Menu Tutup

Sejarah Masuknya Islam di Jambi

Islam adalah agama yang telah berkembang di Jambi sejak masa Kerajaan Sriwijaya pada akhir abad ke-7 Masehi. Perkembangannya berlanjut hingga pendirian Kesultanan Jambi pada abad ke-16 Masehi. Islam telah mengalami akulturasi dengan budaya masyarakat di Jambi.

Teori Masuknya Islam

Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana Islam masuk ke Jambi. Beberapa di antaranya adalah:

– Teori Arab: Islam masuk ke Jambi dibawa oleh seorang saudagar Arab yang bernama Ahmad Salim, yang sekarang dikenal dengan julukan Datuk Paduka Berhala. Ia menikah dengan Putri Selaro Pinang Masak, anak dari Raja Baremah dari Kerajaan Pagaruyung. Mereka memiliki empat orang anak yang menjadi leluhur dari raja-raja Kesultanan Jambi .

– Teori Persia: Islam masuk ke Jambi dibawa oleh para pedagang dan ulama dari Persia yang berdagang di Selat Malaka. Mereka menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat pesisir dan pedalaman.

– Teori India: Islam masuk ke Jambi dibawa oleh para pedagang dan ulama dari India yang berdagang di Selat Malaka. Mereka menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat pesisir dan pedalaman.

– Teori Yaman: Islam masuk ke Jambi dibawa oleh seorang Arab ‘Alawiyin bernama Habib Husein Al Baraqbah yang berasal dari kota Tariem, Hadramaut, Yaman. Ia berangkat dari Yaman menuju India, kemudian ke Aceh dan Palembang, lalu ke Jambi. Ia menikah dengan Putri Rajo Bungsu, anak dari Raja Melayu.

– Teori Turki: Islam masuk ke Jambi dibawa oleh seorang pendakwah Islam dari Istanbul, Turki yang bernama Datuk Paduko Berhalo. Ia menikah dengan Putri Selaro Pinang Masak, anak dari Raja Baremah dari Kerajaan Pagaruyung. Mereka memiliki empat orang anak yang menjadi leluhur dari raja-raja Kesultanan Jambi .

Proses Islamisasi

Proses islamisasi di Jambi bersamaan dengan sejarah awal kesultanan Jambi, yakni pada abad ke-15 Masehi. Pada masa ini, terjadi pergantian sistem pemerintahan dari kerajaan Hindu-Buddha menjadi kerajaan Islam. Para raja dan priyayi di Jambi menganut agama Islam dan membangun masjid-masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan. Islam juga telah menjadi bagian dari budaya masyarakat adat di Jambi. Ini tercermin pada pepatah jambi yaitu “adat bersendi Syarak, Syarak bersendi Kitabullah” dan “Syarak Mangato, Adat Memakai” .

Perkembangan Islam di Jambi

Islam di Jambi terus berkembang seiring dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial dan budaya di wilayah ini. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan Islam di Jambi adalah:

– Hubungan dagang dengan negara-negara Islam di Timur Tengah, India, Persia dan Turki yang membawa pengaruh ajaran dan budaya Islam ke Jambi¹².
– Pendirian Kesultanan Jambi yang menganut agama Islam dan menjadikan syariat Islam sebagai dasar hukum dan pemerintahan¹².
– Peranan para ulama dan pendakwah Islam yang menyebarkan dakwah dan ilmu pengetahuan Islam kepada masyarakat Jambi melalui langgar, maktab, madrasah dan pesantren³⁴.
– Akulturasi budaya antara Islam dan adat istiadat masyarakat Jambi yang menciptakan identitas keislaman yang khas dan toleran¹².

Kesimpulan

Islam adalah agama yang telah masuk ke Jambi sejak abad ke-7 Masehi dan terus berkembang hingga sekarang. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan bagaimana Islam masuk ke Jambi, namun yang pasti Islam masuk melalui jalur perdagangan dan dakwah. Islam juga telah mengalami akulturasi dengan budaya masyarakat Jambi dan menjadi bagian dari identitas mereka.

Sumber:
(1) Islam di Jambi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Jambi.
(2) Sejarah Perkembangan Islam di Jambi Lengkap – Afdhal Ilahi. https://www.afdhalilahi.com/2017/12/sejarah-perkembangan-islam-di-jambi.html.
(3) Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Di Jambi Abad Xx: Studi Kasus …. https://jamberita.com/read/2020/11/04/5963392/perkembangan%25C2%25A0lembaga-pendidikan-islam-di-jambi-abad-xx-studi-kasus-seberang-kota-jambi/.
(4) PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI JAMBI ABAD XX: STUDI KASUS …. https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/download/16348/12345.

 

Posted in Keislaman

Artikel Lainnya