Menu Tutup

Perencanaan Dana Pensiun: Cara, Faktor, dan Manfaatnya

Tujuan perencanaan dana pensiun adalah untuk mencapai kemandirian finansial di masa tua. Kemandirian finansial berarti kita memiliki sumber pendapatan yang cukup untuk membiayai gaya hidup yang diinginkan, tanpa harus bekerja lagi atau mengandalkan bantuan dari orang lain. Dengan kemandirian finansial, kita bisa menentukan sendiri aktivitas yang ingin dilakukan di masa pensiun, seperti berwisata, berkebun, beramal, atau belajar hal baru.

Langkah-langkah Perencanaan Dana Pensiun

Perencanaan dana pensiun dimulai dengan proses menentukan tujuan keuangan secara realistis, dan berapa lama jangka waktunya hingga saat itu tiba. Kemudian, setelah itu, kamu juga harus menentukan instrumen seperti apa yang paling cocok untuk mengembangkan sekaligus sebagai tempat penyimpanan dana pensiun tersebut1. Berikut ini adalah langkah-langkah perencanaan dana pensiun yang bisa kamu ikuti:

  1. Tentukan usia pensiun yang diinginkan. Usia pensiun bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung pada faktor kesehatan, karier, dan preferensi pribadi. Umumnya, usia pensiun berkisar antara 55-65 tahun.
  2. Hitung kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan. Kebutuhan dana pensiun adalah jumlah uang yang harus kamu miliki saat pensiun agar bisa memenuhi pengeluaran bulanan selama masa pensiun. Untuk menghitung kebutuhan dana pensiun, kamu perlu memperkirakan beberapa hal, seperti:
    • Harapan hidup atau lama masa pensiun. Harapan hidup adalah perkiraan usia maksimal yang bisa dicapai oleh seseorang. Harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 71 tahun, namun kamu bisa menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dan riwayat keluarga kamu.
    • Pengeluaran bulanan saat pensiun. Pengeluaran bulanan saat pensiun adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan pokok dan gaya hidup di masa tua. Pengeluaran bulanan saat pensiun biasanya lebih rendah dari pengeluaran bulanan saat bekerja, karena ada beberapa pos pengeluaran yang bisa dikurangi atau dihapus, seperti biaya transportasi, pakaian kerja, atau asuransi jiwa.
    • Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa setiap tahunnya. Inflasi adalah fenomena ekonomi yang menyebabkan nilai uang menurun seiring waktu. Inflasi berpengaruh pada perencanaan dana pensiun karena membuat kebutuhan dana pensiun menjadi lebih besar di masa depan. Inflasi rata-rata di Indonesia adalah 3% per tahun, namun kamu bisa menggunakan angka yang lebih tinggi untuk berjaga-jaga.
    • Tingkat pengembalian investasi atau bunga yang didapat dari menyimpan atau menginvestasikan dana pensiun. Tingkat pengembalian investasi adalah persentase keuntungan yang didapat dari modal yang diinvestasikan dalam suatu instrumen keuangan. Tingkat pengembalian investasi berbeda-beda untuk setiap instrumen, tergantung pada risiko dan jangka waktu investasinya. Semakin tinggi tingkat pengembalian investasi, semakin cepat dana pensiun bertumbuh.

Setelah memperkirakan semua variabel di atas, kamu bisa menggunakan rumus berikut untuk menghitung kebutuhan dana pensiun:

Kebutuhan dana pensiun = (Pengeluaran bulanan saat pensiun x 12 x Harapan hidup) – (Saldo tabungan saat ini x (1 + Tingkat pengembalian investasi) ^ (Usia pensiun – Usia saat ini))

Contoh: Jika kamu berusia 30 tahun saat ini, ingin pensiun di usia 55 tahun, memiliki harapan hidup 80 tahun, membutuhkan pengeluaran bulanan Rp10 juta saat pensiun, memiliki saldo tabungan Rp50 juta saat ini, dan mendapatkan tingkat pengembalian investasi 10% per tahun, maka kebutuhan dana pensiun kamu adalah:

