Pramuka atau Praja Muda Karana adalah gerakan kepanduan yang populer di Indonesia dan dunia. Gerakan ini bertujuan untuk membentuk karakter, keterampilan, dan jiwa patriotisme generasi muda. Pramuka memiliki sejarah yang panjang dan menarik, baik di tingkat internasional maupun nasional. Artikel ini akan membahas sejarah pramuka dunia dan indonesia secara singkat dan lengkap.
Sejarah Pramuka Dunia
Sejarah pramuka dunia dimulai dari ide seorang perwira militer Inggris bernama Robert Baden-Powell. Ia terinspirasi oleh pengalaman perangnya di Afrika Selatan, di mana ia melihat keterampilan bertahan hidup dan berorganisasi dari para pandu asli. Ia kemudian menulis buku berjudul Scouting for Boys pada tahun 1908, yang berisi panduan untuk melatih anak-anak laki-laki menjadi pandu.
Buku ini menjadi sangat populer dan menyebar ke berbagai negara. Anak-anak laki-laki mulai membentuk kelompok-kelompok pandu secara sukarela dan melakukan kegiatan-kegiatan seperti berkemah, berjalan kaki, belajar simpul, mengenal alam, dan lain-lain. Baden-Powell kemudian mendirikan organisasi resmi bernama Boy Scouts Association pada tahun 1910.
Gerakan pandu kemudian berkembang menjadi gerakan pramuka, yang melibatkan anak-anak perempuan dan orang dewasa. Organisasi-organisasi pramuka di berbagai negara mulai bekerja sama dan membentuk federasi internasional. Salah satu kegiatan utama pramuka dunia adalah Jambore Pramuka Dunia, yaitu perkemahan besar-besaran yang diadakan setiap empat tahun sekali di negara-negara berbeda.
Baden-Powell diakui sebagai Bapak Pandu Dunia atau Chief Scout of the World. Ia meninggal pada tahun 1941, tetapi warisannya tetap hidup hingga sekarang. Gerakan pramuka dunia terus berkembang dan memiliki lebih dari 50 juta anggota di lebih dari 200 negara1.
Sejarah Pramuka Indonesia
Sejarah pramuka Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Gerakan kepanduan di Indonesia dimulai pada tahun 1912, ketika Belanda mendirikan organisasi Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) di Bandung2. Organisasi ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak Belanda.
Tokoh-tokoh nasional Indonesia kemudian membentuk organisasi kepanduan sendiri yang bersifat nasionalis dan anti-kolonial. Salah satunya adalah Mangkunegara VII, yang mendirikan Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) pada tahun 19162. Organisasi ini merupakan organisasi kepanduan pertama yang menggunakan bahasa Jawa.
Setelah peristiwa Sumpah Pemuda pada tahun 1928, semangat nasionalisme semakin membara. Banyak organisasi kepanduan yang bermunculan dengan latar belakang agama, suku, atau daerah. Beberapa contohnya adalah Hizbul Wathan (Muhammadiyah), Nationale Padvinderij (Budi Utomo), Syarikat Islam Afdeling Padvinderij (Syarikat Islam), dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (Pemuda Indonesia)2.
Untuk menyatukan berbagai organisasi kepanduan tersebut, dibentuklah Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) pada tahun 19282. PAPI kemudian melebur menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) pada tahun 19302. KBI menjadi organisasi induk bagi semua organisasi kepanduan di Indonesia.
Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), gerakan kepanduan dilarang oleh pemerintah Jepang. Namun, para anggota kepanduan tetap berjuang melalui gerakan bawah tanah. Mereka terlibat dalam pergerakan kemerdekaan, seperti menyebarkan pamflet, mengumpulkan senjata, dan berpartisipasi dalam pertempuran fisik2.
Setelah Indonesia merdeka, gerakan kepanduan di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 1951, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 14 Agustus sebagai Hari Pramuka2. Pada tahun 1961, dibentuklah Gerakan Pramuka Indonesia sebagai organisasi tunggal yang menggantikan semua organisasi kepanduan sebelumnya2. Gerakan Pramuka Indonesia kemudian menjadi anggota dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) pada tahun 19533.
Gerakan Pramuka Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Pramuka menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah. Pramuka juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti penanggulangan bencana, penghijauan, pemberantasan buta aksara, dan lain-lain. Pramuka juga menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Tri Satya4.
Kesimpulan
Pramuka adalah gerakan kepanduan yang memiliki sejarah yang panjang dan menarik, baik di dunia maupun di Indonesia. Pramuka bertujuan untuk membentuk karakter, keterampilan, dan jiwa patriotisme generasi muda. Pramuka memiliki banyak manfaat bagi individu dan masyarakat. Pramuka juga menjadi bagian dari warisan budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan.
Sumber:
(1) Sejarah Pramuka dan Perkembangannya di Indonesia. https://www.msn.com/id-id/ekonomi/other/sejarah-pramuka-dan-perkembangannya-di-indonesia/ar-AA1ffhE9.
(2) Mengenal Bapak Pramuka Indonesia dan Perannya di Gerakan Kepanduan RI. https://katadata.co.id/agung/lifestyle/64da22a73948e/mengenal-bapak-pramuka-indonesia-dan-perannya-di-gerakan-kepanduan-ri.
(3) Sejarah Jambore Pramuka Dunia, Digelar Sejak 1920 dan Awal Mula Partisipasi Indonesia. https://hypeabis.id/read/26661/sejarah-jambore-pramuka-dunia-digelar-sejak-1920-dan-awal-mula-partisipasi-indonesia.
(4) Sejarah Kepramukaan di Indonesia dan Dunia – Kompas.com. https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/13/160000079/sejarah-kepramukaan-di-indonesia-dan-dunia-.
(5) Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia [Singkat dan Lengkap]. https://www.zonarefere