Menu Tutup

Multikulturalisme: Konsep dan Praktik dalam Masyarakat

Pengertian Multikulturalisme

Multikulturalisme adalah sebuah konsep yang mengakui dan menghargai adanya perbedaan dan keragaman budaya dalam masyarakat. Budaya di sini mencakup berbagai aspek, seperti nilai, adat, suku, bahasa, agama, sistem politik, dan lain-lain. Multikulturalisme bertujuan untuk menciptakan persatuan dan kesetaraan di antara berbagai kelompok budaya yang berbeda, tanpa menghilangkan identitas dan kekhasan masing-masing12.

Multikulturalisme juga merupakan sebuah praktik yang mengimplementasikan konsep tersebut dalam kebijakan dan tindakan nyata. Praktik multikulturalisme dapat bervariasi tergantung pada konteks dan kondisi masyarakat yang bersangkutan. Ada beberapa jenis multikulturalisme yang dapat dibedakan berdasarkan tingkat interaksi dan integrasi antara kelompok budaya2.

Jenis-Jenis Multikulturalisme

Menurut Parekh (1997), ada lima jenis multikulturalisme, yaitu2:

  • Multikulturalisme Isolasionis: Masyarakat di mana berbagai kelompok budaya menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain. Contoh: masyarakat Amish di Amerika Serikat.
  • Multikulturalisme Akomodatif: Masyarakat yang memiliki budaya dominan dan membuat penyesuaian bagi kebutuhan budaya kaum minoritas. Kaum mayoritas memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya mereka. Contoh: masyarakat Kanada.
  • Multikulturalisme Otonomis: Masyarakat plural di mana kelompok-kelompok budaya utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom yang secara kolektif bisa diterima. Contoh: masyarakat Belgia.
  • Multikulturalisme Kritikal atau Interaktif: Masyarakat plural di mana kelompok-kelompok budaya tidak terlalu terfokus dengan kehidupan budaya otonom, tetapi menciptakan penegasan perspektif khas mereka. Contoh: masyarakat Australia.
  • Multikulturalisme Kosmopolitan: Masyarakat plural yang menghapus batas-batas budaya untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu. Contoh: masyarakat Singapura.

Multikulturalisme di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keragaman budaya yang sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 1.340 suku bangsa, 652 bahasa daerah, dan enam agama resmi yang diakui di Indonesia3. Oleh karena itu, multikulturalisme merupakan sebuah konsep yang relevan dan penting untuk diterapkan di Indonesia.

Salah satu upaya untuk mewujudkan multikulturalisme di Indonesia adalah dengan mengadopsi Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila merupakan hasil dari kesepakatan para pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang budaya. Pancasila mengandung nilai-nilai dasar yang dapat menjadi landasan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Selain itu, multikulturalisme juga dapat ditingkatkan melalui pendidikan, media, seni, dan budaya. Pendidikan dapat menjadi sarana untuk menanamkan sikap toleransi, saling menghormati, dan saling mengenal antara berbagai kelompok budaya. Media dapat menjadi alat untuk menyebarkan informasi dan pesan-pesan positif tentang keberagaman budaya. Seni dan budaya dapat menjadi media untuk mengekspresikan dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia.

Tantangan dan Harapan Multikulturalisme

Meskipun multikulturalisme memiliki banyak manfaat dan potensi untuk membangun masyarakat yang harmonis dan dinamis, multikulturalisme juga menghadapi beberapa tantangan dan hambatan. Beberapa tantangan tersebut antara lain adalah:

  • Adanya konflik dan ketegangan antara kelompok budaya yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti sejarah, politik, ekonomi, sosial, dan psikologis.
  • Adanya diskriminasi dan marginalisasi terhadap kelompok budaya minoritas yang mengakibatkan ketimpangan dan ketidakadilan.
  • Adanya radikalisme dan ekstremisme yang menolak keberagaman budaya dan mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.
  • Adanya globalisasi dan modernisasi yang dapat mengancam kelestarian dan keaslian budaya lokal.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat sipil, maupun individu. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Meningkatkan dialog dan komunikasi antara berbagai kelompok budaya untuk membangun kepercayaan, pengertian, dan kerjasama.
  • Mendorong partisipasi dan keterlibatan kelompok budaya minoritas dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan.
  • Mencegah dan menyelesaikan konflik antar budaya dengan cara damai dan adil.
  • Menegakkan hukum dan hak asasi manusia untuk melindungi semua kelompok budaya dari segala bentuk pelanggaran dan kekerasan.
  • Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal dengan cara kreatif dan inovatif.

Sumber:
(1) Multikulturalisme – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme.
(2) Multikulturalisme: Definisi, Jenis, dan Penerapannya – KOMPAS.com. https://nasional.kompas.com/read/2022/02/28/00000081/multikulturalisme–definisi-jenis-dan-penerapannya.
(3) Multikulturalisme: Pengertian dan Contohnya – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2022/12/20/070000569/multikulturalisme–pengertian-dan-contohnya.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya