Menu Tutup

Teori Nilai Uang : Pengertian, Jenis, dan Perbandingan

Teori nilai uang adalah teori yang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli12.

Jenis-Jenis Teori Nilai Uang

Pada dasarnya, teori nilai uang terdiri atas dua macam, yaitu teori nilai uang statis dan teori nilai uang dinamis. Masing-masing memiliki definisi dan ciri-cirinya tersendiri. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang kedua jenis teori tersebut.

Teori Nilai Uang Statis

Teori nilai uang statis adalah teori yang lebih berfokus terhadap garis-garis besar teori dari nilai uang itu sendiri, misalnya mengenai perubahan-perubahan yang akan terjadi pada sebuah nilai uang2. Beberapa macam teori nilai uang statis antara lain:

  • Teori Konvensi (Perjanjian): Menurut teori ini, nilai uang bisa diterima masyarakat karena adanya perjanjian terhadap nilai uang tersebut untuk digunakan sebagai alat tukar2.
  • Teori Nominalisme: Dalam teori ini, suatu benda bisa dikatakan sebagai uang karena terdapat jumlah nominal yang tertera. Teori ini biasanya didukung dengan teori lain seperti teori konvensi dan teori negara2.
  • Teori Metalisme (Intrinsik): Teori ini menyatakan bahwa uang bisa diterima masyarakat berdasarkan faktor bahan dasarnya. Bahan dasar yang dimaksud adalah logam dengan nilai tinggi, seperti emas atau perak2.
  • Teori Negara: Teori ini menyatakan bahwa nilai uang ditentukan oleh negara sebagai penguasa tertinggi. Negara memiliki hak untuk mencetak dan mengatur jumlah serta kualitas uang yang beredar di masyarakat2.

Teori Nilai Uang Dinamis

Teori nilai uang dinamis adalah teori yang lebih memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai uang dari waktu ke waktu, seperti jumlah uang beredar, tingkat harga, permintaan dan penawaran uang, serta kecepatan peredaran uang2. Beberapa macam teori nilai uang dinamis antara lain:

  • Teori Kuantitas dari David Ricardo: Teori ini menyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai moneter dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Jika jumlah uang yang beredar semakin banyak, nilai uang akan semakin rendah dan harga komoditas akan semakin tinggi. Begitu pun sebaliknya12.
  • Teori Ongkos Produksi: Teori ini menyatakan bahwa nilai moneter ditentukan oleh ongkos produksi dari bahan dasar pembuatannya. Jika ongkos produksi meningkat, maka nilai moneter juga akan meningkat1.
  • Teori Kuantitas dari Irving Fisher: Teori ini menyatakan bahwa ada hubungan proporsional searah antara perubahan jumlah uang beredar dan tingkat harga umum, sementara hubungan proporsional terbalik terjadi antara jumlah uang beredar dan nilai uang. Teori ini dirumuskan dalam persamaan MV = PT, di mana M adalah jumlah uang beredar, V adalah kecepatan peredaran uang, P adalah tingkat harga umum, dan T adalah jumlah transaksi barang dan jasa12.
  • Teori Persediaan Kas: Teori ini menyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai riil ditentukan berdasarkan besar kecilnya jumlah yang tersimpan sebagai saldo kas. Jumlah saldo kas masyarakat ini berbanding lurus dengan nilai riil. Intinya semakin besar jumlah saldo kas masyarakat semakin tinggi pula nilai riil3.

Tabel Perbandingan Teori Nilai Uang

Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan antara teori nilai uang statis dan dinamis, serta antara teori-teori yang termasuk di dalamnya, berikut ini adalah tabel perbandingan yang saya buat.

Teori Nilai Uang Definisi Ciri-Ciri Contoh
Teori Nilai Uang Statis Teori yang lebih berfokus terhadap garis-garis besar teori dari nilai uang itu sendiri – Tidak memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai uang dari waktu ke waktu <br> – Bersifat klasik dan tradisional <br> – Lebih menekankan pada sisi permintaan uang – Teori Konvensi <br> – Teori Nominalisme <br> – Teori Metalisme <br> – Teori Negara
Teori Nilai Uang Dinamis Teori yang lebih memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai uang dari waktu ke waktu – Memperhatikan faktor-faktor seperti jumlah uang beredar, tingkat harga, permintaan dan penawaran uang, serta kecepatan peredaran uang <br> – Bersifat modern dan kontemporer <br> – Lebih menekankan pada sisi penawaran uang – Teori Kuantitas dari David Ricardo <br> – Teori Ongkos Produksi <br> – Teori Kuantitas dari Irving Fisher <br> – Teori Persediaan Kas

Sumber:
(1) Pengertian Uang: Fungsi, Ragam, dan Teori Nilai Uang. https://www.gramedia.com/literasi/uang/.
(2) Apa itu Teori Nilai Uang dan Jenis-Jenisnya? – Pintu Blog. https://pintu.co.id/blog/apa-itu-teori-nilai-uang-dan-jenis-jenisnya.
(3) Mengenal Teori Nilai Uang dan Jenis-jenisnya – Ajaib. https://ajaib.co.id/mengenal-teori-nilai-uang-dan-jenis-jenisnya/.
(4) Uang – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Uang.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya