Sejarah sebagai peristiwa sering kali disebut sebagai sejarah yang objektif karena berfokus pada kejadian nyata yang terjadi di masa lalu, didukung oleh bukti-bukti konkret seperti dokumen, artefak, dan kesaksian. Pendekatan ini menekankan pada fakta-fakta yang dapat diverifikasi, tanpa dipengaruhi oleh interpretasi atau opini pribadi.
Pengertian Sejarah sebagai Peristiwa
Sejarah sebagai peristiwa merujuk pada kejadian atau fakta yang benar-benar terjadi di masa lampau. Konsep ini dikenal sebagai “sejarah serba objek” atau sejarah objektif, yang menekankan pada realitas kejadian tanpa adanya campur tangan interpretasi subjektif dari para penulis atau peneliti.
Ciri-ciri Sejarah sebagai Peristiwa
Beberapa ciri utama dari sejarah sebagai peristiwa yang menjadikannya objektif antara lain:
- Empiris: Berdasarkan pengalaman atau kenyataan yang dapat diobservasi dan diverifikasi.
- Unik: Setiap peristiwa sejarah bersifat unik, terjadi sekali, dan tidak dapat terulang dengan cara yang sama.
- Penting: Peristiwa tersebut memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan masyarakat atau peradaban.
- Objektif: Disajikan apa adanya, tanpa tambahan interpretasi atau opini pribadi.
Mengapa Disebut Objektif?
Sejarah sebagai peristiwa disebut objektif karena:
- Berdasarkan Fakta Nyata: Mengandalkan bukti-bukti konkret yang dapat diverifikasi, seperti dokumen, artefak, dan kesaksian.
- Tanpa Interpretasi Pribadi: Menyajikan kejadian sesuai dengan apa yang terjadi, tanpa tambahan opini atau penilaian subjektif.
- Verifikasi Kebenaran: Fakta-fakta yang disajikan dapat diuji kebenarannya melalui metode ilmiah dan penelitian sejarah.
Contoh Sejarah sebagai Peristiwa
Contoh nyata dari sejarah sebagai peristiwa adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Peristiwa ini didukung oleh berbagai bukti seperti naskah proklamasi, rekaman suara, dan kesaksian para pelaku sejarah, menjadikannya sebagai fakta objektif dalam sejarah Indonesia.
Dengan demikian, sejarah sebagai peristiwa disebut objektif karena berfokus pada kejadian nyata yang didukung oleh bukti konkret, disajikan tanpa interpretasi subjektif, dan dapat diverifikasi kebenarannya.