Kebutuhan dana pensiun = (Rp10 juta x 12 x 80) – (Rp50 juta x (1 + 10%) ^ (55 – 30)) Kebutuhan dana pensiun = Rp9.600.000.000 – Rp1.744.940.000 Kebutuhan dana pensiun = Rp7.855.060.000

  1. Tentukan sumber dana pensiun yang akan digunakan. Sumber dana pensiun adalah tempat atau cara kamu mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan dana pensiun yang sudah dihitung sebelumnya. Sumber dana pensiun bisa berasal dari berbagai macam, seperti:
    • Program dana pensiun dari pemerintah atau perusahaan. Program dana pensiun adalah skema yang disediakan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memberikan manfaat pensiun kepada karyawan atau anggota yang sudah memenuhi syarat tertentu. Program dana pensiun biasanya mengharuskan kamu untuk membayar iuran bulanan selama masa kerja, dan kemudian menerima pembayaran bulanan atau sekaligus saat pensiun. Program dana pensiun dari pemerintah meliputi Jaminan Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan Pensiun PNS, sedangkan program dana pensiun dari perusahaan bisa berupa Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).
    • Tabungan atau deposito di bank. Tabungan atau deposito adalah produk keuangan yang disediakan oleh bank untuk menyimpan uang dengan mendapatkan bunga sebagai imbalannya. Tabungan atau deposito bisa digunakan sebagai sumber dana pensiun karena relatif aman dan mudah diakses. Namun, tabungan atau deposito biasanya memberikan tingkat pengembalian investasi yang rendah, sehingga tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.
    • Investasi di instrumen keuangan lainnya. Investasi adalah aktivitas membeli atau menjual suatu aset dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Investasi bisa dilakukan di berbagai macam instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, properti, atau peer-to-peer lending. Investasi bisa memberikan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi daripada tabungan atau deposito, namun juga memiliki risiko yang lebih besar.

Setelah menentukan sumber dana pensiun yang akan digunakan, kamu harus menyesuaikannya dengan profil risiko dan tujuan keuangan kamu. Profil risiko adalah tingkat kenyamanan kamu dalam menghadapi kemungkinan kerugian dari investasi. Profil risiko bisa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Tujuan keuangan adalah hasil akhir yang ingin dicapai dari perencanaan keuangan, seperti membeli rumah, menikah, atau berlibur ke luar negeri.

Secara umum, semakin muda usia kamu dan semakin jauh jangka waktu investasi kamu, semakin tinggi profil risiko dan tujuan keuangan kamu. Sebaliknya, semakin tua usia kamu dan semakin dekat jangka waktu investasi kamu, semakin rendah profil risiko dan tujuan keuangan kamu.

  1. Hitung besaran tabungan atau investasi bulanan yang harus dilakukan. Setelah mengetahui sumber dana pensiun dan tingkat pengembalian investasi yang diharapkan, langkah selanjutnya adalah menghitung besaran tabungan atau investasi bulanan yang harus dilakukan untuk mencapai kebutuhan dana pensiun. Untuk menghitung besaran tabungan atau investasi bulanan yang harus dilakukan, kamu bisa menggunakan rumus berikut:

Tabungan atau investasi bulanan = (Kebutuhan dana pensiun – Saldo tabungan saat ini) / ((1 + Tingkat pengembalian investasi) ^ (Usia pensiun – Usia saat ini) – 1)

Contoh: Jika kamu berusia 30 tahun saat ini, ingin pensiun di usia 55 tahun, memiliki kebutuhan dana pensiun Rp7.855.060.000, memiliki saldo tabungan Rp50 juta saat ini, dan mendapatkan tingkat pengembalian investasi 10% per tahun, maka tabungan atau investasi bulanan yang harus kamu lakukan adalah:

