Menu Tutup

Seperti Apa Bullying di Sekolah? Berikut Penjelasannya

Bullying di sekolah adalah salah satu masalah yang sering terjadi dan meresahkan banyak pihak. Bullying di sekolah dapat didefinisikan sebagai tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain yang lebih lemah atau berbeda. Bullying di sekolah dapat berbentuk fisik, verbal, sosial, prejudisial, finansial, atau siber . Artikel ini akan memberikan informasi tentang penyebab, dampak, dan cara mengatasi bullying di sekolah.

Penyebab bullying di sekolah

Ada beberapa faktor yang dapat memicu perilaku bullying di sekolah, antara lain:

Kurangnya perhatian dari orang tua atau guru. Anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang, pengawasan, atau bimbingan yang cukup dari orang tua atau guru cenderung mencari perhatian dengan cara yang negatif, seperti menindas atau mengganggu teman-temannya .

Pengaruh media sosial atau game kekerasan. Anak-anak yang sering terpapar dengan konten-konten negatif di media sosial atau game kekerasan dapat terinspirasi untuk meniru aksi-aksi tersebut dalam kehidupan nyata .

Ketidakpuasan diri. Anak-anak yang merasa tidak puas dengan diri sendiri, seperti penampilan fisik, kemampuan akademik, atau status sosial, dapat merasa minder dan mencoba untuk menutupi rasa rendah diri mereka dengan mengejek atau merendahkan orang lain .

Rasa iri. Anak-anak yang merasa iri dengan prestasi, popularitas, atau kekayaan teman-temannya dapat merasa tidak senang dan mencoba untuk menghancurkan kesuksesan atau kebahagiaan orang lain .

Ingin mendominasi. Anak-anak yang memiliki sifat otoriter, agresif, atau ambisius dapat merasa ingin mendominasi lingkungan sekitarnya dan menunjukkan kekuasaan atau kewibawaan mereka dengan cara mengintimidasi atau memaksa orang lain untuk tunduk pada mereka .

Beberapa contoh kasus nyata yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan faktor-faktor tersebut adalah:

  • Kasus bullying fisik yang dialami oleh siswa SMPN 2 Tangerang Selatan pada tahun 2020. Siswa tersebut menjadi korban pemukulan oleh sekelompok siswa lainnya karena diduga mencuri uang jajan temannya. Kasus ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan kemarahan publik.
  • Kasus bullying verbal yang dialami oleh siswa SMA Negeri 1 Cianjur pada tahun 2021. Siswa tersebut menjadi korban ejekan dan hinaan oleh teman-temannya karena memiliki bibir tebal. Kasus ini juga sempat viral di media sosial dan membuat siswa tersebut depresi.
  • Kasus bullying sosial yang dialami oleh siswi SMPN 1 Sukabumi pada tahun 2022. Siswi tersebut menjadi korban isolasi dan pengucilan oleh teman-temannya karena dianggap tidak bergaul dan tidak modis. Kasus ini juga sempat viral di media sosial dan membuat siswi tersebut trauma.

Dampak bullying di sekolah

Bullying di sekolah dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat besar bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekitar, antara lain:

Stres. Korban bullying di sekolah dapat mengalami stres akibat tekanan psikologis yang terus-menerus dari pelaku. Stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental korban, seperti sakit kepala, insomnia, mudah marah, atau sulit berkonsentrasi .

Trauma. Korban bullying di sekolah dapat mengalami trauma akibat pengalaman buruk yang mereka alami. Trauma dapat menyebabkan korban menjadi ketakutan, cemas, atau panik saat berada di lingkungan sekolah atau berhadapan dengan pelaku .

Depresi. Korban bullying di sekolah dapat mengalami depresi akibat rasa sedih, putus asa, atau tidak berharga yang mereka rasakan. Depresi dapat menyebabkan korban menjadi apatis, lemas, atau bahkan berpikir untuk bunuh diri .

Rendah diri. Korban bullying di sekolah dapat mengalami rendah diri akibat rasa malu, minder, atau tidak percaya diri yang mereka rasakan. Rendah diri dapat menyebabkan korban menjadi pendiam, tertutup, atau menghindari interaksi sosial .

