras pada tahun 19843.
  • Program transmigrasi, yang bertujuan untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Bali, serta memanfaatkan lahan-lahan kosong di luar Jawa dan Bali. Program ini berhasil memindahkan sekitar 7 juta jiwa penduduk dari Jawa dan Bali ke daerah-daerah transmigrasi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua4.
  • Program wajib belajar 9 tahun, yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dasar bagi seluruh anak usia sekolah di Indonesia. Program ini berhasil meningkatkan angka partisipasi sekolah dari sekitar 70% pada tahun 1970 menjadi sekitar 90% pada tahun 19965. Program ini juga berhasil menurunkan angka buta huruf dari sekitar 40% pada tahun 1970 menjadi sekitar 10% pada tahun 19966.
  • Program keluarga berencana (KB), yang bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk Indonesia yang terlalu cepat. Program ini berhasil menurunkan angka kelahiran dari sekitar 40 per 1000 penduduk pada tahun 1970 menjadi sekitar 23 per 1000 penduduk pada tahun 1996. Program ini juga berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan dari sekitar 600 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1970 menjadi sekitar 200 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1996.

Kekurangan Era Orde Baru

Otoritarianisme

Salah satu kekurangan era orde baru adalah otoritarianisme yang ditunjukkan oleh pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya. Soeharto memegang kendali penuh atas semua lembaga negara, seperti eksekutif, legislatif, yudikatif, militer, birokrasi, dan media massa. Soeharto juga membatasi ruang gerak partai-partai politik dan organisasi-organisasi masyarakat sipil yang berbeda pandangan dengan pemerintah. Soeharto juga menekan setiap bentuk kritik dan protes yang dianggap mengancam stabilitas pemerintahan.

Otoritarianisme ini mengakibatkan tidak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Otoritarianisme ini juga mengakibatkan tidak adanya partisipasi dan representasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Otoritarianisme ini juga mengakibatkan tidak adanya check and balance antara lembaga-lembaga negara.

Korupsi

Kekurangan lain dari era orde baru adalah korupsi yang merajalela di berbagai lini pemerintahan. Soeharto dan keluarganya diduga terlibat dalam berbagai kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merugikan keuangan negara. Soeharto dan keluarganya juga diduga memiliki kekayaan yang tidak sesuai dengan penghasilannya sebagai pejabat negara. Soeharto dan keluarganya juga diduga menguasai berbagai bisnis dan usaha di berbagai sektor ekonomi.

Korupsi ini mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar, yang diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah. Korupsi ini juga mengakibatkan ketimpangan sosial yang semakin lebar antara golongan kaya dan miskin. Korupsi ini juga mengakibatkan rendahnya kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Kekurangan selanjutnya dari era orde baru adalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi selama era orde baru. Soeharto dan aparatnya diduga bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM yang menimbulkan korban jiwa dan penderitaan bagi masyarakat. Beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi antara lain adalah:

  • Pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI dan kelompok-kelompok sosialis pada tahun 1965-1966, yang diperkirakan menewaskan sekitar 500 ribu hingga 3 juta orang .
  • Penangkapan, penahanan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap aktivis-aktivis mahasiswa, buruh, petani, dan lain-lain yang menentang pemerintah pada berbagai peristiwa, seperti Tragedi Malari 1974, Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, Lampung 1991, dan lain-lain .
  • Penganiayaan, pengusiran, dan pembunuhan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia pada berbagai peristiwa, seperti G30S/PKI 1965, Malari 1974, Glodok 1998, dan lain-lain .
  • Penindasan, diskriminasi, dan pelanggaran hak-hak dasar terhadap masyarakat adat dan minoritas di berbagai daerah, seperti Papua, Aceh, Timor Timur, Kalimantan, dan lain-lain .

Pelanggaran HAM ini mengakibatkan hilangnya rasa keadilan dan kemanusiaan di masyarakat Indonesia. Pelanggaran HAM ini juga mengakibatkan trauma psikologis dan fisik bagi para korban dan keluarganya. Pelanggaran HAM ini juga mengakibatkan tidak adanya pengakuan dan pemulihan hak-hak para korban dan keluarganya.

Kesimpulan

Era orde baru adalah masa pemerintahan Indonesia yang memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dilihat dari berbagai aspek. Kelebihan era orde baru antara lain adalah stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional. Kekurangan era orde baru antara lain adalah otoritarianisme, korupsi, dan pelanggaran HAM. Era orde baru merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang harus dipelajari dengan objektif dan kritis agar dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya.

Sumber:
(1) 16 Kelebihan dan Kekurangan Orde Baru Pada Masa Kebijakannya. guruppkn.com
(2) Sejarah Kelahiran, Kekurangan, dan Kelebihan Era Orde Baru yang Perlu …. buku.kompas.com
(3) Kelebihan dan Kelemahan Era Orde Baru Indonesia – Materi Sejarah Kelas 12. bing.com
(4) Kelebihan dan Kelemahan Era Orde Baru Indonesia – Materi Sejarah Kelas 12. zenius.net
(5) Kelebihan dan Kekurangan Pada Masa Pemerintahan Orde Baru. belajarsam.com
(6) Perbandingan Keunggulan dan Kelemahan Orde Lama, Orde Baru dan Era …. academia.edu

Posted in Ragam

Artikel Lainnya