Tabungan atau investasi bulanan = (Rp7.855.060.000 – Rp50 juta) / ((1 + 10%) ^ (55 – 30) – 1) Tabungan atau investasi bulanan = Rp7.805.060.000 / 57,275 Tabungan atau investasi bulanan = Rp136.287

Artinya, kamu harus menabung atau berinvestasi sebesar Rp136.287 setiap bulannya selama 25 tahun ke depan agar bisa mencapai kebutuhan dana pensiun kamu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Dana Pensiun

Perencanaan dana pensiun tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi hasilnya. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan kebutuhan dana pensiun, seperti harapan hidup, pengeluaran bulanan saat pensiun, inflasi, dan tingkat pengembalian investasi, bisa berubah-ubah seiring waktu dan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, kamu harus melakukan evaluasi dan penyesuaian secara berkala terhadap asumsi-asumsi tersebut agar perencanaan dana pensiun tetap relevan dan realistis.
  • Risiko-risiko yang dihadapi dalam investasi. Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan atau merugikan dari suatu keputusan atau tindakan. Risiko yang dihadapi dalam investasi bisa berupa risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, atau risiko politik. Risiko-risiko tersebut bisa menyebabkan nilai investasi kamu turun atau bahkan hilang sama sekali. Oleh karena itu, kamu harus memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan kamu, serta melakukan diversifikasi atau penyebaran investasi di berbagai macam instrumen untuk mengurangi risiko.
  • Perubahan-perubahan dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Perubahan-perubahan dalam kehidupan pribadi dan keluarga bisa berdampak pada perencanaan dana pensiun kamu. Misalnya, jika kamu menikah, bercerai, memiliki anak, atau mengalami kematian anggota keluarga, maka kebutuhan dan prioritas keuangan kamu bisa berubah. Oleh karena itu, kamu harus menyesuaikan perencanaan dana pensiun kamu dengan perubahan-perubahan tersebut agar tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kamu.

Manfaat Perencanaan Dana Pensiun

Perencanaan dana pensiun memiliki banyak manfaat bagi masa depan kamu. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Meningkatkan kesejahteraan finansial di masa tua. Dengan melakukan perencanaan dana pensiun, kamu bisa memastikan bahwa kamu memiliki sumber pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa tua tanpa harus bekerja lagi atau mengandalkan orang lain. Hal ini akan membuat kamu merasa lebih sejahtera dan bahagia di masa tua.
  • Mencegah kemiskinan dan ketergantungan di masa tua. Tanpa melakukan perencanaan dana pensiun, kamu berisiko mengalami kemiskinan dan ketergantungan di masa tua karena tidak memiliki pendapatan yang tetap atau cukup untuk membiayai pengeluaran bulanan. Hal ini akan membuat kamu merasa tertekan, sedih, dan tidak berdaya di masa tua.
  • Mewujudkan impian dan cita-cita di masa tua. Dengan melakukan perencanaan dana pensiun, kamu bisa mewujudkan impian dan cita-cita yang belum tercapai saat bekerja, seperti berwisata, berkebun, beramal, atau belajar hal baru. Hal ini akan membuat kamu merasa lebih bersemangat, produktif, dan bermanfaat di masa tua.

Sumber: 

(1) Rencana Pensiun Dan 5 Langkah Menyiapkannya – QM Financial. https://qmfinancial.com/2022/03/rencana-pensiun/.

(2) Pentingnya Dana Pensiun: Pengertian dan Cara Mempersiapkannya. https://www.tanamduit.com/belajar/perencanaan-keuangan/tips-mempersiapkan-dana-pensiun.

(3) Kalkulator Dana Pensiun untuk Perencanaan Hari Tua – Lifepal. https://lifepal.co.id/media/kalkulator-dana-pensiun/.

(4) 5 Cara Menyiapkan Dana Pensiun – Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2021/06/19/132300426/5-cara-menyiapkan-dana-pensiun.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya