Kerajaan Medang Kamulan merupakan salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara yang berperan signifikan dalam perkembangan budaya dan politik di Pulau Jawa. Kerajaan ini dikenal sebagai kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno yang mengalami perpindahan pusat pemerintahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada abad ke-10 Masehi.
Asal Usul dan Berdirinya Kerajaan Medang Kamulan
Setelah runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno akibat serangan dari Kerajaan Sriwijaya dan bencana alam seperti letusan Gunung Merapi, Mpu Sindok, seorang pejabat tinggi kerajaan, memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur. Pada tahun 929 Masehi, ia mendirikan Kerajaan Medang Kamulan dengan pusat pemerintahan di Watan Mas, yang kini diperkirakan berada di wilayah Jombang, Jawa Timur.
Dinasti Isyana dan Silsilah Raja-Raja Medang Kamulan
Mpu Sindok mendirikan Dinasti Isyana yang memerintah Kerajaan Medang Kamulan selama sekitar satu abad. Berikut adalah silsilah raja-raja yang memerintah:
- Mpu Sindok (929–947 Masehi): Sebagai pendiri kerajaan, ia memerintah dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadewa.
- Sri Isyana Tunggawijaya (947–985 Masehi): Putri Mpu Sindok yang melanjutkan pemerintahan bersama suaminya, Sri Lokapala.
- Sri Makutawangsawardhana (985–990 Masehi): Anak dari Sri Isyana Tunggawijaya yang memerintah setelahnya.
- Dharmawangsa Teguh (990–1016 Masehi): Raja yang membawa kerajaan mencapai puncak kejayaan, namun akhirnya tewas dalam serangan yang dikenal sebagai Pralaya Medang.
- Airlangga (1019–1042 Masehi): Menyatukan kembali wilayah kerajaan setelah peristiwa Pralaya Medang dan mendirikan Kerajaan Kahuripan.
Kejayaan Kerajaan Medang Kamulan
Pada masa pemerintahan Dharmawangsa Teguh, Kerajaan Medang Kamulan mencapai puncak kejayaannya. Ia berupaya memperluas pengaruh kerajaan hingga ke wilayah Sumatera dan menantang dominasi Kerajaan Sriwijaya. Namun, upaya ini menimbulkan konflik yang berujung pada serangan balik dari Sriwijaya, yang bekerja sama dengan Raja Wurawari, menyebabkan runtuhnya Kerajaan Medang pada tahun 1016 Masehi.
Peninggalan Sejarah Kerajaan Medang Kamulan
Meskipun kerajaan ini telah lama runtuh, beberapa peninggalan sejarah masih dapat ditemukan, antara lain:
- Prasasti Mpu Sindok: Prasasti ini memberikan informasi tentang pendirian kerajaan dan kebijakan-kebijakan Mpu Sindok selama pemerintahannya.
- Prasasti Anjuk Ladang: Ditemukan di Nganjuk, prasasti ini menandakan pemberian tanah perdikan oleh Mpu Sindok sebagai penghargaan atas jasa penduduk setempat.
- Candi Belahan: Terletak di Pasuruan, candi ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Raja Airlangga.
Kehidupan Sosial dan Budaya
Kerajaan Medang Kamulan dikenal memiliki kehidupan sosial dan budaya yang maju. Masyarakatnya terdiri dari berbagai lapisan sosial, termasuk bangsawan, pendeta, pedagang, dan petani. Agama Hindu dan Buddha berkembang pesat, ditandai dengan pembangunan berbagai candi dan peninggalan arkeologis lainnya.
Runtuhnya Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan mengalami keruntuhan pada tahun 1016 Masehi akibat serangan dari Kerajaan Sriwijaya yang bersekutu dengan Raja Wurawari. Serangan ini dikenal sebagai Pralaya Medang, yang menyebabkan kematian Raja Dharmawangsa Teguh dan kehancuran pusat pemerintahan. Setelah peristiwa ini, Airlangga, yang merupakan keponakan Dharmawangsa, berhasil menyatukan kembali wilayah kerajaan dan mendirikan Kerajaan Kahuripan.