Pendidikan merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan pengetahuan individu. Berbagai ahli telah mengemukakan definisi pendidikan dari perspektif yang berbeda. Berikut adalah enam pengertian pendidikan menurut para ahli:
- Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, mendefinisikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran, serta tubuh anak. Tujuan pendidikan menurutnya adalah membentuk manusia yang berakhlak mulia, cerdas, dan sehat jasmani.
- John Dewey
John Dewey, seorang filsuf dan pendidik asal Amerika Serikat, menyatakan bahwa pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. Ia menekankan pentingnya pengalaman dalam proses pendidikan.
- Herman Harrell Horne
Herman Harrell Horne mendefinisikan pendidikan sebagai proses yang secara terus menerus terjadi dari bentuk penyesuaian manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental agar meningkat lebih tinggi. Manusia dianggap memiliki kebebasan dan kesadaran yang termanifestasi dalam alam sekitar, intelektual, emosional, dan rasa kemanusiaan.
- Oemar Hamalik
Oemar Hamalik mengartikan pendidikan sebagai suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan. Dengan demikian, pendidikan akan menimbulkan perubahan dalam diri peserta didik yang memungkinkannya untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat.
- J.J. Rousseau
J.J. Rousseau berpendapat bahwa pendidikan merupakan pemberian kita pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada masa dewasa. Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
- H. Fuad Ihsan
H. Fuad Ihsan mendefinisikan pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai dan norma yang sudah ada agar tetap dilestarikan hingga generasi berikutnya.
Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses yang kompleks dan berkelanjutan, bertujuan mengembangkan potensi individu secara menyeluruh, baik dari segi intelektual, emosional, maupun fisik, agar mampu beradaptasi dan berkontribusi positif dalam masyarakat.