Menu Tutup

Pengertian, Contoh, Dampak, dan Faktor Penyebab Transisi dalam Genetik

Transisi adalah salah satu jenis mutasi titik yang terjadi pada DNA atau RNA. Mutasi titik adalah perubahan basa nitrogen tunggal dalam urutan nukleotida. Transisi adalah perubahan basa purin menjadi purin lainnya, atau perubahan basa pirimidin menjadi pirimidin lainnya. Basa purin adalah adenin (A) dan guanin (G), sedangkan basa pirimidin adalah sitosin ©, timin (T), dan urasil (U).

Contoh Transisi

Contoh transisi pada DNA adalah perubahan A menjadi G, atau perubahan C menjadi T. Contoh transisi pada RNA adalah perubahan A menjadi G, atau perubahan C menjadi U. Berikut adalah ilustrasi transisi pada DNA dan RNA:

DNA: ATCGATCG -> GTTGATCG (A -> G) RNA: AUCGAUCG -> GUUGAUCG (A -> G)

DNA: ATCGATCG -> ATCTATCG (C -> T) RNA: AUCGAUCG -> AUCUAUCG (C -> U)

Dampak Transisi

Dampak transisi tergantung pada lokasi dan frekuensi mutasi. Transisi dapat terjadi pada daerah pengkode (coding) atau non-pengkode (non-coding) DNA atau RNA. Transisi pada daerah pengkode dapat menyebabkan perubahan asam amino, yang dapat mempengaruhi struktur dan fungsi protein. Transisi pada daerah non-pengkode dapat mempengaruhi regulasi ekspresi gen, yang dapat mempengaruhi aktivitas sel.

Transisi juga dapat terjadi pada tingkat genom, yang dapat menyebabkan variasi genetik antara individu atau populasi. Variasi genetik dapat berpengaruh pada evolusi, adaptasi, dan spesiasi. Namun, transisi juga dapat menyebabkan penyakit genetik, seperti anemia sel sabit, hemofilia, dan kanker.

Faktor Penyebab Transisi

Transisi dapat disebabkan oleh faktor internal atau eksternal. Faktor internal adalah kesalahan replikasi DNA atau RNA yang terjadi secara spontan saat sel membelah. Faktor eksternal adalah agen mutagenik yang dapat merusak DNA atau RNA, seperti radiasi, bahan kimia, virus, atau bakteri.

Transisi dapat dicegah atau diperbaiki oleh mekanisme perbaikan DNA atau RNA yang ada di dalam sel. Mekanisme perbaikan DNA atau RNA dapat mengenali dan memotong basa yang salah, lalu menggantinya dengan basa yang benar. Namun, mekanisme perbaikan DNA atau RNA tidak selalu sempurna, sehingga transisi masih dapat terjadi dan diwariskan ke sel anak.

Kesimpulan

Transisi adalah jenis mutasi titik yang melibatkan perubahan basa purin menjadi purin lainnya, atau perubahan basa pirimidin menjadi pirimidin lainnya. Transisi dapat terjadi pada DNA atau RNA, baik pada daerah pengkode maupun non-pengkode. Transisi dapat memiliki dampak positif atau negatif pada organisme, tergantung pada lokasi dan frekuensi mutasi. Transisi dapat disebabkan oleh faktor internal atau eksternal, dan dapat dicegah atau diperbaiki oleh mekanisme perbaikan DNA atau RNA.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya