Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi tentang masa lalu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sumber sejarah dapat berupa benda-benda, dokumen, gambar, suara, atau kesaksian orang-orang yang mengalami peristiwa sejarah. Sumber sejarah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder.
Sumber Primer
Sumber primer adalah sumber sejarah yang berasal dari masa atau tempat terjadinya peristiwa sejarah, atau dibuat oleh orang-orang yang terlibat atau menyaksikan peristiwa sejarah. Contoh sumber primer adalah prasasti, naskah kuno, artefak, lukisan, foto, rekaman suara, film, surat, memoar, atau wawancara dengan saksi mata .
Sumber primer biasanya memiliki nilai sejarah yang tinggi karena memberikan informasi langsung dan otentik tentang peristiwa sejarah. Namun, sumber primer juga dapat dipengaruhi oleh sudut pandang pembuatnya. Sudut pandang pembuat sumber primer dapat dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, politik, ekonomi, agama, atau ideologi mereka. Misalnya, prasasti yang dibuat oleh raja-raja pada masa lalu mungkin cenderung memuji diri sendiri atau mengagungkan kekuasaan mereka. Surat yang ditulis oleh tokoh sejarah mungkin mengandung emosi atau opini pribadi mereka. Foto atau film yang merekam peristiwa sejarah mungkin dipilih atau diedit untuk menampilkan sudut tertentu .
Oleh karena itu, sumber primer harus dikritisi dan dianalisis dengan hati-hati untuk mengetahui kebenaran dan makna informasi yang terkandung di dalamnya. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengkritisi sumber primer adalah :
- Siapa pembuat sumber primer ini?
- Kapan dan di mana sumber primer ini dibuat?
- Untuk tujuan apa sumber primer ini dibuat?
- Apa informasi yang disampaikan oleh sumber primer ini?
- Apa sudut pandang atau bias yang dimiliki oleh pembuat sumber primer ini?
- Apa konteks sejarah yang melatarbelakangi pembuatan sumber primer ini?
- Bagaimana kredibilitas dan validitas sumber primer ini?
- Bagaimana relevansi sumber primer ini dengan topik sejarah yang diteliti?
Sumber Sekunder
Sumber sekunder adalah sumber sejarah yang berasal dari masa atau tempat setelah terjadinya peristiwa sejarah, atau dibuat oleh orang-orang yang tidak terlibat atau menyaksikan peristiwa sejarah. Contoh sumber sekunder adalah buku teks, ensiklopedia, artikel jurnal, biografi, dokumenter, atau situs web .
Sumber sekunder biasanya memiliki nilai sejarah yang rendah karena memberikan informasi tidak langsung dan tidak otentik tentang peristiwa sejarah. Namun, sumber sekunder juga dapat bermanfaat untuk memberikan penjelasan atau interpretasi tentang peristiwa sejarah. Sumber sekunder dapat membantu memahami konteks dan dampak peristiwa sejarah dari berbagai perspektif .
Sumber sekunder juga harus dikritisi dan dianalisis dengan hati-hati untuk mengetahui kebenaran dan makna informasi yang terkandung di dalamnya. Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengkritisi sumber sekunder adalah :
- Siapa pembuat sumber sekunder ini?
- Kapan dan di mana sumber sekunder ini dibuat?
- Untuk tujuan apa sumber sekunder ini dibuat?
- Apa informasi yang disampaikan oleh sumber sekunder ini?
- Apa sudut pandang atau bias yang dimiliki oleh pembuat sumber sekunder ini?
- Apa konteks sejarah yang melatarbelakangi pembuatan sumber sekunder ini?
- Bagaimana kredibilitas dan validitas sumber sekunder ini?
- Bagaimana relevansi sumber sekunder ini dengan topik sejarah yang diteliti?
Kesimpulan
Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi tentang masa lalu. Sumber sejarah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber sejarah yang berasal dari masa atau tempat terjadinya peristiwa sejarah, atau dibuat oleh orang-orang yang terlibat atau menyaksikan peristiwa sejarah. Sumber sekunder adalah sumber sejarah yang berasal dari masa atau tempat setelah terjadinya peristiwa sejarah, atau dibuat oleh orang-orang yang tidak terlibat atau menyaksikan peristiwa sejarah. Sumber primer dan sumber sekunder harus dikritisi dan dianalisis dengan hati-hati untuk mengetahui kebenaran dan makna informasi yang terkandung di dalamnya. Sumber primer dan sumber sekunder juga dapat dipengaruhi oleh sudut pandang pembuatnya, yang dapat dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, politik, ekonomi, agama, atau ideologi mereka.