Catatan kaki adalah catatan tambahan yang diletakkan di bagian bawah halaman untuk memberikan informasi tambahan, penjelasan, atau rujukan mengenai suatu bagian teks. Catatan kaki biasanya digunakan dalam karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, jurnal, atau makalah. Catatan kaki berguna untuk menghindari plagiarisme, memberi penghargaan kepada sumber asli, dan membantu pembaca untuk menelusuri informasi lebih lanjut.
Cara menulis catatan kaki
Cara menulis catatan kaki tergantung pada gaya penulisan yang digunakan, seperti APA, MLA, Chicago, Harvard, dan sebagainya. Setiap gaya penulisan memiliki aturan sendiri mengenai format, tanda baca, dan urutan elemen catatan kaki. Namun, secara umum, catatan kaki terdiri dari beberapa elemen berikut:
- Nomor urut catatan kaki, yang ditulis dengan angka superskrip di akhir kalimat yang mengandung informasi yang perlu dicatatkan.
- Nama pengarang sumber, yang ditulis dengan nama belakang diikuti nama depan atau inisial, tergantung pada gaya penulisan yang digunakan.
- Judul sumber, yang ditulis dengan huruf miring (italic) jika sumbernya adalah buku, jurnal, atau website, atau dengan tanda kutip jika sumbernya adalah artikel, bab, atau halaman web.
- Informasi tambahan mengenai sumber, seperti nama penerbit, tempat terbit, tahun terbit, nomor edisi, nomor volume, nomor halaman, URL, atau DOI, tergantung pada jenis sumber dan gaya penulisan yang digunakan.
- Tanda baca yang memisahkan antara elemen-elemen catatan kaki, seperti koma, titik, atau titik dua, tergantung pada gaya penulisan yang digunakan.
Contoh catatan kaki
Berikut adalah contoh catatan kaki dengan menggunakan gaya penulisan APA:
Teks:
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), plagiarisme adalah “perbuatan menjiplak karya atau gagasan orang lain dan menyatakan bahwa itu adalah karya atau gagasan sendiri”[1].
Catatan kaki:
[1] Tim Redaksi KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi keempat (Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2008), hlm. 1030.
Manfaat dan kekurangan catatan kaki
Catatan kaki memiliki beberapa manfaat dan kekurangan, antara lain:
- Manfaat catatan kaki:
- Meningkatkan kredibilitas penulis dan karya tulisnya, karena menunjukkan bahwa penulis telah melakukan riset dan mengutip sumber yang relevan dan terpercaya.
- Memudahkan pembaca untuk mengecek kebenaran informasi yang disampaikan penulis, karena catatan kaki memberikan rincian lengkap mengenai sumber yang digunakan.
- Memberikan informasi tambahan atau penjelasan yang mungkin tidak dapat dimasukkan dalam teks utama, karena terlalu panjang, tidak relevan, atau mengganggu alur pembahasan.
- Memungkinkan penulis untuk memberikan komentar, kritik, atau tanggapan pribadi mengenai suatu sumber atau informasi, tanpa mengganggu objektivitas teks utama.
- Kekurangan catatan kaki:
- Memerlukan waktu dan usaha yang lebih banyak untuk menulis dan memformat catatan kaki, karena harus mengikuti aturan gaya penulisan yang spesifik dan konsisten.
- Menyulitkan pembaca untuk membaca teks utama secara lancar, karena harus bolak-balik melihat catatan kaki di bagian bawah halaman.
- Menambah jumlah halaman karya tulis, karena catatan kaki memakan ruang yang cukup besar di bagian bawah halaman.
Alternatif catatan kaki
Salah satu alternatif catatan kaki adalah catatan akhir (endnote), yaitu catatan tambahan yang diletakkan di bagian akhir karya tulis, bukan di bagian bawah halaman. Catatan akhir memiliki nomor urut yang sama dengan catatan kaki, tetapi ditulis dengan angka biasa, bukan angka superskrip. Catatan akhir memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan catatan kaki, antara lain:
- Kelebihan catatan akhir:
- Membuat teks utama lebih rapi dan mudah dibaca, karena tidak ada gangguan dari catatan kaki di bagian bawah halaman.
- Menghemat jumlah halaman karya tulis, karena catatan akhir hanya memakan ruang di bagian akhir karya tulis, bukan di setiap halaman.
- Kekurangan catatan akhir:
- Menyulitkan pembaca untuk menemukan informasi tambahan atau rujukan yang dicari, karena harus mencari nomor urut catatan akhir di bagian akhir karya tulis, bukan di bagian bawah halaman.
- Memerlukan pembatas halaman (page break) untuk memisahkan antara teks utama dan catatan akhir, sehingga membutuhkan perhatian khusus saat menulis dan memformat karya tulis.