Menu Tutup

Sejarah Masuknya Islam di Madura

Madura adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa. Pulau ini memiliki luas sekitar 5.475 km2 dan penduduk sekitar 14 juta jiwa. Mayoritas penduduk Madura beragama Islam, yang diperkirakan mencapai 99% dari total populasi. Namun, bagaimana sejarah masuknya Islam di pulau ini?

Ada beberapa versi yang berbeda tentang sejarah masuknya Islam di Madura, namun secara umum dapat dibagi menjadi dua periode, yaitu periode awal dan periode lanjutan.

Periode awal adalah periode ketika Islam mulai dikenal oleh masyarakat Madura melalui kontak dengan pedagang-pedagang Muslim dari Asia Tenggara, terutama dari Cempa (Champa), sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang berada di wilayah Vietnam saat ini. Pedagang-pedagang Cempa ini membawa misi dakwah selain aktivitas perdagangan mereka.

Salah satu pedagang Cempa yang berpengaruh dalam penyebaran Islam di Madura adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel, yang merupakan ipar dari raja Majapahit, Brawijaya V. Sunan Ampel datang ke Jawa pada abad ke-15 dan mendirikan pesantren Ampel di Surabaya. Ia juga mengirimkan dua utusannya yang juga keturunan Arab, yaitu Sayyid Yusuf Al-Anggawi dan Sayyid Abdul Mannan Al-Anggawi, untuk mengislamkan wilayah Madura.

Sayyid Yusuf Al-Anggawi bertugas di Madura bagian timur, yaitu Sumenep dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Ia berhasil mengislamkan raja Sumenep yang ke-13, yaitu Pangeran Joko Tole (1415-1460), yang kemudian berganti nama menjadi Raden Paku atau Pangeran Katandur. Ia juga mendirikan pesantren Padusan di Parsanga dan menikahi putri raja Sumenep, yaitu Nyai Ageng Padusan. Makam Sayyid Yusuf Al-Anggawi berada di desa Talango Pulau Poteran Sumenep²⁴.

Sayyid Abdul Mannan Al-Anggawi bertugas di Madura bagian barat, yaitu Bangkalan, Sampang hingga Pamekasan. Ia berhasil mengislamkan raja Bangkalan yang pertama, yaitu Pangeran Arosbaya (1512-1546), yang kemudian berganti nama menjadi Raden Arya Wiraraja II. Ia juga mendirikan pesantren Batu Ampar di Proppo Pamekasan dan menikahi putri raja Bangkalan, yaitu Nyai Ageng Batu Ampar. Makam Sayyid Abdul Mannan Al-Anggawi berada di Batu Ampar Proppo Pamekasan²⁴.

Periode lanjutan adalah periode ketika Islam semakin berkembang dan meluas di Madura melalui jalur keraton dan pesantren. Pada periode ini, banyak raja-raja Madura yang memeluk Islam dan mendukung penyebarannya di kalangan rakyatnya. Selain itu, banyak pula ulama-ulama dan kiai-kiai Madura yang mendirikan pesantren-pesantren dan menyebarkan ilmu-ilmu agama kepada santri-santrinya.

Salah satu raja Madura yang berperan penting dalam penyebaran Islam adalah Pangeran Sumolo atau Panembahan Somala (1750-1811), yang merupakan putra dari Bendoro Saud, keturunan Pangeran Katandur. Ia memerintah Sumenep dari tahun 1762 hingga 1811 dan dikenal sebagai raja yang adil, bijaksana, dan religius. Ia membangun keraton Sumenep yang megah dan masjid Agung Sumenep yang indah. Ia juga mengirimkan utusan-utusannya ke Mekkah untuk belajar agama dan membawa kembali kitab-kitab Islam ke Madura²³.

Salah satu ulama Madura yang berperan penting dalam penyebaran Islam adalah KH Muhammad Kholil atau Syaikhuna Kholil (1852-1925), yang merupakan pendiri pesantren Al-Anwar di Bangkalan. Ia adalah seorang ulama yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Madura dan Jawa Timur. Ia menguasai berbagai ilmu agama, seperti tafsir, hadis, fiqih, tasawuf, dan bahasa Arab. Ia juga aktif dalam gerakan sosial dan politik, seperti melawan penjajahan Belanda dan mendukung pergerakan Muhammadiyah. Ia memiliki banyak murid yang kemudian menjadi ulama-ulama besar di Madura dan sekitarnya³⁵.

Sumber:
(1) Sejarah Masuknya Islam di Madura | Bincang Syariah. https://bincangsyariah.com/
(2) Bagaimana sejarah masuknya ajaran Islam di Madura. https://www.dictio.id/
(3) Madura, Pulau Terasing di Timur Jawa Pusat Penyebaran Islam. https://islamdigest.republika.co.id/
(4) ISLAM DI MADURA – ResearchGate. https://www.researchgate.net/
(5) Masuknya Agama Islam di Pulau Madura | Doraicha’s Blog. https://doraicha.wordpress.com

Posted in Keislaman

Artikel Lainnya