Menu Tutup

Latar Belakang Lahirnya Orde Baru

Orde baru adalah istilah yang digunakan untuk menyebut masa pemerintahan Presiden Soeharto yang berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Orde baru lahir sebagai reaksi terhadap berbagai krisis yang melanda Indonesia pada masa orde lama di bawah Presiden Soekarno. Latar belakang lahirnya orde baru dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Artikel ini akan membahas masing-masing aspek tersebut secara singkat.

Politik

Salah satu faktor politik yang melatarbelakangi lahirnya orde baru adalah terjadinya peristiwa G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. Peristiwa ini merupakan upaya kudeta yang dilakukan oleh sekelompok anggota militer yang diduga berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menggulingkan Presiden Soekarno. Dalam peristiwa ini, tujuh perwira tinggi Angkatan Darat dibunuh dan jasad mereka dibuang ke sebuah sumur di Lubang Buaya. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan dan kepanikan di kalangan rakyat dan militer, terutama karena PKI dituduh sebagai dalang di baliknya1.

Peristiwa G30S/PKI juga memicu tindakan keras dari pihak militer yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Soeharto mengambil alih kendali keamanan negara dan melakukan pembersihan terhadap anggota-anggota PKI dan simpatisannya. Estimasi jumlah korban tewas akibat pembersihan ini bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan orang2. Pembersihan ini juga melibatkan partisipasi dari kelompok-kelompok sipil seperti mahasiswa, pemuda, organisasi Islam, dan lain-lain1.

Selain itu, faktor politik lain yang melatarbelakangi lahirnya orde baru adalah adanya penentangan terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Soekarno yang dianggap menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Beberapa kebijakan tersebut antara lain adalah:

  • Pembentukan Kabinet Dwikora (Dwi Komando Rakyat) pada tahun 1964 yang berisi anggota-anggota PKI dan partai-partai sayap kiri lainnya. Kabinet ini bertujuan untuk menghadapi konfrontasi dengan Malaysia dan mendukung gerakan revolusioner di Asia, Afrika, dan Amerika Latin3.
  • Penerapan Demokrasi Terpimpin yang membatasi peran lembaga-lembaga demokratis seperti parlemen, partai politik, pers, dan organisasi masyarakat. Presiden Soekarno juga menetapkan dirinya sebagai pemimpin tunggal bangsa dengan gelar Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis)3.
  • Pengumuman Manifesto Politik (Manipol) pada tahun 1960 yang menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi tunggal bangsa Indonesia dan bahwa semua organisasi harus menerima asas tunggal Pancasila. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan kelompok-kelompok Islam yang ingin menerapkan asas Islam3.

Akibat kebijakan-kebijakan tersebut, muncul berbagai gerakan oposisi terhadap Presiden Soekarno, seperti:

  • Pembentukan Front Pancasila pada tahun 1965 yang merupakan koalisi dari partai-partai nasionalis dan agama yang menolak komunisme dan menuntut kembali ke UUD 19453.
  • Pelaksanaan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) pada tahun 1966 yang merupakan aksi demonstrasi dari mahasiswa dan pemuda yang menuntut pembubaran PKI, perombakan Kabinet Dwikora, dan penurunan harga-harga3.
  • Penerbitan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966 yang merupakan surat perintah dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban negara. Surat ini kemudian dimanfaatkan oleh Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno3.

Ekonomi

Faktor ekonomi yang melatarbelakangi lahirnya orde baru adalah kondisi perekonomian Indonesia yang memburuk pada masa orde lama. Beberapa indikator yang menunjukkan hal ini antara lain adalah:

  • Tingginya inflasi yang mencapai 600% pada tahun 1965 dan 650% pada tahun 19663.
  • Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari Rp 45 pada tahun 1950 menjadi Rp 11.400 pada tahun 19653.
  • Menyusutnya cadangan devisa dari US$ 415 juta pada tahun 1957 menjadi US$ 50 juta pada tahun 19653.
  • Meningkatnya utang luar negeri dari US$ 1,8 miliar pada tahun 1957 menjadi US$ 2,3 miliar pada tahun 19653.
  • Berkurangnya produksi dan ekspor komoditas utama seperti minyak, karet, kopi, teh, dan timah akibat nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing dan kurangnya investasi3.
  • Bertambahnya pengangguran dan kemiskinan di kalangan rakyat akibat stagnasi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan3.

