Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian, jurnalisme, atau seleksi pekerjaan. Wawancara adalah proses komunikasi antara dua orang atau lebih, di mana salah satu pihak bertindak sebagai pewawancara dan pihak lain sebagai narasumber atau responden. Tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan, akurat, dan mendalam dari narasumber atau responden.
Sebelum melakukan wawancara, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pewawancara agar proses wawancara berjalan lancar dan efektif. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara:
Menentukan tujuan dan jenis wawancara
Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah menentukan tujuan dan jenis wawancara. Tujuan wawancara adalah apa yang ingin dicapai oleh pewawancara dari proses wawancara, misalnya untuk mengumpulkan data, untuk mengeksplorasi suatu topik, atau untuk menilai kualifikasi seseorang. Jenis wawancara adalah cara atau metode yang digunakan oleh pewawancara untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya wawancara terstruktur, semi terstruktur, atau tidak terstruktur.
Menentukan tujuan dan jenis wawancara akan membantu pewawancara untuk menyiapkan pertanyaan, teknik, dan alat yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi wawancara. Selain itu, menentukan tujuan dan jenis wawancara juga akan membantu pewawancara untuk mengukur hasil dan efektivitas wawancara.
Memilih dan menghubungi narasumber atau responden
Hal kedua yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah memilih dan menghubungi narasumber atau responden. Narasumber atau responden adalah orang yang akan diwawancarai oleh pewawancara. Pemilihan narasumber atau responden harus didasarkan pada kriteria yang relevan dengan tujuan dan jenis wawancara, misalnya latar belakang, pengalaman, pengetahuan, atau keterampilan.
Setelah memilih narasumber atau responden, pewawancara harus menghubungi mereka untuk mengajukan permintaan wawancara. Pewawancara harus menjelaskan tujuan, jenis, waktu, tempat, dan durasi wawancara secara jelas dan sopan. Pewawancara juga harus meminta persetujuan dan kerjasama dari narasumber atau responden untuk melaksanakan wawancara.
Menghubungi narasumber atau responden sebelum melakukan wawancara akan membantu pewawancara untuk membangun hubungan yang baik dan profesional dengan mereka. Selain itu, menghubungi narasumber atau responden juga akan membantu pewawancara untuk menghindari kesalahpahaman, penolakan, atau pembatalan wawancara.
Menyiapkan pertanyaan, teknik, dan alat wawancara
Hal ketiga yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah menyiapkan pertanyaan, teknik, dan alat wawancara. Pertanyaan adalah alat utama yang digunakan oleh pewawancara untuk mendapatkan informasi dari narasumber atau responden. Teknik adalah cara atau strategi yang digunakan oleh pewawancara untuk mengajukan pertanyaan, mendengarkan jawaban, memberikan umpan balik, atau mengatasi hambatan dalam proses wawancara. Alat adalah perangkat atau bahan yang digunakan oleh pewawancara untuk mendukung proses wawancara, misalnya kertas, pulpen, rekaman suara, video, atau komputer.
Menyiapkan pertanyaan, teknik, dan alat wawancara sebelum melakukan wawancara akan membantu pewawancara untuk melaksanakan proses wawancara dengan lebih terorganisir dan efisien. Selain itu, menyiapkan pertanyaan, teknik, dan alat wawancara juga akan membantu pewawancara untuk menghasilkan data atau informasi yang lebih kaya, valid, dan reliabel.
Menyusun rencana dan jadwal wawancara
Hal keempat yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah menyusun rencana dan jadwal wawancara. Rencana adalah gambaran umum tentang apa yang akan dilakukan oleh pewawancara dalam proses wawancara, misalnya tujuan, jenis, pertanyaan, teknik, alat, narasumber atau responden, waktu, tempat, dan durasi wawancara. Jadwal adalah penentuan waktu yang spesifik untuk setiap tahapan atau aktivitas dalam proses wawancara, misalnya persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi wawancara.
Menyusun rencana dan jadwal wawancara sebelum melakukan wawancara akan membantu pewawancara untuk mengatur dan mengelola proses wawancara dengan lebih sistematis dan terkontrol. Selain itu, menyusun rencana dan jadwal wawancara juga akan membantu pewawancara untuk mengantisipasi dan menyelesaikan masalah atau kendala yang mungkin terjadi dalam proses wawancara.
Mengevaluasi diri sendiri sebagai pewawancara
Hal kelima yang harus diperhatikan sebelum melakukan wawancara adalah mengevaluasi diri sendiri sebagai pewawancara. Evaluasi diri adalah proses refleksi atau introspeksi yang dilakukan oleh pewawancara untuk menilai kesiapan, kemampuan, kekuatan, kelemahan, atau kebutuhan perbaikan diri sebagai pewawancara. Evaluasi diri dapat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada diri sendiri, misalnya:
- Apakah saya sudah memahami tujuan dan jenis wawancara yang akan saya lakukan?
- Apakah saya sudah menyiapkan pertanyaan, teknik, dan alat wawancara yang sesuai dengan tujuan dan jenis wawancara?
- Apakah saya sudah memilih dan menghubungi narasumber atau responden yang tepat untuk diwawancarai?
- Apakah saya sudah menyusun rencana dan jadwal wawancara yang realistis dan fleksibel?
- Apakah saya memiliki sikap, etika, dan keterampilan komunikasi yang baik sebagai pewawancara?
- Apa saja hal-hal yang perlu saya perbaiki atau tingkatkan sebagai pewawancara?
Mengevaluasi diri sendiri sebagai pewawancara sebelum melakukan wawancara akan membantu pewawancara untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme diri sebagai pewawancara. Selain itu, mengevaluasi diri sendiri sebagai pewawancara juga akan membantu pewawancara untuk memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang berharga dari proses wawancara.