Kehilangan motivasi belajar. Korban bullying di sekolah dapat mengalami kehilangan motivasi belajar akibat rasa tidak nyaman, tidak aman, atau tidak bahagia yang mereka rasakan di sekolah. Kehilangan motivasi belajar dapat menyebabkan korban menjadi malas, bolos, atau menurun prestasinya .

Kekerasan berlanjut. Pelaku bullying di sekolah dapat mengalami kekerasan berlanjut akibat perilaku negatif yang mereka tunjukkan. Kekerasan berlanjut dapat menyebabkan pelaku menjadi terlibat dalam tindak kriminal, narkoba, atau kekerasan domestik di masa depan .

Beberapa contoh kasus nyata yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan dampak-dampak tersebut adalah:

  • Kasus bunuh diri yang dilakukan oleh siswa SMPN 1 Karawang pada tahun 2020. Siswa tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya karena tidak tahan dengan bullying yang dilakukan oleh teman-temannya. Kasus ini mengegerkan masyarakat dan mendapat simpati dari banyak pihak.
  • Kasus penusukan yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 2 Bandung pada tahun 2021. Siswa tersebut nekat menusuk temannya yang menjadi pelaku bullying terhadapnya dengan pisau dapur di dalam kelas. Kasus ini menimbulkan keresahan dan kecaman dari banyak pihak.
  • Kasus pembakaran yang dilakukan oleh siswa SMPN 3 Cirebon pada tahun 2022. Siswa tersebut nekat membakar motor temannya yang menjadi pelaku bullying terhadapnya dengan bensin di halaman sekolah. Kasus ini menimbulkan kebakaran dan kerugian dari banyak pihak.

Cara mengatasi bullying di sekolah

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh korban, pelaku, orang tua, guru, maupun masyarakat untuk mencegah dan menangani bullying di sekolah, antara lain:

Melaporkan kejadian bullying. Korban bullying di sekolah harus berani melaporkan kejadian bullying yang mereka alami kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang lainnya. Melaporkan kejadian bullying dapat membantu korban mendapatkan perlindungan dan penyelesaian masalah .

Mengajarkan nilai-nilai positif dan tegas. Orang tua dan guru harus mengajarkan nilai-nilai positif dan tegas kepada anak-anak mereka, seperti menghargai perbedaan, bersikap sopan, bertanggung jawab, atau berani mengatakan tidak. Mengajarkan nilai-nilai positif dan tegas dapat membantu anak-anak menjadi pribadi yang baik dan kuat .

Memberikan dukungan dan bantuan psikologis. Orang tua dan guru harus memberikan dukungan dan bantuan psikologis kepada korban maupun pelaku bullying di sekolah, seperti memberikan perhatian, kasih sayang, pengertian, atau konseling profesional. Memberikan dukungan dan bantuan psikologis dapat membantu korban maupun pelaku mengatasi masalah-masalah psikologis yang mereka hadapi .

Membuat aturan dan sanksi yang jelas. Sekolah harus membuat aturan dan sanksi yang jelas tentang bullying di sekolah, seperti membuat kode etik, komite anti-bullying, atau sistem pelaporan dan penanganan kasus. Membuat aturan dan sanksi yang jelas dapat membantu sekolah menegakkan disiplin dan menindak tegas pelaku bullying .

Melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya bullying. Masyarakat harus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya bullying di sekolah, seperti mengadakan seminar, workshop, kampanye, atau media informasi. Melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya bullying dapat membantu masyarakat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mencegah dan menangani bullying di sekolah .

Beberapa contoh kasus nyata yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan langkah-langkah tersebut adalah:

  • Kasus pencegahan bullying yang dilakukan oleh SMPN 4 Surabaya pada tahun 2020. Sekolah tersebut membuat program anti-bullying yang melibatkan seluruh elemen sekolah, seperti siswa, guru, orang tua, dan komunitas. Program tersebut meliputi pembentukan tim anti-bullying, penyuluhan tentang bullying, pelatihan keterampilan sosial, dan pemberian reward bagi siswa yang berperilaku baik .
  • Kasus penanganan bullying yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Bogor pada tahun 2021. Sekolah tersebut menangani kasus bullying yang terjadi di antara siswanya dengan cara yang bijak dan adil. Sekolah tersebut melakukan investigasi, mediasi, konseling, dan rehabilitasi bagi korban maupun pelaku bullying. Sekolah tersebut juga memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan pelaku bullying .
Posted in Ragam

Artikel Lainnya