Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa sebagai medium untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, atau pengalaman penulis. Puisi memiliki ciri khas berupa penggunaan unsur-unsur estetik seperti irama, rima, majas, imaji, dan lain-lain. Puisi juga memiliki berbagai ragam atau jenis yang dapat dibedakan berdasarkan bentuk, isi, atau tujuan. Berikut adalah beberapa ragam puisi yang populer di Indonesia:
Soneta
Soneta adalah puisi yang terdiri dari 14 baris dengan pola rima tertentu. Soneta berasal dari Italia dan diperkenalkan oleh penyair Dante Alighieri dan Francesco Petrarca pada abad ke-13. Soneta biasanya membahas tema-tema seperti cinta, agama, atau politik. Contoh soneta dalam bahasa Indonesia adalah karya Chairil Anwar berjudul “Diponegoro”.
Pantun
Pantun adalah puisi yang terdiri dari empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Pantun berasal dari Melayu dan merupakan salah satu bentuk sastra lisan tradisional. Pantun biasanya memiliki dua bagian: sampiran (dua baris pertama) dan isi (dua baris terakhir). Contoh pantun dalam bahasa Indonesia adalah karya Hamzah Fansuri berjudul “Syair Perahu”.
Haiku
Haiku adalah puisi yang terdiri dari tiga baris dengan pola suku kata 5-7-5. Haiku berasal dari Jepang dan merupakan salah satu bentuk sastra tertua di dunia. Haiku biasanya menggambarkan momen-momen alam atau kehidupan sehari-hari dengan menggunakan kata-kata sederhana dan imajinatif. Contoh haiku dalam bahasa Indonesia adalah karya Sutardji Calzoum Bachri berjudul “Matahari Terbit”.
Balada
Balada adalah puisi yang menceritakan kisah atau legenda dengan gaya liris. Balada berasal dari Eropa dan merupakan salah satu bentuk sastra tertulis tertua di dunia. Balada biasanya memiliki unsur-unsur seperti tokoh, latar, konflik, dan resolusi. Contoh balada dalam bahasa Indonesia adalah karya Amir Hamzah berjudul “Nyanyi Sunyi”.
Akuatik
Akuatik adalah puisi yang menggunakan kata “aku” sebagai subjek utama. Akuatik berasal dari Indonesia dan merupakan salah satu bentuk sastra modern yang berkembang pada era 1970-an. Akuatik biasanya mengekspresikan perasaan atau pandangan pribadi penulis dengan menggunakan gaya bebas dan puitis. Contoh akuatik dalam bahasa Indonesia adalah karya Taufiq Ismail berjudul “Aku”.