Kondisi perekonomian yang memburuk ini menyebabkan rakyat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini juga menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik yang berpotensi menimbulkan konflik dan kekerasan. Oleh karena itu, salah satu tujuan utama orde baru adalah untuk memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia dengan melakukan berbagai reformasi dan pembangunan.

Sosial

Faktor sosial yang melatarbelakangi lahirnya orde baru adalah adanya konflik-konflik sosial yang terjadi di Indonesia pada masa orde lama. Konflik-konflik ini antara lain adalah:

  • Konflik antara kelompok-kelompok etnis, agama, dan daerah yang disebabkan oleh perbedaan pandangan politik, ekonomi, budaya, dan sejarah. Beberapa contoh konflik ini antara lain adalah pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh; pemberontakan PRRI/Permesta (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta) di Sumatera dan Sulawesi; pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) di Maluku; dan pemberontakan GPK (Gerakan Pembebasan Kalimantan) di Kalimantan3.
  • Konflik antara golongan kiri dan kanan yang disebabkan oleh perbedaan ideologi politik, terutama antara komunisme dan anti-komunisme. Konflik ini mencapai puncaknya pada peristiwa G30S/PKI dan pembersihan massal terhadap anggota-anggota PKI dan simpatisannya1.
  • Konflik antara rakyat dan pemerintah yang disebabkan oleh ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Soekarno yang dianggap menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945, serta menimbulkan krisis ekonomi dan sosial. Konflik ini mencapai puncaknya pada aksi Tritura yang menuntut pembubaran PKI, perombakan Kabinet Dwikora, dan penurunan harga-harga3.

Konflik-konflik sosial ini menimbulkan banyak korban jiwa, kerusakan materiil, serta trauma psikologis bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, salah satu tujuan utama orde baru adalah untuk menciptakan kestabilan dan kesatuan nasional dengan menghapuskan konflik-konflik sosial dan mengedepankan asas Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu).

Budaya

Faktor budaya yang melatarbelakangi lahirnya orde baru adalah adanya keinginan untuk membangun identitas nasional yang kuat dan bersatu di tengah-tengah keragaman budaya yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara:

  • Mempromosikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah hidup bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur dari berbagai budaya Indonesia.
  • Mendorong pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional yang berakar pada kebudayaan daerah dan menghargai keanekaragaman budaya.
  • Melakukan pembangunan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
  • Melakukan pembangunan informasi dan komunikasi yang bertujuan untuk menyebarkan informasi yang positif, konstruktif, dan edukatif kepada masyarakat Indonesia.

Sumber:
(1) 7 Faktor Yang Melatarbelakangi Lahirnya Orde Baru – Freedomsiana. https://www.freedomsiana.id/faktor-yang-melatarbelakangi-lahirnya-orde-baru/.
(2) Latar Belakang Lahirnya Orde Baru – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/04/090000779/latar-belakang-lahirnya-orde-baru.
(3) Masa Orde Baru: Latar Belakang, Sistem Pemerintah dan … – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6042076/masa-orde-baru-latar-belakang-sistem-pemerintah-dan-penyebab-jatuhnya.
(4) Berikut ini yang merupakan latar belakang lahirnya… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/question/berikut-ini-yang-merupakan-latar-belakang-lahirnya-orde-baru-adalah-_QU-CZ6EKID7.
(5) Pengertian Orde Baru – Latar Belakang, Tujuan, Masa & Kebijakan. https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-orde-baru/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya