Kurikulum Merdeka adalah salah satu inisiatif pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi diri mereka secara optimal, sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka. Kurikulum Merdeka juga diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki karakter dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan apa itu Kurikulum Merdeka, bagaimana cara memahaminya, dan menjawab pertanyaan utama: Kurikulum Merdeka mulai dari kelas berapa? Artikel ini bersumber dari informasi yang saya dapatkan dari situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan beberapa media online terkait.
Karakteristik Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
- Pengembangan soft skills dan karakter. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan keterampilan lunak (soft skills) dan karakter peserta didik, seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kritis, mandiri, inovatif, adaptif, dan berintegritas. Soft skills dan karakter ini dianggap sebagai modal dasar untuk menghadapi tantangan masa depan.
- Fokus pada materi esensial. Kurikulum Merdeka memfokuskan pembelajaran pada materi esensial yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Materi esensial adalah materi yang bersifat fundamental, universal, dan kontekstual. Materi esensial juga harus dapat mengembangkan literasi dasar peserta didik, seperti literasi baca tulis hitung (BTH), literasi digital, literasi lingkungan, literasi sosial budaya, dan literasi keuangan.
- Pembelajaran yang fleksibel. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih jalur pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Peserta didik dapat mengambil mata pelajaran pilihan atau kejuruan sesuai dengan bidang keilmuan atau profesi yang diminati. Peserta didik juga dapat melakukan pembelajaran lintas jenjang atau lintas satuan pendidikan sesuai dengan kemampuan mereka.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Salah satu kegiatan kokurikuler yang menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka adalah projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek ini bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memiliki nilai-nilai Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan melalui tiga tahap:
- Tahap eksplorasi. Peserta didik melakukan eksplorasi tentang nilai-nilai Pancasila melalui berbagai sumber belajar, seperti buku, media sosial, film, lagu, atau tokoh inspiratif.
- Tahap ekspresi. Peserta didik mengekspresikan hasil eksplorasi mereka melalui berbagai bentuk karya, seperti tulisan, gambar, video, poster, atau lagu.
- Tahap ekspansi. Peserta didik menyebarluaskan hasil ekspresi mereka kepada masyarakat luas melalui berbagai media komunikasi, seperti blog, YouTube, Instagram, atau TikTok.
Alur Memahami Kurikulum Merdeka
Untuk memahami Kurikulum Merdeka secara lebih mendalam, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan:
- Memahami garis besar Kurikulum Merdeka. Garis besar Kurikulum Merdeka adalah dokumen yang menjelaskan visi, misi, tujuan, prinsip-prinsip dasar, struktur kurikuler (mata pelajaran wajib dan pilihan), beban belajar (jumlah jam pelajaran per minggu), dan standar kompetensi lulusan (SKL) Kurikulum Merdeka. Garis besar Kurikulum Merdeka dapat diunduh dari situs resmi Kemendikbudristek.
- Memahami pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka adalah proses yang dilakukan oleh guru dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam garis besar Kurikulum Merdeka. Pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka harus mengacu pada prinsip-prinsip pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), serta menggunakan berbagai metode, media, dan sumber belajar yang bervariasi. Pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka juga harus melibatkan peserta didik secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri.
- Mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP). KOSP adalah dokumen yang disusun oleh satuan pendidikan untuk mengoperasionalkan garis besar Kurikulum Merdeka sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan potensi satuan pendidikan. KOSP harus memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, program, kegiatan, sumber daya, evaluasi, dan perbaikan kurikulum di satuan pendidikan. KOSP juga harus memperhatikan aspek-aspek seperti konteks lokal, budaya, lingkungan, dan kearifan lokal.
- Mengembangkan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah kegiatan kokurikuler yang harus dilakukan oleh peserta didik dalam rangka menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Projek penguatan profil pelajar Pancasila harus disusun oleh guru bersama dengan peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik. Projek penguatan profil pelajar Pancasila harus memuat tujuan, sasaran, strategi, program, kegiatan, sumber daya, evaluasi, dan perbaikan projek.
Kurikulum Merdeka Mulai dari Kelas Berapa?
Setelah memahami karakteristik, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan alur memahami Kurikulum Merdeka, kita dapat menjawab pertanyaan utama: Kurikulum Merdeka mulai dari kelas berapa?
Menurut informasi yang saya dapatkan dari situs resmi Kemendikbudristek dan beberapa media online , berikut adalah jawabannya:
- Kurikulum Merdeka pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 dan bersifat opsional. Artinya, satuan pendidikan dapat memilih apakah akan menerapkan Kurikulum Merdeka atau tidak.
- Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Artinya, tidak ada batasan kelas tertentu untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.
- Satuan pendidikan dapat menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Artinya, satuan pendidikan dapat menyesuaikan Kurikulum Merdeka dengan kondisi dan kebutuhan mereka.