Menu Tutup

Pengawet Makanan dan Minuman: Apa Saja Jenis, Fungsi, dan Dampaknya bagi Kesehatan?

Pengawet makanan dan minuman adalah zat aditif yang ditambahkan untuk mencegah dan menghambat terjadinya proses pembusukan, pengasaman, dan penguraian oleh mikroorganisme1. Pengawet makanan dan minuman diperlukan karena pada dasarnya makanan atau minuman memiliki daya tahan yang rendah atau mudah busuk dan mudah rusak1. Pengawet makanan dan minuman dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pengawet alami dan pengawet buatan.

Pengawet Alami

Pengawet alami adalah pengawet yang berasal dari alam, seperti rempah-rempah, garam, gula, asam, dan lain-lain. Pengawet alami biasanya memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antijamur, atau antiradang yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan makanan dan minuman. Pengawet alami juga dapat memberikan rasa, aroma, dan warna yang khas pada makanan dan minuman. Beberapa contoh pengawet alami yang sering digunakan adalah:

  • Kunyit: Kunyit adalah rempah yang memiliki sifat antibiotik, antioksidan, antikanker, dan antiradang yang sangat tinggi2. Kunyit dapat digunakan untuk mengawetkan tahu, tempe, ikan, dan daging. Kunyit juga dapat memberikan warna kuning yang menarik pada makanan.
  • Asam Sitrat: Asam sitrat adalah zat asam yang banyak terdapat dalam buah-buahan, seperti jeruk, lemon, dan nanas. Asam sitrat dapat digunakan untuk mengawetkan buah-buahan, selai, jeli, sirup, dan minuman. Asam sitrat dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri, serta memberikan rasa asam yang segar pada makanan dan minuman.
  • Garam: Garam adalah bahan pengawet alami yang paling umum dan murah. Garam dapat digunakan untuk mengawetkan ikan, daging, sayuran, dan keju. Garam dapat menarik air dari makanan dan minuman, sehingga mengurangi aktivitas air yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk berkembang. Garam juga dapat memberikan rasa gurih pada makanan dan minuman.

Pengawet Buatan

Pengawet buatan adalah pengawet yang dibuat di pabrik, biasanya berupa senyawa kimia. Pengawet buatan dapat digunakan untuk mengawetkan makanan dan minuman yang sulit diawetkan dengan pengawet alami, atau yang membutuhkan waktu penyimpanan yang lama. Pengawet buatan juga dapat memberikan kualitas, tekstur, dan penampilan yang lebih baik pada makanan dan minuman. Namun, pengawet buatan harus digunakan dengan hati-hati, karena beberapa di antaranya dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Beberapa contoh pengawet buatan yang sering digunakan adalah:

  • Asam Benzoat: Asam benzoat adalah zat pengawet buatan yang paling banyak digunakan, terutama untuk mengawetkan minuman ringan, saus, selai, dan acar. Asam benzoat dapat menghambat pertumbuhan bakteri, ragi, dan kapang pada makanan dan minuman. Asam benzoat juga dapat memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. Namun, asam benzoat dapat bereaksi dengan vitamin C dan membentuk benzene, yang merupakan zat karsinogenik3.
  • Asam Sorbat: Asam sorbat adalah zat pengawet buatan yang efektif untuk mengawetkan makanan dan minuman yang bersifat asam, seperti keju, yoghurt, roti, kue, dan minuman buah. Asam sorbat dapat menghambat pertumbuhan jamur dan ragi pada makanan dan minuman. Asam sorbat juga dapat memberikan rasa asam yang ringan pada makanan dan minuman. Namun, asam sorbat dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti gatal, ruam, atau sesak napas pada beberapa orang3.
  • Sulfit: Sulfit adalah zat pengawet buatan yang dapat digunakan untuk mengawetkan buah-buahan, sayuran, daging, dan minuman anggur. Sulfit dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, serta mencegah perubahan warna dan rasa pada makanan dan minuman. Sulfit juga dapat memberikan rasa asam yang kuat pada makanan dan minuman. Namun, sulfit dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, seperti asma, sakit kepala, mual, atau syok anafilaksis pada beberapa orang3.

Dampak Pengawet Makanan dan Minuman

Pengawet makanan dan minuman memiliki dampak positif dan negatif bagi kesehatan manusia. Dampak positifnya adalah dapat memperpanjang masa simpan, meningkatkan kualitas, dan mencegah keracunan makanan dan minuman. Dampak negatifnya adalah dapat menimbulkan efek samping, seperti alergi, iritasi, gangguan pencernaan, kerusakan organ, atau bahkan kanker. Oleh karena itu, penggunaan pengawet makanan dan minuman harus sesuai dengan aturan dan takaran yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan. Selain itu, konsumen juga harus berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pengawet, serta membaca label kemasan dengan teliti.

Sumber:
(1) Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman – Belajar Mipa. https://belajarmipa.com/zat-kimia-sebagai-pengawet-makanan-dan-minuman/.
(2) 30 Jenis Pengawet Makanan yang Aman dan Berbahaya – HaloSehat. https://halosehat.com/farmasi/aditif/pengawet-makanan.
(3) 7 Jenis Bahan Pengawet Makanan yang Aman Dikonsumsi – Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/7-jenis-bahan-pengawet-makanan-yang-aman-dikonsumsi.
(4) 10 Contoh Zat Pengawet Buatan untuk Makanan dan Minuman yang Aman …. https://kumparan.com/ragam-info/10-contoh-zat-pengawet-buatan-untuk-makanan-dan-minuman-yang-aman-dikonsumsi-216nsjSNIWB.
(5) 7 Teknik Pengawetan Makanan, Apa Saja? – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6295010/7-teknik-pengawetan-makanan-apa-saja.

Posted in Saintek

Artikel Lainnya