Sejarah, fiksi dan mitos adalah tiga jenis karya sastra yang memiliki ciri-ciri dan tujuan yang berbeda. Sejarah adalah kisah nyata yang terjadi di masa lalu dan memiliki bukti-bukti yang dapat diverifikasi. Fiksi adalah kisah khayalan yang dibuat oleh pengarang untuk menghibur atau menyampaikan pesan tertentu. Mitos adalah kisah yang kebenarannya diragukan dan mengandung unsur gaib atau ajaib.
Sejarah
Sejarah berasal dari kata Yunani, historia yang berarti penyelidikan atau pengetahuan. Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa di masa lalu yang melibatkan manusia dan lingkungannya1. Sejarah memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
- Sejarah bersifat empiris, yaitu berdasarkan pengamatan dan pengalaman nyata1.
- Sejarah bersifat kritis, yaitu menggunakan metode ilmiah untuk menguji kebenaran sumber-sumber sejarah1.
- Sejarah bersifat interpretatif, yaitu memberikan makna dan penjelasan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah1.
- Sejarah bersifat kontekstual, yaitu memperhatikan latar belakang sosial, budaya, politik, ekonomi, dan geografis dari peristiwa-peristiwa sejarah1.
Contoh karya sejarah adalah buku-buku sejarah, biografi, kronik, ensiklopedia, dll.
Fiksi
Fiksi berasal dari kata Latin, fictio yang berarti pembuatan atau penciptaan. Fiksi adalah karya sastra yang dibuat oleh pengarang dengan menggunakan imajinasi atau khayalan2. Fiksi memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
- Fiksi bersifat fiktif, yaitu tidak terikat oleh kenyataan atau fakta2.
- Fiksi bersifat artistik, yaitu menggunakan bahasa yang indah dan menarik untuk menyampaikan pesan atau hiburan2.
- Fiksi bersifat dramatis, yaitu mengandung konflik dan ketegangan yang membangkitkan emosi pembaca2.
- Fiksi bersifat universal, yaitu dapat dimengerti dan dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang2.
Contoh karya fiksi adalah novel, cerpen, puisi, drama, komik, film, dll.
Mitos
Mitos berasal dari kata Yunani, mythos yang berarti dongeng atau cerita. Mitos adalah kisah yang menceritakan asal-usul suatu hal atau kejadian yang tidak masuk akal dan mengandung unsur gaib atau ajaib3. Mitos memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
- Mitos bersifat legendaris, yaitu tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah atau rasional3.
- Mitos bersifat religius, yaitu berkaitan dengan kepercayaan atau keyakinan suatu masyarakat terhadap dewa-dewa atau makhluk halus3.
- Mitos bersifat simbolis, yaitu menggunakan tokoh-tokoh atau peristiwa-peristiwa yang melambangkan nilai-nilai moral atau filsafat hidup3.
- Mitos bersifat tradisional, yaitu diturunkan dari generasi ke generasi secara lisan atau tertulis3.
Contoh karya mitos adalah cerita rakyat, epos, saga, legenda, dongeng, dll.
Kesimpulan
Sejarah, fiksi dan mitos adalah tiga jenis karya sastra yang memiliki perbedaan dalam hal ciri-ciri dan tujuan. Sejarah adalah kisah nyata yang terjadi di masa lalu dan memiliki bukti-bukti yang dapat diverifikasi. Fiksi adalah kisah khayalan yang dibuat oleh pengarang untuk menghibur atau menyampaikan pesan tertentu. Mitos adalah kisah yang kebenarannya diragukan dan mengandung unsur gaib atau ajaib. Ketiga jenis karya sastra ini memiliki nilai-nilai yang dapat dipelajari dan diapresiasi oleh pembaca.
Sumber:
(1) Perbedaan Sejarah, Fiksi, dan Mitos – Zenius Education. https://www.zenius.net/materi-belajar/sejarah-peminatan-lp15695/ruang-lingkup-sejarah-k13r-k10-kumer-fase-e-lp89893/perbedaan-sejarah-fiksi-dan-mitos%3Eapasih-bedanya-sejarah-fiksi-dan-mitos-lp89899-lu372986/.
(2) Perbedaan Sejarah, Fiksi, dan Mitos – Zenius Education. https://www.zenius.net/materi-belajar/sejarah-peminatan-lp15695/ruang-lingkup-sejarah-k13r-k10-kumer-fase-e-lp89893/perbedaan-sejarah-fiksi-dan-mitos%20%3E%20latsol-perbedaan-sejarah-fiksi-dan-mitos-lp89899-ap82581/.
(3) Perbedaan Sejarah Dengan Mitos – QnA. https://kepalasekolah.github.io/perbedaan-sejarah-dengan-mitos.html.
(4) Perbedaan antara sejarah,mitos,dan fiksi ! – Brainly.co.id. https://brainly.co.id/tugas/874891.
(5) Apa saja fiksi dan mitos dalam sejarah? – Brainly.co.id. https://brainly.co.id/tugas/14931184.