Kerajaan Pajang, yang didirikan sekitar tahun 1568 di Jawa Tengah, merupakan penerus dari Kesultanan Demak. Meski pernah mengalami masa kejayaan di bawah kepemimpinan Sultan Hadiwijaya, kerajaan ini runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Berikut adalah beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap keruntuhan Kerajaan Pajang:
1. Perebutan Kekuasaan Pasca Wafatnya Sultan Hadiwijaya
Setelah Sultan Hadiwijaya wafat pada tahun 1582, terjadi perselisihan antara putranya, Pangeran Benawa, dan menantunya, Arya Pangiri, yang sama-sama berambisi untuk naik takhta. Arya Pangiri berhasil menguasai pemerintahan dengan dukungan pihak-pihak tertentu, namun kepemimpinannya lebih berfokus pada upaya balas dendam terhadap kerajaan tetangga, Mataram, daripada kesejahteraan rakyat Pajang. Hal ini menimbulkan ketidakstabilan dalam pemerintahan.
2. Ketidakpuasan Rakyat dan Bangsawan
Kebijakan yang diambil Arya Pangiri dianggap mengabaikan kepentingan rakyat dan melibatkan banyak orang luar dari Demak dalam struktur pemerintahan. Kondisi ini membuat para bangsawan Pajang serta rakyat menjadi tidak puas, yang pada akhirnya mendorong Pangeran Benawa untuk mencari dukungan dari Sutawijaya di Mataram. Koalisi ini bertujuan untuk mengakhiri kepemimpinan Arya Pangiri dan memulihkan stabilitas kerajaan.
3. Meningkatnya Kekuatan Mataram
Di sisi lain, kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Sutawijaya atau Panembahan Senopati semakin kuat dan berkembang pesat. Setelah Arya Pangiri berhasil diturunkan pada tahun 1586, Pangeran Benawa kembali ke takhta Pajang. Namun, Pangeran Benawa hanya memerintah selama setahun sebelum akhirnya menyerahkan kekuasaannya kepada Sutawijaya, yang semakin memperluas pengaruh Mataram hingga mencakup wilayah Pajang. Hal ini secara tidak langsung melemahkan posisi Pajang sebagai kerajaan yang berdiri sendiri.
4. Kurangnya Pemimpin yang Kuat Setelah Pangeran Benawa
Setelah meninggalnya Pangeran Benawa pada tahun 1587, Pajang mengalami kekosongan kepemimpinan yang berwibawa dan berpengaruh. Dengan tiadanya pemimpin yang cukup kuat, Pajang perlahan berada di bawah kendali Mataram dan kehilangan otonominya sebagai kerajaan yang berdaulat.
Kombinasi antara konflik internal, ketidakpuasan rakyat, dan tekanan eksternal dari Mataram menjadi penyebab utama yang mempercepat keruntuhan Kerajaan Pajang dalam periode waktu yang singkat.