Dalam setiap bahasa, kemampuan untuk menyatakan negasi adalah fundamental. Kita tidak hanya ingin mengatakan apa yang ada atau apa yang terjadi, tetapi juga apa yang tidak ada atau apa yang tidak terjadi. Dalam bahasa Inggris, pembentukan kalimat negatif memiliki aturan dan struktur yang jelas, namun seringkali menjadi tantangan bagi para pembelajar. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek kalimat negatif dalam bahasa Inggris, mulai dari struktur dasar hingga pengecualian dan penggunaan yang lebih kompleks.
Struktur Dasar: Peran Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verbs)
Inti dari pembentukan kalimat negatif dalam bahasa Inggris terletak pada penggunaan kata kerja bantu (auxiliary verbs). Kata kerja bantu utama yang digunakan untuk negasi adalah “do/does/did”, “be” (am/is/are/was/were), “have/has/had”, dan modal verbs (will, would, can, could, may, might, must, shall, should, ought to).
Untuk kalimat yang tidak memiliki kata kerja bantu dalam bentuk positifnya (terutama dalam Simple Present dan Simple Past dengan kata kerja utama selain “be”), kita memperkenalkan “do” atau “does” (untuk Simple Present) dan “did” (untuk Simple Past). Struktur umumnya adalah:
- Subjek + do/does/did + not + kata kerja dasar (base form)
Contoh:
- Positif: She likes coffee.
- Negatif: She does not like coffee. (atau She doesn’t like coffee.)
- Positif: They went to the park yesterday.
- Negatif: They did not go to the park yesterday. (atau They didn’t go to the park yesterday.)
Ketika kalimat positif sudah mengandung kata kerja bantu (seperti “be”, “have”, atau modal verbs), pembentukan negatif jauh lebih sederhana. Cukup tambahkan “not” setelah kata kerja bantu tersebut.
- Subjek + kata kerja bantu + not + kata kerja utama
Contoh:
- Positif: I am reading a book.
- Negatif: I am not reading a book.
- Positif: They have finished their homework.
- Negatif: They have not finished their homework. (atau They haven’t finished their homework.)
- Positif: He can speak French.
- Negatif: He cannot speak French. (atau He can’t speak French.)
Kontraksi (Contractions): Fleksibilitas dalam Berbicara
Dalam percakapan sehari-hari dan penulisan informal, kontraksi sangat umum digunakan. Ini adalah bentuk singkat dari kata kerja bantu dan “not”. Beberapa kontraksi yang paling sering digunakan antara lain:
- do not don’t
- does not doesn’t
- did not didn’t
- is not isn’t
- are not aren’t
- was not wasn’t
- were not weren’t
- have not haven’t
- has not hasn’t
- had not hadn’t
- will not won’t (ini pengecualian, bukan “willn’t”)
- cannot can’t
- should not shouldn’t
- would not wouldn’t
Penggunaan kontraksi membuat bahasa terdengar lebih alami dan efisien, meskipun dalam penulisan formal (misalnya, esai akademik atau laporan resmi), bentuk lengkap “do not”, “is not”, dll., lebih disukai.
Perhatikan Kata Kerja “Be”: Kasus Khusus
Kata kerja “be” (am, is, are, was, were) adalah pengecualian dari aturan penggunaan “do/does/did” untuk negasi. Ketika “be” adalah kata kerja utama dalam kalimat (misalnya, menyatakan identitas, kondisi, atau lokasi), kita cukup menambahkan “not” setelah “be” tanpa menggunakan “do/does/did”.
Contoh:
- Positif: She is a doctor.
- Negatif: She is not a doctor. (bukan She does not be a doctor.)
- Positif: They were happy.
- Negatif: They were not happy.
Negasi dengan Kata-Kata Negatif Lain (Negative Words)
Selain menggunakan “not” dengan kata kerja bantu, negasi juga bisa dicapai dengan menggunakan kata-kata negatif lainnya. Ini seringkali menghasilkan kalimat dengan makna negatif secara implisit atau eksplisit tanpa perlu “not”.
- No, None, Nobody, Nothing, Nowhere: Kata-kata ini secara inheren mengandung makna negatif dan biasanya tidak digunakan bersamaan dengan “not” dalam klausa yang sama (kecuali untuk penekanan atau kasus tertentu yang jarang). Ini dikenal sebagai “double negative” dan dianggap tidak gramatikal dalam bahasa Inggris standar.
Contoh:
-
I have no money. (Bukan I don’t have no money.)
-
Nobody came to the party. (Bukan Nobody didn’t come to the party.)
-
There is nothing to do.
-
Never: Digunakan untuk menyatakan frekuensi nol.
Contoh:
-
She never eats meat. (Bukan She doesn’t never eat meat.)
-
Hardly, Scarcely, Barely: Kata-kata ini adalah adverbia dengan makna hampir tidak atau nyaris tidak, yang secara implisit menunjukkan negasi.
Contoh:
- He hardly ever goes out. (Artinya, dia hampir tidak pernah pergi keluar.)
- She could scarcely believe her eyes.
Pentingnya Memahami Konteks dan Penekanan
Terkadang, pilihan untuk menggunakan bentuk lengkap “do not” atau kontraksi “don’t” dapat dipengaruhi oleh penekanan atau formalitas. Menggunakan bentuk lengkap seringkali memberikan penekanan yang lebih kuat pada negasi.
Contoh:
- I do not agree with you. (Lebih kuat daripada I don’t agree with you.)
Selain itu, dalam menjawab pertanyaan, kita sering menggunakan bentuk pendek negatif:
- Are you coming? No, I’m not.
- Did she call? No, she didn’t.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan pembelajar adalah “double negative” (negasi ganda). Ini terjadi ketika dua kata atau frasa negatif digunakan dalam klausa yang sama, yang secara logis berarti positif dalam beberapa bahasa, tetapi tidak dalam bahasa Inggris standar.
Contoh yang salah:
- I don’t have no money. (Seharusnya: I don’t have any money. atau I have no money.)
- He didn’t see nobody. (Seharusnya: He didn’t see anybody. atau He saw nobody.)
Kesimpulan
Memahami kalimat negatif dalam bahasa Inggris adalah langkah krusial dalam menguasai tata bahasa ini. Dengan memahami peran kata kerja bantu, penggunaan “not”, serta berbagai kata negatif lainnya, pembelajar dapat membangun kalimat negatif dengan akurat dan efektif. Latihan yang konsisten dan kesadaran akan kesalahan umum seperti “double negative” akan membantu meningkatkan kefasihan dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Dengan penguasaan ini, Anda akan mampu mengekspresikan ketidaksetujuan, ketidakhadiran, atau ketiadaan dengan jelas dan tepat dalam berbagai situasi.