Menu Tutup

Sistem Ekskresi Manusia: Pengertian, Organ dan Fungsinya

Sistem ekskresi manusia adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Zat-zat sisa metabolisme ini antara lain seperti gas CO2, limbah nitrogen seperti urea, sisa perombakan sel darah merah seperti bilirubin, sampai kelebihan zat seperti kelebihan air (H2O), yang bisa dikeluarkan diantaranya melalui keringat dan juga urin. Pengeluaran zat-zat tersebut bertujuan agar zat-zat sisa dalam tubuh tidak meracuni organ lainnya.

Ada 4 macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. Yuk, kita bahas satu per satu!

Ginjal

Ginjal merupakan organ ekskresi pada manusia yang berbentuk seperti kacang. Jumlahnya dua dan terletak di kanan dan kiri tulang belakang, tepatnya di bawah hati dan limpa. Dalam tubuh manusia dewasa, ginjal biasanya memiliki panjang sekitar 11 cm. Berat dan besarnya bervariasi, tergantung jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain.

Ginjal berfungsi melakukan penyaringan terhadap darah didalam tubuh. Disamping itu juga mengatur tingkat keseimbangan air, dan mengatur konsentrasi garam yang ada pada tubuh. Ginjal menerima darah dari sepasang arteri renalis, dan darah keluar lewat vena renalis. Setiap ginjal berhubungan dengan ureter, tabung yang membawa urin keluar ke kandung kemih.

Sebagai alat ekskresi, ginjal akan menjalankan tiga tahapan dalam proses pembuangan, termasuk penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorbsi) dan pengumpulan (augmentasi). Pada tahap penyaringan atau filtrasi ginjal menyaring cairan dalam darah, sebelum akhirnya kembali ke jantung dan paru paru. Cairan yang tersaring berupa urin primer yang masih mengandung air, glukosa, dan asam amino. Namun sudah tidak mengandung protein dan darah.

Kemudian penyerapan kembali atau reabsorbsi terjadi di bagian ginjal yang bernama tubulus kontortus proksimal. Di sini air, glukosa dan asam amino diserap kembali oleh darah melalui pembuluh kapiler. Sedangkan zat-zat sisa seperti urea tetap berada di dalam tubulus kontortus proksimal.

Terakhir adalah tahap pengumpulan atau augmentasi. Di tahap ini urin sekunder yang sudah tidak mengandung air glukosa dan asam amino akan dikumpulkan di dalam pelvis renalis sebelum akhirnya dibuang melalui ureter ke kandung kemih.

Zat yang dikeluarkan oleh ginjal sebagai organ ekskresi adalah urin yang mengandung urea, asam urat, amonia, garam mineral dan air.

Paru-paru

Paru-paru merupakan organ pernapasan sekaligus organ ekskresi pada manusia. Paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) yang merupakan limbah hasil metabolisme sel-sel tubuh. Karbondioksida ini dibuang ketika kita menghembuskan napas.

Proses pengeluaran karbondioksida ini melibatkan beberapa saluran pernapasan, mulai dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus hingga sampai di paru-paru. Di paru-paru terdapat alveolus yang merupakan tempat pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida.

Oksigen akan dipindahkan dari alveolus ke peredaran darah untuk selanjutnya diedarkan ke sel-sel tubuh. Oksigen lalu dipakai oleh sel-sel tubuh untuk melakukan metabolisme. Hasil metabolisme ini menyisakan limbah dalam bentuk karbondioksida.

Karena karbondioksida adalah limbah, maka harus dibuang dari dalam tubuh. Oleh karena itu, karbondioksida dibawa dari sel-sel tubuh ke peredaran darah menuju ke alveolus.

Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru sebagai organ ekskresi adalah gas karbondioksida (CO2).

Hati

Hati merupakan organ ekskresi pada manusia yang berfungsi untuk memecah senyawa-senyawa toksik menjadi senyawa yang lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh. Salah satu senyawa toksik yang diproses oleh hati adalah amonia (NH3) yang merupakan hasil perombakan protein.

Amonia sangat berbahaya bagi tubuh jika menumpuk dalam jumlah banyak. Oleh karena itu hati akan mengubah amonia menjadi urea (CH4N2O) yang lebih aman bagi tubuh. Urea kemudian akan dikeluarkan oleh ginjal bersama dengan urin.

Selain itu hati juga berperan dalam memecah hemoglobin dari sel darah merah yang sudah tua atau rusak menjadi bilirubin (C33H36N4O6) dan biliverdin (C33H34N4O6). Kedua senyawa ini memberikan warna kuning pada empedu. Empedu kemudian akan dikeluarkan oleh hati melalui saluran empedu ke usus halus.

Zat yang dikeluarkan oleh hati sebagai organ ekskresi adalah urea (CH4N2O), bilirubin (C33H36N4O6) dan biliverdin (C33H34N4O6).

Kulit

Kulit merupakan organ ekskresi pada manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme melalui kelenjar keringat. Kelenjar keringat terdapat di lapisan dermis kulit dan memiliki saluran keluar di permukaan kulit.

Kelenjar keringat akan memproduksi cairan keringat ketika suhu tubuh meningkat akibat aktivitas fisik atau lingkungan panas. Keringat akan membantu menurunkan suhu tubuh dengan cara mengambil panas dari permukaan kulit saat menguap.

Keringat mengandung air (H2O), garam mineral (NaCl), urea (CH4N2O), asam laktat (C3H6O3) dan beberapa senyawa lain. Keringat juga membantu membersihkan pori-pori kulit dari debu atau kotoran.

Zat yang dikeluarkan oleh kulit sebagai organ ekskresi adalah keringat yang mengandung air (H2O), garam mineral (NaCl), urea (CH4N2O), asam laktat (C3H6O3) dan beberapa senyawa lain.

Kesimpulan

Sistem ekskresi manusia adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Ada 4 macam organ sistem ekskresi manusia, yaitu ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. Masing-masing organ memiliki fungsi dan zat-zat sisa yang dikeluarkannya sendiri-sendiri.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya